Sabtu, 05 September 2009

Puisi Ketika Nikmat Menjadi Siksa

Suadaraku…..
Berapa banyak nikmat Allah yang diberikan kepada kita..
Brapa banyak anugrah yang kita terima setiap hari….
Setiap tarikan nafas adalah Nikmat….
Setiap tetes yang kita minum adalah Nikmat….
Setiap suap yang masuk kedalam mulut kita adalah nikmat….
Tempat yang kita tinggali adalah nikmat…
Saudara-saudara dan anggota keuarga kita adalah nikmat….
Dan kehidupan ini adalah nikmat terbesar dar Allah SWT kepada kita….

Saudaraku….
Kita dengar…..
Kita baca di diberbagai media…
Kita menyaksikan sendiri di televisi…..
Sebuah bencana alam terjadi di Sumatra Barat……

Jogja dan sekitarnya…..
Berapa banyak Jiwa-jiwa yang harus menghembuskan nafas terakhirnya… Berapa banyak orang-orang yang berebut untuk mendapatkan setetes air….
Berapa banyak orang-orang berlarian untuk mendapatkan makanan….
Berapa banyak tempat tinggal yang hancur…
Berapa banyak orang-orang yang harus kehilangan saudara-saudara yang dicintainya…
Dan kembali…
Berapa banyak jiwa-jiwa yang harus menghembuskan nafas terakhirnya…..
Pilu Saudaraku…….

Berapa banyak nikmat yang diberikan Allah kepada kita..
Jangan, jangan saudaraku…
Jangan karena kebodohan kita maka nikmat itu menjadi naqmah..
Jangan kita selalu berfikir keatas dalam urusan dunia ini..
Dan jangan karena keterbatasan pengetahuan kita kepada Allah….
Menyebabkan kita tidak mensyukuri Nikmat itu…

Mari, mari saudaraku…
Kita mensyukuri setiap nikmat yang diberikan Allah…
Kita melakukan amar makruf dan nahi mungkar…
Kita Nisbatkan Nikmat itu hanya kepada Allah dan tidak ada sekutu baginya…
Kita jaga diri dari sikap sombong dan merasa lebih dari orang lain…
Dan mari kita tunaikan hak-hak yang ada dalam harta kita….
Dengan membantu saudara-saudara kita di Sumatra Barat…..

Tidak ada komentar: