<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2974053777475142520</id><updated>2012-02-16T03:35:05.676-08:00</updated><category term='serba serbi'/><category term='dakwah'/><category term='sunnah rosul'/><category term='dari kami'/><category term='puisi'/><category term='tips'/><category term='kisah teladan'/><title type='text'>Keluarga Mujahed</title><subtitle type='html'>Welcome to this blog, please take your time and enjoy the page, Thx,</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://didigenz.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2974053777475142520/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://didigenz.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Abu wa Ummu Zahra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10337545076974139195</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_uqFp_t7Umbc/TRnh53-lvTI/AAAAAAAAAGo/Kt0xKF-g0kM/S220/163457_125295874201550_122093471188457_171832_533984_n.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>33</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2974053777475142520.post-7806203241167572328</id><published>2009-10-19T03:57:00.000-07:00</published><updated>2010-03-24T01:12:20.660-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='serba serbi'/><title type='text'>Menggapai Keberkahan Hidup</title><content type='html'>&lt;p  style="color: rgb(51, 102, 255); text-align: justify;font-family:arial;" class="konten"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang tentu saja ingin memperoleh keberkahan dalam hidupnya di dunia ini. Karena itu kita selalu berdo’a dan meminta orang lain mendo’akan kita agar segala sesuatu yang kita miliki dan kita upayakan memperoleh keberkahan dari Allah SWT. Secara harfiyah, berkah berarti an nama’ waz ziyadah yakni tumbuh dan bertambah, ini berarti Berkah adalah kebaikan yang bersumber dari Allah yang ditetapkan terhadap sesuatu sebagaimana mestinya sehingga apa yang diperoleh dan dimiliki akan selalu berkembang dan bertambah besar manfaat kebaikannya. Kalau sesuatu yang kita miliki membawa pengaruh negatif, maka kita berarti tidak memperoleh keberkahan yang diidamkan itu. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Allah SWT tidak sembarangan memberikan keberkahan kepada manusia. Ternyata, Allah SWT hanya akan memberi keberkahan itu kepada orang yang beriman dan bertaqwa kepada-Nya. Janji Allah SWT untuk memberikan keberkahan kepada orang yang beriman dan bertaqwa dikemukakan dalam firman-Nya yang artinya: “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya” (QS 7:96).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila manusia, baik secara pribadi maupun kelompok atau masyarakat memperoleh keberkahan dari Allah SWT, maka kehidupannya akan selalu berjalan dengan baik, rizki yang diperolehnya cukup bahkan melimpah, sedang ilmu dan amalnya selalu memberi manfaat yang besar dalam kehidupan. Disilah letak pentingnya bagi kita memahami apa sebenarnya keberkahan itu agar kita bisa berusaha semaksimal mungkin untuk meraihnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BENTUK KEBERKAHAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, keberkahan yang diberikan Allah SWT kepada orang-orang yang beriman bisa kita bagi kedalam tiga bentuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, berkah dalam keturunan, yakni dengan lahirnya generasi yang shaleh. Generasi yang shaleh adalah yang kuat imannya, luas ilmunya dan banyak amal shalehnya, ini merupakan sesuatu yang amat penting, apalagi terwujudnya generasi yang berkualitas memang dambaan setiap manusia. Kelangsungan Islam dan umat Islam salah satu faktornya adalah adanya topangan dari generasi yang shaleh. Generasi semacam itu juga memiliki jasmani yang kuat, memiliki kemandirian termasuk dalam soal harta dan bisa menjalani kehidupan dengan sebaik-baiknya. Keberkahan semacam ini telah diperoleh Nabi Ibrahim as dan keluarganya yang ketika usia mereka sudah begitu tua ternyata masih dikaruniai anak, bahkan tidak hanya Ismail yang shaleh, sehat dan cerdas, tapi juga Ishak dan Ya’kub. Di dalam Al-Qur’an keberkahan semacam ini diceritakan oleh Allah yang artinya: “Dan isterinya berdiri (di balik tirai) lalu dia tersenyum. Maka Kami sampaikan kepadanya berita gembira tentang kelahiran Ishak dan dari Ishak (akan lahir puteranya) Ya’kub. Isterinya berkata: "Sungguh mengherankan, apakah aku aka melairkan anak, padahal aku adalah perempuan seorang perempuan tua, dan ini suamikupun dalam keadaan yang sudah tua pula?. Sesungguhnya ini benar-benar suatu yang sangat aneh". Para malaikat itu berkata: "Apakahkamu merasa heran tentang ketetapan Allah? (itu adalah) rahmat Allah dan keberkatan-Nya, dicurahkan atas kamu, hai ahlul bait. Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah" (QS 11:71-73).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, keberkahan dalam soal makanan yakni makanan yang halal dan thayyib, hal ini karena ulama ahli tafsir, misalnya Ibnu Katsir menjelaskan bahwa keberkahan dari langit dan bumi sebagaimana yang disebutkan dalam firman surat Al A’raf: 96 di atas adalah rizki yang diantara rizki itu adalah makanan. Yang dimaksud makanan yang halal adalah disamping halal jenisnya juga halal dalam mendapatkannya, sehingga bagi orang yang diberkahi Allah, dia tidak akan menghalalkan segala cara dalam memperoleh nafkah. Di samping itu, makanan yang diberkahi juga adalah yang thayyib, yakni yang sehat dan bergizi sehingga makanan yang halal dan tayyib itu tidak hanya mengenyangkan tapi juga dapat menghasilkan tenaga yang kuat untuk selanjutnya dengan tenaga yang kuat itu digunakan untuk melaksanakan dan menegakkan nilai-nilai kebaikan sebagai bukti dari ketaqwaannya kepada Allah Swt, Allah berfirman yang artinya: Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang telah Allah rizkikan kepadamu, dan bertaqwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya (QS 5:88).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, agar apa yang dimakan juga membawa keberkahan yang lebih banyak lagi, meskipun sudah halal dan thayyib, makanan itu harus dimakan sewajarnya atau secukupnya, hal ini karena Allah sangat melarang manusia berlebih-lebihan dalam makan maupun minum, Allah Swt berfirman yang artinya: “Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indak di setiap memasuki masjid, makan dan minumlah dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan” (7:31).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, berkah dalam soal waktu yang cukup tersedia dan dimanfaatkannya untuk kebaikan, baik dalam bentuk mencari harta, memperluas ilmu maupun memperbanyak amal yang shaleh, karena itu Allah menganugerahi kepada kita waktu, baik siang maupun malam dalam jumlah yang sama, yakni 24 jam setiap harinya, tapi bagi orang yang diberkahi Allah maka dia bisa memanfaatkan waktu yang 24 jam itu semaksimal mungkin sehingga pencapaian sesuatu yang baik ditempuh dengan penggunaan waktu yang efisien. Sudah begitu banyak manusia yang mengalami kerugian dalam hidup ini karena tidak bisa memanfaatkan waktu dengan baik, sementara salah satu karakteristik waktu adalah tidak akan bisa kembali lagi bila sudah berlalu, Allah berfirman yang artinya: “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasihat menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran” (QS 103:1-3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, bagi seorang muslim yang diberkahi Allah, waktu digunakan untuk bisa membuktikan pengabdiannya kepada Allah Swt, meskipun dalam berbagai bentuk usaha yang berbeda, Allah berfirman yang artinya: “Demi malam apabila menutupi, dan siang apabila terang benderang, dan penciptaan laki-laki dan perempuan. Sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda. Adapun orang yang memberikan (harta di jalan Allah) dan bertaqwa dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (syurga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah.” (92:1-7).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KUNCI KEBERKAHAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian menjadi jelas bagi kita bahwa sebagai seorang muslim, keberkahan dari Allah untuk kita merupakan sesuatu yang amat penting. Karena itu, ada kunci yang harus kita miliki dan usahakan dalam hidup ini. Sekurang-kurangnya, ada dua faktor yang menjadi kunci keberkahan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Iman dan Taqwa Yang Benar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam ayat di atas, sudah dikemukakan bahwa Allah akan menganugerahkan keberkahan kepada hamba-hambanya yang beriman dan bertaqwa kepada-Nya. Semakin mantap iman dan taqwa yang kita miliki, maka semakin besar keberkahan yang Allah berikan kepada kita. Karena itu menjadi keharusan kita bersama untuk terus memperkokoh iman dan taqwa kepada Allah Swt. Salah satu ayat yang amat menekankan peningkatan taqwa kepada orang yang beriman adalah firman Allah yang artinya: Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah dengan sebenar-benar taqwadan jangan sampai kamu mati kecuali dalam keadaan berserah diri/muslim (QS 3:102).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keimanan dan ketaqwaan yang benar selalu ditunjukkan oleh seorang mu’min dalam bentuk melaksanakan perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya, baik dalam keadaan senang maupun susah, dalam keadaan sendiri maupun bersama orang lain. Tegasnya keimanan dan ketaqwaan itu dibuktikan dalam situasi dan kondisi yang bagaimananpun juga dan dimanapun dia berada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Berpedoman kepada Al-Qur’an&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qur’an merupakan sumber keberkahan sehingga apabila kita menjalankan pesan-pesan yang terkandung di dalam Al-Qur’an dan berpedoman kepadanya dalam berbagai aspek kehidupan, nicaya kita akan memperoleh keberkahan dari Allah Swt, Allah berfirman yang artinya: Dan Al-Qur’an ini adalah suatu kitab (peringatan) yang mempunyai berkah yang telah kami turunkan. Maka mengapakah kamu mengingkarinya? (QS 21:50, lihat juga QS 38:29.6:155).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena harus kita jalankan dan pedomani dalam kehidupan ini, maka setiap kita harus mengimani kebenaran Al-Qur’an bahwa dia merupakan wahyu dari Allah Swt sehingga tidak akan kita temukan kelemahan dari Al-Qur’an, selanjutnya bisa dan suka membaca serta menjalankannya dalam kehidupan sehari-hari, baik menyangkut aspek pribadi, keluarga, masyarakat maupun bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya menjadi jelas bagi kita bahwa, keberkahan dari Allah yang kita dambakan itu, memperolehnya harus dengan berdo’a dan berusaha yang sungguh-sungguh, yakni dalam bentuk memantapkan iman dan taqwa serta selalu menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam hidup ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2974053777475142520-7806203241167572328?l=didigenz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://didigenz.blogspot.com/feeds/7806203241167572328/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2974053777475142520&amp;postID=7806203241167572328' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2974053777475142520/posts/default/7806203241167572328'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2974053777475142520/posts/default/7806203241167572328'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://didigenz.blogspot.com/2009/10/menggapai-keberkahan-hidup.html' title='Menggapai Keberkahan Hidup'/><author><name>Abu wa Ummu Zahra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10337545076974139195</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_uqFp_t7Umbc/TRnh53-lvTI/AAAAAAAAAGo/Kt0xKF-g0kM/S220/163457_125295874201550_122093471188457_171832_533984_n.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2974053777475142520.post-4999358314746441777</id><published>2009-10-05T06:10:00.000-07:00</published><updated>2009-10-21T17:26:33.340-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dari kami'/><title type='text'>KABAR TAK TERDUGA</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; color: rgb(102, 51, 255); font-family: arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Pagi ini Slamet &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;hanya duduk di depan dipan yang berada di depan rumahnya, sambil menikmati semilirnya udara pagi yang sejuk. Tapi, Slamet kelihatan seperti orang yang nelangsa. Dia meratapi nasib yang sedang menimpanya. Sekian banyak dari pemuda di kampungnya, hanya dia yang masih menganggur. Slamet merasa malu kepada teman dan tetangganya &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;ketika di rumah hanya duduk-duduk saja. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; color: rgb(102, 51, 255); font-family: arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;“&lt;i style=""&gt;Oalah le&lt;/i&gt;, &lt;i style=""&gt;timbang&lt;/i&gt; nganggur &lt;i style=""&gt;mending&lt;/i&gt; cari kerja sana.” Kata-kata bapaknya membuyarkan lamunannya ketika Slamet sedang asyik melamun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; color: rgb(102, 51, 255); font-family: arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;“Aku juga &lt;i style=""&gt;pengen&lt;/i&gt; kerja, tapi bagimana lagi pak, sekarang cari kerja susah.” Jawabnya dengan wajah memelas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; color: rgb(102, 51, 255); font-family: arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;“Memang cari sesuap nasi itu susah, butuh pengorbanan, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;jangan anggap &lt;i style=""&gt;enteng&lt;/i&gt;. Apa lagi kalau kamu besok&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sudah punya istri, tambah berat &lt;i style=""&gt;Le&lt;/i&gt;. Pokoknya kamu sekarang harus mulai mandiri, cari kerja.” Kata ibunya menambahkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; color: rgb(102, 51, 255); font-family: arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Memang benar apa yang di katakan oleh ibunya itu. Sebagai laki-laki memang mempunyai tanggung jawab yang berat. Mencari nafkah untuk istri dan anaknya. Tapi bagaimanapun usaha itu juga harus kita lakukan untuk bisa menafkahi keluarga. Ibarat pepatah jawa &lt;i style=""&gt;ora obah ora mamah&lt;/i&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; color: rgb(102, 51, 255); font-family: arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Slamet menenangkan pikirannya sejenak, lalu mulai berfikir dengan otak kecilnya. Slamet tetap berusaha bagaimanapun dia harus mendapat pekerjaan. Walaupun Slamet hanyalah anak dari seorang tukang becak yang kesehariannya hanya mendapatkan penghasilan 15.000. Tapi dengan penghasilan segitu yang penting keluarganya bisa makan. Dan Slamet juga tidak mau kalau terus-terusan masih menggantungkan sama orang tua. Dia merasa sudah dewasa dan sudah bisa mencari makan sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; color: rgb(102, 51, 255); font-family: arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Slamet beranjak bangun dari tempat duduknya, dilangkahkan kakinya menuju sebuah lemari yang berada di samping kamarnya. Disana masih ada beberapa lembar koran yang dia simpan yang di belinya di pasar legi kemarin. Slamet membuka setiap halaman. Di cari halaman yang ada lowongan pekerjaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; color: rgb(102, 51, 255); font-family: arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;”Semoga ini bisa membantuku untuk mendapatkan pekerjaan.” Harapnya dalam hati.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(102, 51, 255); font-family: arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;        Slamet terus mencari satu persatu pekerjaan yang pas buatnya. Ternyata kebanyakan pekerjaan yang di butuhkan adalah &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;lulusan sarjana dan minimal lulusan SMA. Tapi bagi Slamet, dia hanya lulusan SMP apalagi dia tidak punya keahlian dalam bidang apapun. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Baginya orang sepertinya sulit mencari lowongan di koran. Tapi semua itu tidak menjadikan hatinya surut, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Slamet masih terus berfikir dan terus berusaha. Bagaimanapun dia &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;harus dapat kerja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(102, 51, 255); font-family: arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;        Malam itu setelah Slamet selesai menjalankan shalat magrib. Tiba-tiba pintu rumahnya di ketuk oleh seseorang. segera ia menuju pintu, ditariknya gagang pintu dengan pelan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(102, 51, 255); font-family: arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;            “Lho, kok kamu kang Mar, kapan pulang dari jakarta?” Ujar Slamet setelah membuka pintu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(102, 51, 255); font-family: arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Iya, kemarin Aku pulang.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(102, 51, 255); font-family: arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;        Di teruskan pembicaraan itu di ruang tamu. Slamet tidak percaya kalau yang datang itu Marno. Temennya sejak mereka masih duduk di bangku SD. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(102, 51, 255); font-family: arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;        “Wah, ada kabar apa kang, kayaknya penting. Apa kamu sudah mau nikah?” Tanya Slamet sedikit bercanda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(102, 51, 255); font-family: arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;        “Ah…kau ini dek, kalau masalah itu aku belum ada rencana. Masih jauh.” Jawabnya sambil senyum.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(102, 51, 255); font-family: arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;        “Gini dek Slamet, kedatanganku kesini mau mengajak dek Slamet kerja. Kebetulan di tempat kerjaku masih kekurangan tenaga. Kebetulan di kampung kita ini pemuda yang masih nganggur kayaknya hanya kamu. Jadi Aku mau ajak kamu kerja.” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(102, 51, 255); font-family: arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;        “Weh, ladalah. Syurkurrrr. Kebetulan Aku juga mau cari kerja. Kapan kang kita berangkat?” Jawabnya senang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(102, 51, 255); font-family: arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;        “Besok kita sudah bisa mulai berangkat. Soalnya bosku sudah menyuruh &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;untuk segera balik. Ada beberapa proyek yang harus segera di selsaikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(102, 51, 255); font-family: arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;        Hati Slamet mulai senang, ketika mendengarkan berita semua itu. Slamet tak hentinya bersyukur akhirnya dia bisa mendapatkan pekerjaan. Walaupun pekerjaan itu di proyek dan apapun pekerjaannya itu semua adalah berkah yang tak terduga yang telah di berikan tuhan yang patut untuk di syukuri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(102, 51, 255); font-family: arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;        Siang hari, ketika matahari sudah berada di atas. Slamet sudah bersiap berangkat ke Jakarta. Sebenarnya orang tuanya tidak mengizinkan Slamet kerja merantau ke Jakarta. Orang tuanya khawatir kalau sampai terjadi dengan anak semata wayangnya itu. Apalagi bapaknya sekarang sering sakit-sakitan. Dia memaksa dirinya bekerja hingga larut malam demi sesuap nasi. Lelah dan lapar pun tidak di hiraukannya. Yang penting dalam benaknya keluarganya bisa makan.&lt;/span&gt; &lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; color: rgb(102, 51, 255); font-family: arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Tapi dengan berat hati akhirnya orang tuanya mengizinkannya juga. Di peluk erat kedua orang tuanya. Matanya Slamet mulai berkaca-kaca ketika ia melepaskan pelukannya. Rasanya Slamet tidak tega meninggalkan kedua orang tuanya. Tapi harus bagaimana lagi, ini adalah resiko supaya Slamet mendapatkan uang. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(102, 51, 255); font-family: arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;        Satu tahun lebih Slamet bekerja di Jakarta. Akhirnya Slamet mendapatkan uang juga atas semua jerit payahnya. Sudah lama Slamet tidak mendengar kabar tentang kedua orang tuannya di kampung. Dan rasa rindu telah terasa di hatinya. Besok Slamet berniat untuk pulang untuk melepas rindu bersama kedua orang tuanya. Sebelum dia pulang Slamet berniat membeli oleh-oleh dan baju untuk kedua orang tuannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(102, 51, 255); font-family: arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;        Esok harinya, ketika Slamet bersiap untuk pulang. Slamet di kagetkan oleh kedatangan Mardi. Dengan membawa &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;sebuah surat yang di bungkus rapi dengan amplop.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; color: rgb(102, 51, 255); font-family: arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;“Surat apa itu kang?” Tanya Slamet ketika memasukan bajunya ke dalam tas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; color: rgb(102, 51, 255); font-family: arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Marno hanya diam, dan kemudian duduk di samping Slamet. Sambil memberikan surat itu yang ia dapat dari tukang pos. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; color: rgb(102, 51, 255); font-family: arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Sebetulnya Marno tidak tega memberikan surat itu kepada Slamet. Bagaimanapun, itu adalah surat untuk Slamet yang harus di sampaikan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; color: rgb(102, 51, 255); font-family: arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Belum selesai membaca seluruh isi surat Slamet langsung menangis menjerit. Dia tak kuasa menahan tangisnya. Dia tidak percaya dengan semua isi surat itu. Ternyata surat itu kabar bahwa bapaknya di kampung meninggal dunia. Bapaknya meninggal dunia akibat kecelakaan ketika menarik becak di perempatan jalan. Di mana tempat bapaknya mangkal. Pada saat itu ketika bapaknya sedang menyebrang jalan ingin menghapiri seorang nenek yang ingin menyewa becaknya. Tiba-tiba di sudut jalan ada sebuah mobil sedang melaju kencang. Tanpa di sadari akhirnya mobil tersebut menabrak becaknya hingga remuk. Dan bapaknya telempar ke tepi jalan. Akhirnya, sebelum di bawa ke rumah sakit nyawa tak bisa di selamatkan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; color: rgb(102, 51, 255); font-family: arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255); font-family: arial;font-size:100%;" &gt;                                                                                                            Klaten, 2009&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2974053777475142520-4999358314746441777?l=didigenz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://didigenz.blogspot.com/feeds/4999358314746441777/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2974053777475142520&amp;postID=4999358314746441777' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2974053777475142520/posts/default/4999358314746441777'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2974053777475142520/posts/default/4999358314746441777'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://didigenz.blogspot.com/2009/10/kabar-tak-terduga.html' title='KABAR TAK TERDUGA'/><author><name>Abu wa Ummu Zahra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10337545076974139195</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_uqFp_t7Umbc/TRnh53-lvTI/AAAAAAAAAGo/Kt0xKF-g0kM/S220/163457_125295874201550_122093471188457_171832_533984_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2974053777475142520.post-2833364497119192545</id><published>2009-10-01T00:50:00.000-07:00</published><updated>2009-10-21T17:27:34.856-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dakwah'/><title type='text'>Jangan Pernah Lelah Beramal</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;"Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain". (Q.S. Al Insyirah: 7) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255); font-family: arial;font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;Ayyuhal Ikhwah rahimakumullah.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255); font-family: arial;font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;Tidak dipungkuri lagi dalam pandangan kita sebagai kader dakwah bahwa tabiat seorang mukmin sejati adalah berbuat, berbuat dan terus berbuat. Sehingga seluruh waktunya selalu diukur dengan produktivitas amalnya. Ia tidak akan pernah diam karena diam tanpa amal menjadi aib bagi orang beriman. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255); font-family: arial;font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;Seorang mukmin akan terus mencermati peluang-peluang untuk selalu berbuat. Maka perlu kita ingat dalam sanubari yang paling dalam bahwa 'nganggur' dapat menjadi pintu kehancuran. Tidaklah mengherankan banyak ayat maupun hadits yang memotivasi agar selalu berbuat dan berupaya untuk menghindari diri dari sikap malas dan lemah. Malas dan lemah berbuat dianggap sebagai sikap dan sifat buruk yang harus dijauhi orang-orang beriman. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255); font-family: arial;font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;Mengingat tugas dan tanggung jawab yang kita emban sangat besar dan masih banyak agenda yang menanti untuk diselesaikan maka segeralah untuk menyiapkan diri menunaikannya. Rasanya perlu dicamkan dalam benak pikiran kita akan nasehat syaikh Abdul Wahab Azzam: 'Pikiran tak dapat dibatasi, lisan tak dapat dibungkam, anggota tubuh tak dapat diam. Karena itu jika kamu tidak disibukan dengan hal-hal besar maka kamu akan disibukan dengan hal-hal kecil'. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255); font-family: arial;font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;Oleh karena itu Rasulullah SAW. segera memberangkatkan para sahabat dalam ekspedisi militer yang beruntun sesudah Badar untuk meminimalisir konflik internal yang amat mungkin terjadi lantaran berhenti sesudah amal besar. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255); font-family: arial;font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;Ayyuhal ikhwah rahimakumullah.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255); font-family: arial;font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;Setiap kesempatan yang diberikan kepada seorang mukmin maka setiap saat itu pula ada satu kaedah perintah secara implisit untuk dapat mengukir prestasi dirinya. Agar apa yang dilakukannya dengan berputarnya waktu mampu disesuaikan dengan tuntutan zaman dan kapabilitas rijal-nya. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255); font-family: arial;font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;Seperti kaedah dakwah yang memaparkan, 'setiap dakwah ada marhalah (tahapan)nya dan setiap marhalah ada tuntutannya dan setiap tuntutan ada orangnya'. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255); font-family: arial;font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;Sangat mudah untuk dipahami bila setiap waktu ada tuntutannya maka kita mesti menyelaraskan diri agar sesuai dengannya. Tuntutan ini selaras dengan amanah yang diembankan kepada kita saat ini. Dan dalam pandangan Islam setiap amanah merupakan sesuatu tugas yang tidak boleh dikhianati atau diabaikan hingga tidak dapat menunaikannya dengan baik. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255); font-family: arial;font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;Inilah kesempatan emas bagi kita untuk mengukir ukiran terindah dalam hidup kita secara personal maupun kolektif agar kita mampu memberikan cermin indah bagi orang lain ataupun generasi berikutnya. Inilah saat yang tepat bagi kita mengukir prestasi. Pergunakanlah sebaik-baiknya agar kita memiliki investasi besar dalam dakwah ini.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255); font-family: arial;font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;Ayyuhal ikhwah rahimakumullah.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255); font-family: arial;font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;Kita telah mafhum bahwa kemarin kita telah memaksimalkan tadhiyah untuk jihad siyasi. Dan kitapun telah mengetahui balasan yang diberikan Allah atas upaya maksimal kita. Namun bukan berarti kita telah selesai dalam amal jihadiyah ini. melainkan kita menindak lanjuti prosesi amal ini. Agenda besar yang dapat kita lakukan adalah: &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255); font-family: arial;font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;Pertama, Recovery tarbiyah, &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255); font-family: arial;font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;Maksudnya adalah mengembalikan iklim tabawi seperti semula yang menanamkan sikap komitmen pada Islam sikap kekokohan maknawi dan militansi nilai-nilai dakwah. Begitu pula tentang apakah perjalanan liqa tarbawinya sebagaimana perjalanan di waktu normal. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255); font-family: arial;font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;Memang kita akui bahwa saat kemarin perjalanan liqa tarbawi ini sedikit mengalami 'gangguan'. Juga kondisi ruhaniyah dan moral para kader dakwah yang selalu menjadi pijakan dasar bagi para kader apakah dalam kondisi prima ataukah sebaliknya. Sehingga aktivitas yang biasa dilakukan melalui mabit-mabit dapat dikerjakan atau jalasah ruhiyah yang selalu diagendakan bagi akhwat dan lainnya. Hal ini tentu berdasarkan pada pandangan bahwa tarbiyahlah yang menjadi pijakan dakwah kita sehingga aktivitas ini harus segera diin'asy (disegarkan) kembali. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255); font-family: arial;font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;Kedua, Taushi'atut Tajnid (Ekspansi Rekrutmen)&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255); font-family: arial;font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;Sesudah banyak orang yang berhimpun dalam barisan dakwah ini maka kita harus memberikan hak tarbiyah mereka. Apalagi mereka pun sesungguhnya sangat menanti kehadiran kader dakwah untuk bisa membina diri mereka dan menjadikan mereka sebagai bagian dari mesin besar dakwah ini. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255); font-family: arial;font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;Pada waktu yang lalu rekrutmen kader terbatas pada satu pintu tertentu, yakni kalangan akademisi. Di hari ini segmentasi rekrutmen sudah sangat beragam. Sehingga para junud dakwah ini harus dapat mengantisipasi untuk memperluas wilayah pembinaan di berbagai kalangan. Orang-orang yang telah berhimpun itu secara tidak langsung mengandung tanggung jawab untuk membina mereka menjadi kader yang sesunguhnya. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255); font-family: arial;font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;Ketiga, Ta'amuq Dzaty, &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255); font-family: arial;font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;Yaitu memperdalam kualitas dan kemampuan diri. Sudah kita ketahui bahwa semakin banyak amanah yang dipercayakan umat kepada kita maka harus semakin meningkat kualitas dan kemampuan kita untuk dapat menunaikannya. Dan sekarang amanah yang diserahkan kepada kita pun dengan urusan yang beragam. Sehingga kita pun selayaknya memperdalam kemampuan kita untuk dapat menyelesaikan urusan orang banyak yang beragam.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255); font-family: arial;font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;Keempat, Taqwiyatu Billah,&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255); font-family: arial;font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;Yaitu memperkokoh hubungan dengan Allah SWT. yang dapat menjadikan diri kita mampu dan kuat tidak lain karena hubungan yang kuat pula pada Allah SWT. sehingga kita tidak boleh mengabaikan amal-amal yang menghantar diri kita ke arah itu. Dan amaliyah ini sedapat mungkin menjadi harian kader yang selalu menghias pada jiwa dan raganya. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255); font-family: arial;font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;Semoga Allah senantiasa memberikan kekuatan kepada diri kita untuk dapat melaksanakan tugas-tugas yang kita emban hari ini. Amien. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255); font-family: arial;font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;"Dan katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mu'min akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan". (Q.S. At Taubah: 105).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size:9;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2974053777475142520-2833364497119192545?l=didigenz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://didigenz.blogspot.com/feeds/2833364497119192545/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2974053777475142520&amp;postID=2833364497119192545' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2974053777475142520/posts/default/2833364497119192545'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2974053777475142520/posts/default/2833364497119192545'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://didigenz.blogspot.com/2009/10/jangan-pernah-lelah-beramal.html' title='Jangan Pernah Lelah Beramal'/><author><name>Abu wa Ummu Zahra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10337545076974139195</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_uqFp_t7Umbc/TRnh53-lvTI/AAAAAAAAAGo/Kt0xKF-g0kM/S220/163457_125295874201550_122093471188457_171832_533984_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2974053777475142520.post-118413146660292937</id><published>2009-10-01T00:47:00.000-07:00</published><updated>2009-10-21T17:29:04.855-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah teladan'/><title type='text'>Nasihat Ibu</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 51, 255); font-family: arial;"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;Seorang pemuda Mesir yang lahir dari keluarga Islam pada umumnya, baru saja menyelesaikan studinya di level SLTA. Disebut "keluarga Islam pada umumnya" sebab di zaman sekarang cukup sulit menemukan sebuah "keluarga Islam pada khusunya". Kedua orang tuanya bermaksud menyekolahkannya ke salah satu perguruan tinggi favorit di luar negeri. Tidak tanggung-tanggung Amerika Serikat (baca &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;USA&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;) menjadi pilihan tujuan kuliahnya.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;Ketika melepas sang anak tercinta di bandara Kairo, sang ibu tiba-tiba memperoleh "angin surga" dan berpesan kepada anaknya seraya memegang dada sebelah kirai si anak ;"Nak, jangan lupa ya, ada ALLAH di sini...". Karuan saja, pesan tersebut menghujam begitu dalamnya ke lubuk hati si anak muda ini. Sebab sejak kecil kedua orang tuanya, baik ibu maupun ayah, tidak pernah secara khusus menanamkan nilai-nilai kepadanya. Mereka selalu mengandalkan guru ngaji yang di datangkan ke rumah atau guru agama yang mengajarkan agama di sekolah anak mereka. Maka berangkatlah pemuda mesir ini "berbekal" pesan ibunya tadi.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;Orang arab biasa mengajukan pertanyaan "wa maa adraaka maa amerika? "(apa dan bagaimana amerika itu?) Amerika adalah sebuah negara maju ditinjau dari segi keberhasilan duniawi. Namun dari segi moral dan akhlaq ia merupakan salah satu negara yang sedang mengalami kebangkrutan.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;Ada kawan saya menceritakan bahwa di salah satu kampus favorit di sana, yakni di Harverd University, pernah ada seorang mahasiswa laki-laki selama satu semester penuh keluar masuk ruang kuliah tanpa mengenakan busana penutup aurat tubuhnya sama sekali. Dan ajaibnya lagi tak seorangpun civitas akademika yang mempermasalahkan kelakuannya berpenampilan bak seekor kera dikebon binantang. sebab Amerika is a free country. Orang bebas mengekspresikan hak asasi manusianya. Nah, ke negeri seperti itulah pemuda Mesir kita melangkahkan kakinya.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;Setelah pertama kuliah disana, datang masa liburan ia pun pulang ke Kairo. Begitu berjumpa dengan ibunya, ia segera mengajukan sebuah proposal yang cukup menghebohkan. "Bu, tolong nikahkan saya" kata si pemuda ini. Kontan si ibu menjawab dengan jawaban pada umumnya. "Nak, jangan macam-macam. kamu baru tingkat satu, kuliah saja dulu."Baik bu". Ia pun kembali ke Amerika meneruskan perkuliahannya.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;Datang liburan tahun kedua, si pemuda pulang lagi ke Kairo dan mengajukan kembali proposal yang sama:"Bu, tolong nikahkan saya". Lagi-lagi si ibu menjawab,"Nak kamu baru tingkat dua." jangan pikir soal nikah dulu. Yang penting kau selesaikan kuliahmu saja dahulu."Baik,bu," kata si pemuda dengan patuhnya.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;Datang liburan tahun ketiga, si pemuda tidak pulang kampung ke Kairo, namun ia tetap mengirim &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;surat&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; yang di dalamnya ia tetap mengajukan proposal yang sama secara konsisten. "Bu, tolong nikahkan saya, Saya sangat ingin menikah". Tetapi, kembali si ibu membalas dengan telegram tidak kalah istiqomahnya mengatakan,"Nak, tanggung tinggal dua tahun lagi kau selesaikan kuliahmu. Nikah masalah mudah. Yang penting kau selesaikan kuliahmu terlebih dahlu".&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;Datang liburan tahun keempat, tidak pulang kampung maupun mengirim kabar via pos. Maka si ibu mulai berfikir,"Alangkah rajin dan seriusnya anakku belajar di Amerika, sampai-sampai tidak sempat mengirim berita apapun di musim liburnya!".&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;Kemudian, datanglah akhir masa kuliah di tahun kelima. Tiba-tiba datang sebuah tetelgram ke Kairo dari Amerika yang di dalamnya terdapat berita bahwa si pemuda Mesir telah lulus menjadi sarjana alumni Amerika! Maka segara saja si ibu mengirim telegram menyuruh si anak pulang, agar menghadiri pesta tasyukur..., thala'al badru'alaina...!&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;Maka dilangsungkan pesta tasyakur yang gegap gempita mengundang segenap tetangga, handai taulan dan karib kerabat. Setalah pesta berakhir dan seluruh tamu pulang meninggalkan pesta, terjadilah dialog dari hati ke hati antar ibu dan anaknya tercinta. "Nak, ibu bangga sekali akan keberhasilanmu menjadi sarjana lulusan Amerika. Engkau telah mengangkat harkat dan martabat keluarga besar kita. Sekarang engkau mau minta apa saja, silahkan. Ibu pasti mengabulkan. Engkau ingin menikah, ibu kabulkan. Engkau ingin menikahi wanita cantik, ibu carikan. Engkau ingin menikah dengan wanita kalangan bangsawan, bisa ibu carikan. Ingin wanita kaya raya? Banyak relasi kalangan orang kaya-raya. Atau ingin mencari wanita dari kalangan santri? Ibu pasti bisa carikan!"&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;Sejak dari awal pembicaraan, wajah si pemuda tetap tertunduk. Perlahan-lahan, ia mengangkat wajahnya yang lesu dan berkata, "Bu, tidak usah repot-repot mencarikan pasangan hidup untuk anakmu ini. Sebab setelah tinggal di Amerika selama lima tahun, saya sekarang sudah tau bagaimana cara memenuhi kebutuhan biologi tanpa harus menikah. Yang penting, ibu merestui saya pergi kembali ke Amerika, saya ingin tinggal di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; selama-lamanya. "innalillahi wa innaa ilahi rooji'un...!&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; beberapa pelajaran yang bisa kita petik dari kisah tragis di atas.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;Pertama, inilah potret keluarga Islam "pada umumnya" di zaman penuh fitnah ini. Memang, menghadapi zaman yang sarat kemungkaran, kita sangat memerlukan keluarga Islam "pada khususnya" yang mampu membentengi generasi selanjutnya dengan nilai-nilai Ilahi yang tertanam kokoh di dalam jiwa, pikiran dan prilaku. Orang tua di zaman ini tidak boleh hanya mengandalkan penanaman nilai-nilai agama melalui pendidikan formal di sekolah atau menghadirkan guru ngaji ke rumah.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;Kedua, kata-kata seorang ibu ternyata memiliki pengaruh yang sangat dalam dan juah bekasnya. dalam kasus pemuda Mesir di atas hanya dengan kalimat "Ingat nak, ada ALLAH di sini" seraya memegang dada kiri si anak, cukup membuat si anak mampu "bertahan" menghadapi derasnya rangsangan kemaksiatan yang menggoda nafsu biologis si pemuda. Setidaknya, selama tiga tahun masa kuliahnya di Amerika. Banyangkan seandainya ibu ini sejak si pemuda masih kecil sudah sering menyampaikan nasihat bermanfaat secar rutin dan berkesinambungan. Singkatnya, kata-kata seorang ibu sangatlah dalam bekas dan penaruhnya.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;Ketiga, setiap orang tua hendaknya peka menanggapai setiap permintaan anak. Jangan hendaknya seorang ayah dan ibu memaksakan persepsinya menyikapi keinginan anak. Sebab tidak ada seorangpun yang dapat mengukur batas toleransi kesanggupan orang lain menahan kemauannya. Apalagi jika kemauan tersebut seudah menyangkut kebutuhan primer seseorang, seperti hasrat menikah. Maka benarlah sabda Baginda Rasulullah SAW, "Mudahkanlah pernihakan....."&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;Keempat, nasihat saja tidak cukup untuk membentingi seseorang. Lebih jauh lagi, setiap kita takala berada di perantauan, apalagi di negeri masyarakat minoritas kaum beriman, mesti memiliki lingkungan yang dapat memelihara keimanan, ibadah dan akhlaq. Benarlah bagina Rasulullah SAW takala bersabda, "Srigala hanya menerkam domba yang lepas dari kelompoknya." Dalam hadits yang lain dikatakan, orang mengikuti agama/keyakinan sahabat karibnya. Maka perhatikanlah siapa yang engkau jadikan sahabat karib".&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;Kelima, setiap orang tua harus memiliki pemahaman mengenai skala prioritas dalam kehidupan. Jangan lantaran memiliki ambisi melihat anak menjadi alumni sebuah negeri maju di barat, lantas menomor-duakan agama dan kehormatan anaknya. Kisah diatas hanya menunjukkan kepada kita berapa orang tua si pemuda jauh lebih di dominasi oleh paham materialisme daripada nilai-nilai ketuhanan. Wallahua'lam bishshowaab...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2974053777475142520-118413146660292937?l=didigenz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://didigenz.blogspot.com/feeds/118413146660292937/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2974053777475142520&amp;postID=118413146660292937' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2974053777475142520/posts/default/118413146660292937'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2974053777475142520/posts/default/118413146660292937'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://didigenz.blogspot.com/2009/10/nasihat-ibu.html' title='Nasihat Ibu'/><author><name>Abu wa Ummu Zahra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10337545076974139195</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_uqFp_t7Umbc/TRnh53-lvTI/AAAAAAAAAGo/Kt0xKF-g0kM/S220/163457_125295874201550_122093471188457_171832_533984_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2974053777475142520.post-3590356226923612794</id><published>2009-10-01T00:45:00.000-07:00</published><updated>2009-10-21T17:38:32.459-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dakwah'/><title type='text'>PANDANGAN DUA IMAM TERHADAP UKHUWAH DAN JAMAAH</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);"&gt;Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan Imam Hasan Al Banna telah memberikan perhatian yang demikian besar bagi terbentuknya ikatan hati (ta’liful qulub) dan kesatuan jiwa disepanjang kehidupan mereka berdua, baik melalui interaksinya dengan masyarakat di kancah dakwah, maupun dalam tulisan dan pesan-pesannya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);"&gt; Perbedaan Masalah Fiqih Tidak Boleh Melahirkan Perpecahan&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);"&gt; Kedua imam telah menekankan pembicaraan dalam masalah ini, bahwa tidak seyogyanya perbedaan dalam masalah fiqh berakibat adanya perpecahan, permusuhan, dan saling mendengki. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata, “ Perbedaan dalam masalah fiqh adalah sesuatu yang sulit dideteksi karena banyaknya. Hingga apabila setiap perbedaan yang terjadi pada dua orang muslim menjadikan mereka berselisih, niscaya tidak tersisa lagi ditengah kaum muslimin ‘ishmah (perlindungan) dan ukhuwah.” 1 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);"&gt; Pada masa lalu telah terjadi perpecahan hebat dalam tubuh kaum muslimin, karena perbedaan dalam masalah fiqh. Perpecahan tersebut sampai menimbulkan pertikaian dan permusuhan. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah jelas mengingkari kenyataan pahit semacam ini, karena tidak senafas dengan jiwa kislaman dan keimanan yang penuh dengan pesan persaudaraan dan ikatan hati. Ia banyak menjelaskan hal ini dalam beberapa tulisannya ketika menguraikan masalah khilaf dan fiqh. Antara lain ia berkata, “ Adapun tentang shalat, maka masalah yang banyak diperselisihkan antara lain seputar basmalah. Mereka mempermaslakan apakah basmalah itu wajib dibaca atau tidak, ia termasuk msalah satu ayat Al Quran atau tidak, hingga perbedaan bagaimana membacanya. Masing-masing pihak menyusun banyak tulisan. Namun demikian, banyak terlihat di &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;st1:city style="color: rgb(102, 51, 255);" st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);"&gt; adanya sikap berlebih-lebihan, bodoh dan zalim padahal masalah sebenarnya adalah sederhana. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);"&gt; Oleh karena itu sikap fanatik dengan pendapat seperti demikian adalah bagian dari bentuk perbedaan dan perpecahan yang kami ingkari. Karena orang yang menyeru pada pendapat tersebut merupakan biang perpecahan. Kalau bukan saja karena syetan yang berusaha menanamkan rasa hasud dan dendam, masalah ini sebenarnya masalah yang paling ringan.” 2&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);"&gt; Syaikhul Islam telah menjelaskan bagaimana tingginya kedudukan ta’lif al qulub (ikatan hati) dalam islam. Dan ia begitu sungguh-sungguh memelihara meskipun sebagai konsekwensinya harus meninggalkan amal yang mustahab. Kenapa sampai demikian, karena dalam ikatan hati terdapat maslahat yang lebih agung bagi Islam dan kaum muslimin. Dengannya bangunan Islam menjadi kuat dan kokoh. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);"&gt; Pemeliharaan ikatan hati ini merupakan manhaj Rasul saw dalam dakwahnya, termasuk juga dalam berinteraksi dengan masyarakat sekitarnya. &lt;/span&gt;&lt;st1:place style="color: rgb(102, 51, 255);" st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);"&gt; sahabat ra juga telah memegang teguh prinsip ini sebagai bukti iqtida’ (pengambilan contoh) mereka kepada Rosulullah saw. Ibnu Taimiyah menukilkan pendapat beberapa pendapat ulama seraya berkata, “Seseorang dianjurkan untuk mewujudkan ta’liful qulub meskipun –terkadang- dengan meninggalkan amal mustahabbat. Hal ini karena ta’liful qulub dalam timbangan Islam lebih membawa maslahat daripada mengamalkan mustahabbat. Sebagaimana Nabi saw menunda perbaikan Baitullah, karena dengan membiarkannya akan ada maslahat yang lebih besar. Sebagaimana Ibnu Mas’ud- ia mengingkari shalat itmam (sempurna rakaatnya) dalam safar sebagaimana pendapat Utsman ra- shalat dengan itmam di belakang Utsman ra dan berkata , ‘Khilaf itu jelek’ “. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);"&gt; Imam Syahid Hasan Al Banna berkata&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);"&gt;dalam rukun Al Fahm, “Khilaf fiqih dalam masalah furu’ seyogyanya tidak menjadi sebab perpecahan dalam agama, tidak menimbulkan adanya perecahan dan saling membenci. Setiap mujtahid mendapatkan pahalanya. Meskipun demikian tidaklah mengapa membahasnya secara ilmiah dan di bawah naungan cinta karena Allah, serta bekerja sama mencapai kebenaran tanpa harus menyeretnya ke jurang ta’ashub.” 3 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);"&gt; Imam Syahid menjelaskan bahwa tujuan Ikhwanul Muslimin adalah mewujudkan pribadi muslim, rumah tangga muslim, masyarakat muslim, dan pemerintahan muslim yaitu pemerintah yang akan memimpin negeri-negeri Islam dan menghimpun seluruh komunitas kaum muslimin, menegakan kembali menara keagungan mereka, mengembalikan tanah air, bumi dan negeri mereka yang selama ini terampas kemudian memanggul bendera jihad dan panji dakwah kepada Allah sehingga dunia ini tunduk di bawah naungan Islam.&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);"&gt; Setelah menjelaskan tujuan ini ia menjelaskan bekal yang harus dimiliki untuk mewujudkannya seraya berkata, “ Bekal kami adalah orang-orang salaf (pendahulu) kami, dan senjata yang pernah dipakai pemimpin dan teladan kami, Muhammad saw dan para sahabatnya untuk bertempur dengan sedikit bilangan dan minim perlengkapan, namun besar kesungguhan. Itulah senjata yang akan kami pakai dalam rangka memperjuangkan dunia ini dari mula.”4&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);"&gt; “ Mereka tahu bahwa tingkatan pertama kekuatan adalah kekuatan akidah dan iman, kemudian persatuan dan ukhuwah, setelah itu kekuatan tangan dan senjata. Sebuah jamaah tidak dapat dikatakan kuat sebelum terpenuhinya tiga kekuatan tersebut. Maka apabila kekuatan tangan dan senjata dipergunakan padahal shaf-nya masih bercerai berai, tatanannya beranbtakan dan iman serta akidahnya lemah niscaya akhir perjalanannya adalah kehancuran dan kebinasaan.”5 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);"&gt; Akhirnya, itulah nukilan singkat yang menjelaskan kepada kita titik temu kedua Imam, Ibnu Taimiyah dan Hasan Al Banna, dalam rangka menjaga keutuhan ukhuwah dan jamaah, kesatuan hati dan jiwa. Mereka sepakat dalam hal bahwa: &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);"&gt; 1) Ukhuwah memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam Islam&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);"&gt; 2) Ukhuwah merupakan kekuatan yang tidak terkalahkan oleh senjata apapun, apalagi hanya lantaran perbedaan dalam masalah furu’.&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);"&gt; 3) Kita diutamakan untuk meninggalkan hal-hal mustahabbat yang kiranya dapat menyebabkan lahirnya perpecahan dan membangkitkan kedengkian&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt; footnote: &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt; 1) Al Fatawa, XXIV/173 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt; 2) Quwaid Nuraniyah Fiqhiyah, hal 42 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt; 3) Majmuah Ar Rosail, hal 269 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt; 4) Majmuah Ar Rosail (Tahta Rayah Al Islam), hal 100, 101 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt; 5) Majmuah Ar Rosail (Muktamar Al Khomis) hal 169 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(241, 156, 15);"&gt;Sumber: Ma'an 'ala Thariqi Ad Da'wah, M. Abdul Halim Hamid&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2974053777475142520-3590356226923612794?l=didigenz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://didigenz.blogspot.com/feeds/3590356226923612794/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2974053777475142520&amp;postID=3590356226923612794' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2974053777475142520/posts/default/3590356226923612794'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2974053777475142520/posts/default/3590356226923612794'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://didigenz.blogspot.com/2009/10/pandangan-dua-imam-terhadap-ukhuwah-dan.html' title='PANDANGAN DUA IMAM TERHADAP UKHUWAH DAN JAMAAH'/><author><name>Abu wa Ummu Zahra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10337545076974139195</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_uqFp_t7Umbc/TRnh53-lvTI/AAAAAAAAAGo/Kt0xKF-g0kM/S220/163457_125295874201550_122093471188457_171832_533984_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2974053777475142520.post-5166757988950757239</id><published>2009-10-01T00:34:00.000-07:00</published><updated>2009-10-01T01:01:36.129-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='serba serbi'/><title type='text'>10 PENYAKIT MANUSIA</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 12pt; color: rgb(0, 0, 102);"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;1. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;b style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;MENYALAHKAN ORANG LAIN&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 12pt; color: rgb(0, 0, 102);"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Itu penyakit P dan K, yaitu Primitif dan Kekanak-kanakan. Menyalahkan orang lain adalah pola pikir orang primitif.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Di pedalaman Afrika, kalau ada orang yang sakit, yang dipikirkan adalah : Siapa nih yang nyantet ? Selalu "siapa", bukan "apa" penyebabnya. Bidang kedokteran modern selalu mencari tahu "apa" sebabnya, bukan "siapa". Jadi kalau kita berpikir menyalahkan orang lain, itu sama dengan sikap primitif.&lt;/span&gt;&lt;o:p style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 12pt; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;Kekanak-kanakan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 12pt; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;Kenapa ? Anak-anak selalu nggak pernah mau disalahkan. Kalau ada piring yang jatuh,"adik tuh yang salah", atau " mbak tuh yang salah". Kalau kita manusia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 12pt; color: rgb(0, 0, 102);"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;yang berakal&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;dan dewasa, selalu akan mencari sebab terjadinya sesuatu.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 12pt; color: rgb(0, 0, 102);"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 12pt; color: rgb(0, 0, 102);"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;2. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;b style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;MENYALAHKAN DIRI SENDIRI BAHWA DIRINYA MERASA TIDAK MAMPU&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 12pt; color: rgb(0, 0, 102);"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Menyalahkan diri sendiri bahwa dirinya merasa tidak mampu. Anda pernah&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;mengalaminya ? Kalau anda bilang tidak pernah, berarti anda bohong. "Ah, dia sih bisa, dia ahli, dia punya jabatan, dia berbakat dsb, Lha saya ini apa ? wah saya nggak bisa deh. Dia S3, lha saya SMP, wah nggak bisa deh. Dia punya waktu banyak, saya sibuk, pasti nggak bisa deh". Penyakit ini seperti kanker, tambah besar, besar di dalam mental diri sehingga bisa mencapai "improper guilty feeling".&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 12pt; color: rgb(0, 0, 102);"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;Penyakit ini pelan-pelan bisa membunuh kita. &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Merasa inferior, kita tidak punya kemampuan. Kita sering membandingkan keberhasilan orang lain dengan kekurangan kita, sehingga keberhasilan orang lain dianggap wajar karenamereka punya sesuatu lebih yang kita tidak punya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 12pt; color: rgb(0, 0, 102);"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 12pt; color: rgb(0, 0, 102);"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;3. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;b style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;TIDAK PUNYA GOAL / CITA-CITA&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; line-height: 12pt; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style=""&gt;Kita sering terpaku dengan kesibukan kerja, tetapi arahnya tidak jelas. Sebaiknya kita selalu mempunyai target kerja dengan milestone. Buat target jangka panjang dan jangka pendek secara tertulis. Ilustrasinya kayak gini : &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; anjing jago lari yang sombong. Apa sih yang nggak bisa saya kejar, kuda aja kalah sama saya. Kemudian ada kelinci lompat-lompat, kiclik, kiclik, kiclik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; line-height: 12pt; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style=""&gt;Temannya bilang: "Nah tuh ada kelinci, kejar aja". Dia kejar itu kelinci, wesss...., kelinci lari lebih kencang, anjingnya ngotot ngejar dan kelinci lari sipat-kuping (sampai nggak dengar/peduli apa-apa), dan akhirnya nggak terkejar, kelinci masuk pagar. Anjing kembali lagi ke temannya dan diketawain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 12pt; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;"Ah lu, katanya jago lari, sama kelinci aja nggak bisa kejar. Katanya lu paling kencang". "Lha dia goalnya untuk tetap hidup sih, survive, lha gua goalnya untuk fun aja sih".&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; line-height: 12pt; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style=""&gt;Kalau "GOAL" kita hanya untuk "FUN", isi waktu aja, ya hasilnya Cuma terengah-engah saja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 12pt; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 12pt; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;4. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;b style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;MEMPUNYAI "GOAL", TAPI NGAWUR MENCAPAINYA&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; line-height: 12pt; color: rgb(0, 0, 102);"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Biasanya dialami oleh orang yang tidak "teachable". Goalnya salah, focus kita juga salah, jalannya juga salah, arahnya juga salah. Ilustrasinya kayak gini : ada pemuda yang terobsesi dengan emas, karena pengaruh tradisi yang mendewakan emas. Pemuda ini pergi ke pertokoan dan mengisi karungnya dengan emas dan seenaknya ngeloyor pergi. Tentu saja ditangkap polisi dan ditanya.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Jawabnya : Pokoknya saya mau emas, saya nggak mau lihat kiri-kanan.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 12pt; color: rgb(0, 0, 102);"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 12pt; color: rgb(0, 0, 102);"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 12pt; color: rgb(0, 0, 102);"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 12pt; color: rgb(0, 0, 102);"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 12pt; color: rgb(0, 0, 102);"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 12pt; color: rgb(0, 0, 102);"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 12pt; color: rgb(0, 0, 102);"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;5. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;b style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;MENGAMBIL JALAN PINTAS, SHORT CUT&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; line-height: 12pt; color: rgb(0, 0, 102);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Keberhasilan tidak pernah dilalui dengan jalan pintas. Jalan pintas tidak membawa orang ke kesuksesan yang sebenarnya, real success, karena tidak mengikuti proses. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);" lang="FR"&gt;Kalau kita menghindari proses, ya nggak matang kalaupun matang ya dikarbit. Jadi, tidak ada &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;tuh jalan pintas. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Pemain bulutangkis &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; bangun jam 5 pagi, lari keliling Senayan, melakukan smesh 1000 kali. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Itu bukan jalan pintas. Nggak ada orang yang leha-leha tiap hari pakai sarung, terus tiba- tiba jadi juara bulu tangkis. Nggak ada ! Kalau anda disuruh taruh uang 1 juta, dalam 3 minggu jadi 3 juta, masuk akal nggak tuh ? Nggak mungkin ! Karena hal itu melawan kodrat.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 12pt; color: rgb(0, 0, 102);"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 12pt; color: rgb(0, 0, 102);"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;6. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;b style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;MENGAMBIL JALAN TERLALU PANJANG, TERLALU SANTAI&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; line-height: 12pt; color: rgb(0, 0, 102);"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Analoginya begini : Pesawat terbang untuk bisa take-off, harus mempunyai kecepatan minimum. Pesawat Boeing 737, untuk dapat take- off, memerlukan kecepatan minimum 300 km/jam. Kalau kecepatan dia cuma 50 km/jam, ya Cuma ngabis-ngabisin avtur aja,&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;muter-muter aja. Lha kalau jalannya, runwaynya lurus anda cuma pakai kecepatan 50 km/jam, ya nggak bisa take-off, malah nyungsep. Iya &lt;/span&gt;&lt;st1:state style="color: rgb(0, 0, 153);" st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt; ?&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 12pt; color: rgb(0, 0, 102);"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 12pt; color: rgb(0, 0, 102);"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;7. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;b style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;MENGABAIKAN HAL-HAL YANG KECIL&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; line-height: 12pt; color: rgb(0, 0, 102);"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Dia maunya yang besar-besar, yang heboh, tapi yang kecil-kecil nggak dikerjain. Dia lupa bahwa struktur bangunan yang besar, pasti ada komponen yang kecilnya. Maunya yang hebat aja. Mengabaikan hal kecil aja nggak boleh, apalagi mengabaikan orang kecil.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 12pt; color: rgb(0, 0, 102);"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 12pt; color: rgb(0, 0, 102);"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;8. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;TERLALU CEPAT MENYERAH&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; line-height: 12pt; color: rgb(0, 0, 102);"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Jangan berhenti kerja pada masa percobaan 3 bulan. Bukan mengawali dengan yang salah yang bikin orang gagal, tetapi berhenti pada tempat yang salah. Mengawali dengan salah bisa diperbaiki, tetapi berhenti di tempat yang salah repot sekali.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 12pt; color: rgb(0, 0, 102);"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 12pt; color: rgb(0, 0, 102);"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;9. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;b style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;BAYANG BAYANG MASA LALU&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; line-height: 12pt; color: rgb(0, 0, 102);"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Wah puitis sekali, saya suka sekali dengan yang ini. Karena apa ? Kita selalu penuh memori &lt;/span&gt;&lt;st1:state style="color: rgb(0, 0, 153);" st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt; ? Apa yang kita lakukan, masuk memori kita, minimal sebagai pertimbangan kita untuk langkah kita berikutnya. Apalagi kalau kita pernah gagal, nggak berani untuk mencoba lagi. Ini bisa balik lagi ke penyakit nomer-3. Kegagalan sebagai akibat bayang-bayang masa lalu yang tidak terselesaikan dengan semestinya. Itu bayang-bayang negatif. Memori kita&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;kadang-kadang sangat membatasi kita untuk maju ke depan. Kita kadang-kadang lupa bahwa hidup itu maju terus. "Waktu" itu maju &lt;/span&gt;&lt;st1:state style="color: rgb(0, 0, 153);" st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt; ?.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;st1:city style="color: rgb(0, 0, 153);" st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt; nggak yang punya jam yang jalannya terbalik ?? Nggak ada &lt;/span&gt;&lt;st1:state style="color: rgb(0, 0, 153);" st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt; ?&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Semuanya maju, hidup itu maju. Lari aja ke depan, kalaupun harus jatuh, pasti ke depan kok. Orang yang berhasil, pasti pernah gagal. Itu memori negatif yang menghalangi kesuksesan.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 12pt; color: rgb(0, 0, 102);"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 12pt; color: rgb(0, 0, 102);"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;10. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;b style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;MENGHIPNOTIS DIRI DENGAN KESUKSESAN SEMU&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Biasa disebut Pseudo Success Syndrome. Kita dihipnotis dengan itu. Kita kalau pernah berhasil dengan sukses kecil, terus berhenti, nggak kemana-mana lagi. Sudah puas dengan sukses kecil tersebut. Napoleon pernah menyatakan: "Saat yang paling berbahaya datang bersama dengan kemenangan yang besar". Itu saat yang paling berbahaya, karena orang lengah, mabuk kemenangan. Jangan  terjebak dengan goal-goal hasil yang kecil, karena kita akan menembak sasaran yang besar, goal yang jauh. Jangan berpuas diri, ntar jadi sombong, terus takabur.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2974053777475142520-5166757988950757239?l=didigenz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://didigenz.blogspot.com/feeds/5166757988950757239/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2974053777475142520&amp;postID=5166757988950757239' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2974053777475142520/posts/default/5166757988950757239'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2974053777475142520/posts/default/5166757988950757239'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://didigenz.blogspot.com/2009/10/10-penyakit-manusia.html' title='10 PENYAKIT MANUSIA'/><author><name>Abu wa Ummu Zahra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10337545076974139195</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_uqFp_t7Umbc/TRnh53-lvTI/AAAAAAAAAGo/Kt0xKF-g0kM/S220/163457_125295874201550_122093471188457_171832_533984_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2974053777475142520.post-2141295284517683948</id><published>2009-10-01T00:30:00.000-07:00</published><updated>2009-10-01T00:33:45.239-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='serba serbi'/><title type='text'>APA YANG KITA SOMBONGKAN ?</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(153, 51, 0);"&gt;Sombong adalah penyakit yang sering menghinggapi kita semua, yang benih-&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(153, 51, 0);"&gt;benihnya terlalu kerap muncul tanpa kita sadari. Di tingkat terbawah, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(153, 51, 0);"&gt;sombong disebabkan oleh faktor materi. Kita merasa lebih kaya, lebih &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(153, 51, 0);"&gt;rupawan, dan lebih terhormat daripada orang lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(153, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(153, 51, 0);"&gt;Di tingkat kedua, sombong disebabkan oleh faktor kecerdasan. Kita &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(153, 51, 0);"&gt;merasa lebih pintar, lebih kompeten, dan lebih berwawasan dibandingkan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(153, 51, 0);"&gt;orang lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(153, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(153, 51, 0);"&gt;Di tingkat ketiga, sombong disebabkan oleh faktor kebaikan. Kita sering &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(153, 51, 0);"&gt;menganggap diri kita lebih bermoral, lebih pemurah, dan lebih tulus &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(153, 51, 0);"&gt;dibandingkan dengan orang lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(153, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(153, 51, 0);"&gt;Yang menarik, semakin tinggi tingkat kesombongan, semakin sulit pula &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(153, 51, 0);"&gt;kita mendeteksinya. Sombong karena materi sangat mudah terlihat, namun &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(153, 51, 0);"&gt;sombong karena pengetahuan, apalagi sombong karena kebaikan, sulit &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(153, 51, 0);"&gt;terdeteksi karena seringkali hanya berbentuk benih-benih halus di dalam &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(153, 51, 0);"&gt;batin kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(153, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(153, 51, 0);"&gt;Akar dari kesombongan ini adalah ego yang berlebihan. Pada tataran yang &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(153, 51, 0);"&gt;lumrah, ego menampilkan dirinya dalam bentuk harga diri (self-esteem) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(153, 51, 0);"&gt;dan kepercayaan diri (self-confidence). Akan tetapi, begitu kedua hal &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(153, 51, 0);"&gt;ini berubah menjadi kebanggaan (pride), Anda sudah berada sangat dekat &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(153, 51, 0);"&gt;dengan kesombongan. Batas antara bangga dan sombong tidaklah terlalu &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(153, 51, 0);"&gt;jelas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(153, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(153, 51, 0);"&gt;Kita sebenarnya terdiri dari dua kutub, yaitu ego di satu kutub dan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(153, 51, 0);"&gt;kesadaran sejati di lain kutub. Pada saat terlahir ke dunia, kita dalam &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(153, 51, 0);"&gt;keadaan telanjang dan tak punya apa-apa. Akan tetapi, seiring dengan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(153, 51, 0);"&gt;waktu, kita mulai memupuk berbagai keinginan, lebih dari sekadar yang &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(153, 51, 0);"&gt;kita butuhkan dalam hidup. Keenam indra kita selalu mengatakan bahwa &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(153, 51, 0);"&gt;kita memerlukan lebih banyak lagi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(153, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(153, 51, 0);"&gt;Perjalanan hidup cenderung menggiring kita menuju kutub ego. Ilusi ego &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(153, 51, 0);"&gt;inilah yang memperkenalkan kita kepada dualisme ketamakan (ekstrem &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(153, 51, 0);"&gt;suka) dan kebencian (ekstrem tidak suka). Inilah akar dari segala &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(153, 51, 0);"&gt;permasalahan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(153, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(153, 51, 0);"&gt;Perjuangan melawan kesombongan merupakan perjuangan menuju kesadaran &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(153, 51, 0);"&gt;sejati. Untuk bisa melawan kesombongan dengan segala bentuknya, ada dua &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(153, 51, 0);"&gt;perubahan paradigma yang perlu kita lakukan. Pertama, kita perlu &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(153, 51, 0);"&gt;menyadari bahwa pada hakikatnya kita bukanlah makhluk fisik, tetapi &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(153, 51, 0);"&gt;makhluk spiritual. Kesejatian kita adalah spiritualitas, sementara &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(153, 51, 0);"&gt;tubuh fisik hanyalah sarana untuk hidup di dunia. Kita lahir dengan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(153, 51, 0);"&gt;tangan kosong, dan (ingat!) kita pun akan mati dengan tangan kosong. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(153, 51, 0);"&gt;Pandangan seperti ini akan membuat kita melihat semua makhluk dalam &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(153, 51, 0);"&gt;kesetaraan universal. Kita tidak akan lagi terkelabui oleh penampilan, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(153, 51, 0);"&gt;label, dan segala "tampak luar" lainnya. Yang kini kita lihat &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(153, 51, 0);"&gt;adalah "tampak dalam". Pandangan seperti ini akan membantu menjauhkan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(153, 51, 0);"&gt;kita dari berbagai kesombongan atau ilusi ego.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(153, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(153, 51, 0);"&gt;Kedua, kita perlu menyadari bahwa apa pun perbuatan baik yang kita &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(153, 51, 0);"&gt;lakukan, semuanya itu semata-mata adalah juga demi diri kita sendiri. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(153, 51, 0);"&gt;Kita memberikan sesuatu kepada orang lain adalah juga demi kita sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(153, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(153, 51, 0);"&gt;Dalam hidup ini berlaku hukum kekekalan energi. Energi yang kita &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(153, 51, 0);"&gt;berikan kepada dunia tak akan pernah musnah. Energi itu akan kembali &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(153, 51, 0);"&gt;kepada kita dalam bentuk yang lain. Kebaikan yang kita lakukan pasti &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(153, 51, 0);"&gt;akan kembali kepada kita dalam bentuk persahabatan, cinta kasih, makna &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(153, 51, 0);"&gt;hidup, maupun kepuasan batin yang mendalam. Jadi, setiap berbuat baik &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(153, 51, 0);"&gt;kepada pihak lain, kita sebenarnya sedang berbuat baik kepada diri kita &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(153, 51, 0);"&gt;sendiri. &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(153, 51, 0);"&gt;Kalau begitu, apa yang kita sombongkan dan ngapain juga ?&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(153, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(153, 51, 0);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2974053777475142520-2141295284517683948?l=didigenz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://didigenz.blogspot.com/feeds/2141295284517683948/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2974053777475142520&amp;postID=2141295284517683948' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2974053777475142520/posts/default/2141295284517683948'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2974053777475142520/posts/default/2141295284517683948'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://didigenz.blogspot.com/2009/10/apa-yang-kita-sombongkan.html' title='APA YANG KITA SOMBONGKAN ?'/><author><name>Abu wa Ummu Zahra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10337545076974139195</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_uqFp_t7Umbc/TRnh53-lvTI/AAAAAAAAAGo/Kt0xKF-g0kM/S220/163457_125295874201550_122093471188457_171832_533984_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2974053777475142520.post-8825897947342449036</id><published>2009-09-29T05:37:00.000-07:00</published><updated>2009-10-01T00:29:46.896-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tips'/><title type='text'>Keluarga Kunci Kesuksesan</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Bismillaahirrahmaanirrahiim&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Seringkali kita dengar orang-orang yang membangun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;karir bertahun-tahun akhirnya terpuruk oleh kelakuan keluarganya. Ada yang dimuliakan di kantornya tapi dilumuri aib oleh anak-anaknya sendiri, ada yang cemerlang karirnya di perusahaan tapi akhirnya pudar oleh perilaku istrinya dan anaknya. Ada juga yang populer di kalangan masyarakat tetapi tidak populer di hadapan keluarganya. Ada yang disegani dan dihormati di lingkungannya tapi oleh anak istrinya sendiri malah dicaci, sehingga kita butuh sekali keseriusan untuk menata strategi yang tepat, guna meraih kesuksesan yang benar-benar hakiki. Jangan sampai kesuksesan kita semu. Merasa sukses padahal gagal, merasa mulia padahal hina, merasa terpuji padahal buruk, merasa cerdas padahal bodoh, ini tertipu!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;Penyebab kegagalan seseorang diantaranya :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;* Karena dia tidak pernah punya waktu yang memadai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;untuk mengoreksi dirinya. Sebagian orang terlalu sibuk dengan kantor, urusan luar dari dirinya akibatnya dia kehilangan fondasi yang kokoh. Karena orang tidak bersungguh-sungguh menjadikan keluarga sebagai basis yang penting untuk kesuksesan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;* Sebagian orang hanya mengurus keluarga dengan sisa waktu, sisa pikiran, sisa tenaga, sisa perhatian, sisa perasaan, akibatnya seperti bom waktu. Walaupun uang banyak tetapi miskin hatinya. Walaupun kedudukan tinggi tapi rendah keadaan keluarganya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;Oleh karena itulah, jikalau kita ingin sukses, mutlak bagi kita untuk sangat serius membangun keluarga sebagai basis (base), Kita harus jadikan keluarga kita menjadi basis ketentraman jiwa. Bapak pulang kantor begitu lelahnya harus rindu rumahnya menjadi oase ketenangan. Anak pulang dari sekolah harus merindukan suasana aman di rumah. Istri demikian juga. Jadikan rumah kita menjadi oase ketenangan, ketentraman, kenyamanan sehingga bapak, ibu dan anak sama-sama senang dan betah tinggal dirumah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;Agar rumah kita menjadi sumber ketenangan, maka perlu diupayakan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;# Jadikan rumah kita sebagai rumah yang selalu dekat dengan Allah SWT, dimana di dalamnya penuh dengan aktivitas ibadah; sholat, tilawah qur'an dan terus menerus digunakan untuk memuliakan agama Allah, dengan kekuatan iman, ibadah dan amal sholeh yang baik, maka rumah tersebut dijamin akan menjadi sumber ketenangan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;# Seisi rumah Bapak, Ibu dan anak harus punya kesepakatan untuk mengelola perilakunya, sehingga bisa menahan diri agar anggota keluarga lainnya merasa aman dan tidak terancam tinggal di dalam rumah itu, harus ada kesepakatan diantara anggota keluarga bagaimana rumah itu tidak sampai menjadi sebuah neraka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;# Rumah kita harus menjadi "Rumah Ilmu" Bapak, Ibu dan anak setelah keluar rumah, lalu pulang membawa ilmu dan pengalaman dari luar, masuk kerumah berdiskusi dalam forum keluarga; saling bertukar pengalaman, saling memberi ilmu, saling melengkapi sehingga menjadi sinergi ilmu. Ketika keluar lagi dari rumah terjadi peningkatan kelimuan, wawasan dan cara berpikir akibat masukan yang dikumpulkan dari luar oleh semua anggota keluarga, di dalam rumah diolah, keluar rumah jadi makin lengkap.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;# Rumah harus menjadi "Rumah pembersih diri" karena tidak ada orang yang paling aman mengoreksi diri kita tanpa resiko kecuali anggota keluarga kita. Kalau kita dikoreksi di luar resikonya terpermalukan, aib tersebarkan tapi kalau dikoreksi oleh istri, anak dan suami mereka masih bertalian darah, mereka akan menjadi pakaian satu sama lain. Oleh karena itu,barangsiapa yang ingin terus menjadi orang yang berkualitas, rumah harus kita sepakati menjadi rumah yang saling membersihkan seluruh anggota keluarga. Keluar banyak kesalahan dan kekurangan, masuk kerumah saling mengoreksi satu sama lain sehingga keluar dari rumah, kita bisa mengetahui kekurangan kita tanpa harus terluka dan tercoreng&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;karena keluarga yang mengoreksinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;# Rumah kita harus menjadi sentra kaderisasi sehingga Bapak-Ibu mencari nafkah, ilmu, pengalaman wawasan untuk memberikan yang terbaik kepada anak-anak kita sehingga kualitas anak atau orang lain yang berada dirumah kita, baik anak kandung, anak pungut atau orang yang bantu-bantu di rumah, siapa saja akan meningkatkan kualitasnya. Ketika kita mati, maka kita telah melahirkan generasi yang lebih baik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;Tenaga, waktu dan pikiran kita pompa untuk melahirkan generasi-generasi yang lebih bermutu, kelak lahirlah kader-kader pemimpin yang lebih baik. Inilah sebuah rumah tangga yang tanggung jawabnya tidak hanya pada rumah tangganya tapi pada generasi sesudahnya serta bagi lingkungannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2974053777475142520-8825897947342449036?l=didigenz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://didigenz.blogspot.com/feeds/8825897947342449036/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2974053777475142520&amp;postID=8825897947342449036' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2974053777475142520/posts/default/8825897947342449036'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2974053777475142520/posts/default/8825897947342449036'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://didigenz.blogspot.com/2009/09/keluarga-kunci-kesuksesan.html' title='Keluarga Kunci Kesuksesan'/><author><name>Abu wa Ummu Zahra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10337545076974139195</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_uqFp_t7Umbc/TRnh53-lvTI/AAAAAAAAAGo/Kt0xKF-g0kM/S220/163457_125295874201550_122093471188457_171832_533984_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2974053777475142520.post-5983802111716333709</id><published>2009-09-29T05:30:00.000-07:00</published><updated>2009-10-01T00:43:29.909-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tips'/><title type='text'>Kunci Hidup Sukses</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;"Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu..." (Q. S Ali Imran (3) : 160)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Bagaimana kita memahami pengertian hidup sukses? Dari mana harus memulainya ketika kita ingin segera diperjuangkan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Tampaknya tidak terlalu salah bila ada orang yang telah berhasil menempuh jenjang pendidikan tinggi, bahkan lulusan luar negeri, lalu menganggap dirinya orang sukses. Mungkin juga seseorang yang gagal dalam menempuh jalur pendidikan formal belasan tahun lalu, tetapi saat ini berani menepuk dada karena yakin bahwa dirinya telah mencapai sukses. Mengapa demikian? Karena, ia telah memilih dunia wirausaha, lalu berusaha keras tanpa mengenal lelah, sehingga mewujudlah segala buah jerih payahnya itu dalam belasan perusahaan besar yang menguntungkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Seorang ayah dihari tuanya tersenyum puas karena telah berhasil mengayuh bahtera rumah tangga yang tentram dan bahagia, sementara anak anaknya telah ia antar ke gerbang cakrawala keberhasilan hidup yang mandiri. Seorang kiai atau mubaligh juga berusaha mensyukuri kesuksesan hidupnya ketika jutaan umat telah menjadi jamaahnya yang setia dan telah menjadikannya sebagai panutan, sementara pesantrennya selalu dipenuh sesaki ribuan santri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Pendek kata, adalah hak setiap orang untuk menentukan sendiri dari sudut pandang mana ia melihat kesuksesan hidup. Akan tetapi, dari sudut pandang manakah seyogyanya seorang muslim dapat menilik dirinya sebagai orang yang telah meraih hidup sukses dalam urusan dunianya? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Membangun Fondasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Kalau kita hendak membangun rumah, maka yang perlu terlebih dahulu dibuat dan diperkokoh adalah fondasinya. Karena, fondasi yang tidak kuat sudah dapat dipastikan akan membuat bangunan cepat ambruk kendati dinding dan atapnya dibuat sekuat dan sebagus apapun. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Sering terjadi menimpa sebuah perusahaan, misalnya yang asalnya memiliki kinerja yang baik, sehingga maju pesat, tetapi ternyata ditengah jalan rontok. Padahal, perusahaan tersebut tinggal satu dua langkah lagi menjelang sukses. Mengapa bisa demikian? ternyata faktor penyebabnya adalah karena didalamnya merajalela ketidakjujuran, penipuan, intrik dan aneka kezhaliman lainnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Tak jarang pula terjadi sebuah keluarga tampak berhasil membina rumah tangga dan berkecukupan dalam hal materi. Sang suami sukses meniti karir dikantornya, sang isteri pandai bergaul ditengah masyarakat, sementara anak-anaknya pun berhasil menempuh jenjang studi hingga ke perguruan tinggi, bahkan yang sudah bekerjapun beroleh posisi yang bagus. Namun apa yang terjadi kemudian?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Suatu ketika hancurlah keutuhan rumah tangganya itu karena beberapa faktor yang mungkin mental mereka tidak sempat dipersiapkan sejak sebelumnya untuk menghadapinya. Suami menjadi lupa diri karena harta, gelar, pangkat dan kedudukannya, sehingga tergelincir mengabaikan kesetiaannya kepada keluarga. Isteripun menjadi lupa akan posisinya sendiri, terjebak dalam prasangka, mudah iri terhadap sesamanya dan bahkan menjadi pendorong suami dalam berbagai perilaku licik dan curang. Anak-anakpun tidak lagi menemukan ketenangan karena sehari-hari menonton keteladanan yang buruk dan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;menyantap harta yang tidak berkah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Lalu apa yang harus kita lakukan untuk merintis sesuatu secara baik? Alangkah indah dan mengesankan kalau kita meyakini satu hal, bahwa tiada kesuksesan yang sesungguhnya, kecuali kalau Allah Azza wa Jalla menolong segala urusan kita. Dengan kata lain apabila kita merindukan dapat meraih tangga kesuksesan, maka segala aspek yang berkaitan dengan dimensi sukses itu sendiri harus disandarkan pada satu prinsip, yakni sukses dengan dan karena pertolongan-Nya. Inilah yang dimaksud dengan fondasi yang tidak bisa tidak harus diperkokoh sebelum kita membangun dan menegakkan mernara gading kesuksesan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Sunnatullah dan Inayatullah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Terjadinya sesoang bisa mencapai sukses atau terhindar dari sesuatu yang tidak diharapkannya, ternyata amat bergantung pada dua hal yakni sunnatullah dan inayatullah. Sunatullah artinya sunnah-sunnah Allah yang mewujud berupa hukum alam yang terjadinya menghendaki proses sebab akibat, sehingga membuka peluang bagi perekayasaan oleh perbuatan manusia. Seorang mahasiswa ingin menyelesaikan studinya tepat waktu dan dengan predikat memuaskan. Keinginan itu bisa tercapai apabila ia bertekad untuk bersungguh-sungguh dalam belajarnya, mempersiapkan fisik dan pikirannya dengan sebaik-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;baiknya, lalu meningkatkan kuantitas dan kualitas belajarnya sedemikian rupa, sehingga melebihi kadar dan cara belajar yang dilakukan rekan-rekannya. Dalam konteks sunnatullah, sangat mungkin ia bisa meraih apa yang dicita-citakannya itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Akan tetapi, ada bis yang terjatuh ke jurang dan menewaskan seluruh penumpangnya, tetapi seorang bayi selamat tanpa sedikitpun terluka. Seorang anak kecil yang terjatuh dari gedung lantai ketujuh ternyata tidak apa-apa, padahal secara logika terjatuh dari lantai dua saja ia bisa tewas. Sebaliknya, mahasiswa yang telah bersungguh-sungguh berikhtiar tadi, bisa saja gagal total hanya karena Allah menakdirkan ia sakit parah menjelang masa ujian akhir studinya, misalnya. Segala yang mustahil menurut akal manusia sama sekali tidak ada yang mustahil bila inayatullah atau pertolongan Allah telah turun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Demikian pula kalau kita berbisnis hanya mengandalkan ikhtiar akal dan kemampuan saja, maka sangat mungkin akan beroleh sukses karena toh telah menetapi prasyarat sunnatullah. Akan tetapi, bukankah rencana manusia tidak mesti selalu sama dengan rencana Allah. Dan adakah manusia yang mengetahui persis apa yang menjadi rencana Nya atas manusia? Boleh saja kita berjuang habis-habisan karena dengan begitu orang kafirpun toh beroleh kesuksesan. Akan tetapi, kalau ternyata Dia menghendaki lain lantas kita mau apa? mau kecewa? kecewa sama sekali tidak mengubah apapun. Lagipula, kecewa yang timbul dihati tiada lain karena kita amat menginginkan rencana Allah itu selalu sama dengan rencana kita. Padahal Dialah penentu segala kejadian karena hanya Dia yang Maha Mengetahui hikmah dibalik segala kejadian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Rekayasa Diri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Apa kuncinya? Kuncinya adalah kalau kita menginginkan hidup sukses di dunia, maka janganlah hanya sibuk merekayasa diri dan keadaan dalam rangka ikhtiar dhahir semata, tetapi juga rekayasalah diri kita supaya menjadi orang yang layak ditolong oleh Allah. Ikhtiar dhahir akan menghadapkan kita pada dua pilihan, yakni tercapainya apa yang kita dambakan - karena faktor sunnatullah tadi - namun juga tidak mustahil akan berujung pada kegagalan kalau Allah menghendaki lain. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Lain halnya kalau ikhtiar dhahir itu diseiringkan dengan ikhtiar bathin. Mengawalinya dengan dasar niat yang benar dan ikhlas semata mata demi ibadah kepada Allah. Berikhtiar dengan cara yang benar, kesungguhan yang tinggi, ilmu yang tepat sesuai yang diperlukan, jujur, lurus, tidak suka menganiaya orang lain dan tidak mudah berputus asa. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Senantiasa menggantungkan harap hanya kepada Nya semata, seraya menepis sama sekali dari berharap kepada makhluk. Memohon dengan segenap hati kepada Nya agar bisa sekiranya apa-apa yang tengah diikhtiarkan itu bisa membawa maslahat bagi dirinya mapun bagi orang lain, kiranya Dia berkenan menolong memudahkan segala urusan kita. Dan tidak lupa menyerahkan sepenuhnya segala hasil akhir kepada Dia Dzat Maha Penentu segala kejadian. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Bila Allah sudah menolong, maka siapa yang bisa menghalangi pertolongan-Nya? Walaupun bergabung jin dan manusia untuk menghalangi pertolongan yang diturunkan Allah atas seorang hamba Nya sekali-kali tidak akan pernah terhalang karena Dia memang berkewajiban menolong hamba-hambaNya yang beriman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;"Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu. Jika Allah membiarkan kamu (tidak memberikan pertolongan) maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakal" (QS Ali Imran (3) : 160).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2974053777475142520-5983802111716333709?l=didigenz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://didigenz.blogspot.com/feeds/5983802111716333709/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2974053777475142520&amp;postID=5983802111716333709' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2974053777475142520/posts/default/5983802111716333709'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2974053777475142520/posts/default/5983802111716333709'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://didigenz.blogspot.com/2009/09/kunci-hidup-sukses.html' title='Kunci Hidup Sukses'/><author><name>Abu wa Ummu Zahra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10337545076974139195</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_uqFp_t7Umbc/TRnh53-lvTI/AAAAAAAAAGo/Kt0xKF-g0kM/S220/163457_125295874201550_122093471188457_171832_533984_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2974053777475142520.post-5248695892242738082</id><published>2009-09-29T05:14:00.000-07:00</published><updated>2009-10-01T00:44:53.607-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dakwah'/><title type='text'>Ilmu Pembersih Hati</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 12pt; line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;st1:city style="color: rgb(255, 0, 0);" st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span style=""&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style=""&gt; sebait do'a yang pernah diajarkan Rasulullah SAW dan disunnahkan untuk dipanjatkan kepada Allah Azza wa Jalla sebelum seseorang hendak belajar. do'a tersebut berbunyi : &lt;/span&gt;&lt;i style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=""&gt;Allaahummanfa'nii bimaa allamtanii wa'allimnii maa yanfa'uni wa zidnii ilman maa yanfa'unii.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt; Dengan do'a ini seorang hamba berharap dikaruniai oleh-Nya ilmu yang bermanfaat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 12pt; line-height: 12pt; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=""&gt;Apakah hakikat ilmu yang bermamfaat itu? Secara syariat, suatu ilmu disebut bermamfaat apabila mengandung mashlahat - memiliki nilai-nilai kebaikan bagi sesama manusia ataupun alam. Akan tetapi, mamfaat tersebut menjadi kecil artinya bila ternyata tidak membuat pemiliknya semakin merasakan kedekatan kepada Dzat Maha Pemberi Ilmu, Allah Azza wa Jalla. Dengan ilmunya ia mungkin meningkat derajat kemuliaannya di mata manusia, tetapi belum tentu meningkat pula di hadapan-Nya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 12pt; line-height: 12pt; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=""&gt;Oleh karena itu, dalam kacamata ma'rifat, gambaran ilmu yang bermamfaat itu sebagaimana yang pernah diungkapkan oleh seorang ahli hikmah. "Ilmu yang berguna," ungkapnya, "ialah yang meluas di dalam dada sinar cahayanya dan membuka penutup hati." seakan memperjelas ungkapan ahli hikmah tersebut, &lt;b&gt;Imam Malik bin Anas r.a.&lt;/b&gt; berkata,&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;i&gt;"Yang bernama ilmu itu bukanlah kepandaian atau banyak meriwayatkan (sesuatu), melainkan hanyalah nuur yang diturunkan Allah ke dalam hati manusia. Adapun bergunanya ilmu itu adalah untuk mendekatkan manusia kepada Allah dan menjauhkannya dari kesombongan diri.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 12pt; line-height: 12pt; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=""&gt;Ilmu itu hakikatnya adalah kalimat-kalimat Allah Azza wa Jalla. Terhadap ilmunya sungguh tidak akan pernah ada satu pun makhluk di jagat raya ini yang bisa mengukur Kemahaluasan-Nya. sesuai dengan firman-Nya, &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;"Katakanlah : Kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menuliskan) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (dituliskan) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)."&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt; (QS. Al Kahfi [18] : 109).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 12pt; line-height: 12pt; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=""&gt;Adapun ilmu yang dititipkan kepada manusia mungkin tidak lebih dari setitik air di tengah samudera luas. Kendatipun demikian, barangsiapa yang dikaruniai ilmu oleh Allah, yang dengan ilmu tersebut semakin bertambah dekat dan kian takutlah ia kepada-Nya, niscaya&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;"Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat."&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;(QS. Al Mujadilah [58] : 11). Sungguh janji Allah itu tidak akan pernah meleset sedikit pun!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 12pt; line-height: 12pt; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=""&gt;Akan tetapi, walaupun hanya "setetes" ilmu Allah yang dititipkan kepada mnusia, namun sangat banyak ragamnya. ilmu itu baik kita kaji sepanjang membuat kita semakin takut kepada Allah. Inilah ilmu yang paling berkah yang harus kita cari. sepanjang kita menuntut ilmu itu jelas (benar) niat maupun caranya, niscaya kita akan mendapatkan mamfaat darinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 12pt; line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;Hal lain yang hendaknya kita kaji dengan seksama adalah bagaimana caranya agar kita dapat memperoleh ilmu yang sinar cahayanya dapat meluas di dalam dada serta dapat membuka penutup hati? &lt;b&gt;Imam Syafii&lt;/b&gt; ketika masih menuntut ilmu, pernah mengeluh kepada gurunya. &lt;/span&gt;&lt;i style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=""&gt;"Wahai, Guru. Mengapa ilmu yang sedang kukaji ini susah sekali memahaminya dan bahkan cepat lupa?" &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;Sang guru menjawab,&lt;/span&gt;&lt;i style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=""&gt; "Ilmu itu ibarat cahaya. Ia hanya dapat menerangi gelas yang bening dan bersih."&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Artinya, ilmu itu tidak akan menerangi hati yang keruh dan banyak maksiatnya.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 12pt; line-height: 12pt; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;span style=""&gt;Karenanya, jangan heran kalau kita dapati ada orang yang rajin mendatangi majelis-majelis ta'lim dan pengajian, tetapi akhlak dan perilakunya tetap buruk. Mengapa demikian? itu dikarenakan hatinya tidak dapat terterangi oleh ilmu. Laksana air kopi yang kental dalam gelas yang kotor. Kendati diterangi dengan cahaya sekuat apapun, sinarnya tidak akan bisa menembus dan menerangi isi gelas. Begitulah kalau kita sudah tamak dan rakus kepada dunia serta gemar maksiat, maka sang ilmu tidak akan pernah menerangi hati.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 12pt; line-height: 12pt; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;span style=""&gt;Padahal kalau hati kita bersih, ia ibarat gelas yang bersih diisi dengan air yang bening. Setitik cahaya pun akan mampu menerangi seisi gelas. Walhasil, bila kita menginginkan ilmu yang bisa menjadi ladang amal shalih, maka usahakanlah ketika menimbanya, hati kita selalu dalam keadaan bersih. hati yang bersih adalah hati yang terbebas dari ketamakan terhadap urusan dunia dan tidak pernah digunakan untuk menzhalimi sesama. Semakin hati bersih, kita akan semakin dipekakan oleh Allah untuk bisa mendapatkan ilmu yang bermamfaat. darimana pun ilmu itu datangnya. Disamping itu, kita pun akan diberi kesanggupan untuk menolak segala sesuatu yang akan membawa mudharat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 12pt; line-height: 12pt; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;span style=""&gt;Sebaik-baik ilmu adalah yang bisa membuat hati kita bercahaya. Karenanya, kita wajib menuntut ilmu sekuat-kuatnya yang membuat hati kita menjadi bersih, sehingga ilmu-ilmu yang lain (yang telah ada dalam diri kita) menjadi bermamfaat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 12pt; line-height: 12pt; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;span style=""&gt;Bila mendapat air yang kita timba dari sumur tampak keruh, kita akan mencari tawas (kaporit) untuk menjernihkannya. Demikian pun dalam mencari ilmu. Kita harus mencari ilmu yang bisa menjadi "tawas"-nya supaya kalau hati sudah bening, ilmu-ilmu lain yang kita kaji bisa diserap seraya membawa mamfaat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 12pt; line-height: 12pt; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;span style=""&gt;Mengapa demikian? Sebab dalam mengkaji ilmu apapun kalau kita sebagai penampungnya dalam keadaan kotor dan keruh, maka tidak bisa tidak ilmu yang didapatkan hanya akan menjadi alat pemuas nafsu belaka. &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Sibuk mengkaji ilmu fikih, hanya akan membuat kita ingin menang sendiri, gemar menyalahkan pendapat orang lain, sekaligus aniaya dan suka menyakiti hati sesama. Demikian juga bila mendalami ilmu ma'rifat. Sekiranya dalam keadan hati busuk, jangan heran kalau hanya membuat diri kita takabur, merasa diri paling shalih, dan menganggap orang lain sesat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 12pt; line-height: 12pt; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;span style=""&gt;Oleh karena itu, tampaknya menjadi fardhu ain hukumnya untuk mengkaji ilmu kesucian hati dalam rangka ma'rifat, mengenal Allah. Datangilah majelis pengajian yang di dalamnya kita dibimbing untuk riyadhah, berlatih mengenal dan berdekat-dekat dengan Allah Azza wa Jalla. Kita selalu dibimbing untuk banyak berdzikir, mengingat Allah dan mengenal kebesaran-Nya, sehingga sadar betapa teramat kecilnya kita ini di hadapan-Nya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 12pt; line-height: 12pt; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;span style=""&gt;Kita lahir ke dunia tidak membawa apa-apa dan bila datang saat ajal pun pastilah tidak membawa apa-apa. Mengapa harus ujub, riya, takabur, dan sum'ah. Merasa diri besar, sedangkan yang lain kecil. Merasa diri lebih pintar sedangkan yang lain bodoh. Itu semua hanya karena sepersekian dari setetes ilmu yang kita miliki? Padahal, bukankah ilmu yang kita miliki pada hakikatnya adalah titipan Allah jua, yang sama sekali tidak sulit bagi-Nya untuk mengambilnya kembali dari kita?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 12pt; line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Subhanallaah! Mudah-mudahan kita dimudahkan oleh-Nya untuk mendapatkan ilmu yang bisa menjadi penerang dalam kegelapan dan menjadi jalan untuk dapat lebih bertaqarub kepada-Nya.***&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2974053777475142520-5248695892242738082?l=didigenz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://didigenz.blogspot.com/feeds/5248695892242738082/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2974053777475142520&amp;postID=5248695892242738082' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2974053777475142520/posts/default/5248695892242738082'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2974053777475142520/posts/default/5248695892242738082'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://didigenz.blogspot.com/2009/09/ilmu-pembersih-hati.html' title='Ilmu Pembersih Hati'/><author><name>Abu wa Ummu Zahra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10337545076974139195</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_uqFp_t7Umbc/TRnh53-lvTI/AAAAAAAAAGo/Kt0xKF-g0kM/S220/163457_125295874201550_122093471188457_171832_533984_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2974053777475142520.post-8284749536459146258</id><published>2009-09-19T05:58:00.000-07:00</published><updated>2009-09-20T04:50:37.536-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dari kami'/><title type='text'>Selamat idul fitri 1430 H</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_uqFp_t7Umbc/SrTX0TVF2HI/AAAAAAAAAGM/eNp7qnHt5mc/s1600-h/p_lebaran_19%5B1%5D.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 250px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_uqFp_t7Umbc/SrTX0TVF2HI/AAAAAAAAAGM/eNp7qnHt5mc/s320/p_lebaran_19%5B1%5D.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5383164748156491890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Kami Aby wa Umy mengucapkan selamat idul fitri Taqoballallohu mina wa mingkum minal aidzin wal faidzin mohon maaf lahir batin, semoga segala amal ibadah kita baik di bulan romadhon maupun ibadah di luar bulan romadhon, bisa di terima Alloh SWT dan mendapat ridho dari-Nya...&lt;br /&gt;Amin....&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_uqFp_t7Umbc/SrTZJjhjicI/AAAAAAAAAGU/-pcjjKuxVW0/s1600-h/9718_1040155060653_1728840192_81017_7248382_s.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 130px; height: 105px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_uqFp_t7Umbc/SrTZJjhjicI/AAAAAAAAAGU/-pcjjKuxVW0/s320/9718_1040155060653_1728840192_81017_7248382_s.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5383166212792617410" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2974053777475142520-8284749536459146258?l=didigenz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://didigenz.blogspot.com/feeds/8284749536459146258/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2974053777475142520&amp;postID=8284749536459146258' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2974053777475142520/posts/default/8284749536459146258'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2974053777475142520/posts/default/8284749536459146258'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://didigenz.blogspot.com/2009/09/selamat-idul-fitri-1930-h.html' title='Selamat idul fitri 1430 H'/><author><name>Abu wa Ummu Zahra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10337545076974139195</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_uqFp_t7Umbc/TRnh53-lvTI/AAAAAAAAAGo/Kt0xKF-g0kM/S220/163457_125295874201550_122093471188457_171832_533984_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_uqFp_t7Umbc/SrTX0TVF2HI/AAAAAAAAAGM/eNp7qnHt5mc/s72-c/p_lebaran_19%5B1%5D.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2974053777475142520.post-1388894945483554431</id><published>2009-09-19T05:07:00.000-07:00</published><updated>2009-09-19T05:41:37.519-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dakwah'/><title type='text'>Fidyah</title><content type='html'>&lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt;&lt;b&gt;1. Bagi Siapa Fidyah  Itu?&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt;Bagi ibu hamil dan menyusui jika  dikhawatirkan keadaan keduanya, maka diperbolehkan berbuka dan memberi makan  setiap harinya seorang miskin, dalilnya adalah firman Allah:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;blockquote style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt;"Dan orang-orang yang tidak mampu  berpuasa hendaknya membayar fidyah, dengan memberi makanan seorang miskin." (Al  Baqarah : 184)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt;Sisi pendalilannya, bahwasanya  ayat ini adalah khusus bagi orang yang sudah tua renta (baik laki-laki maupun  perempuan), orang sakit yang tidak ada harapan kesembuhannya, ibu hamil dan  menyusui, jika dikhawatirkan keadaan keduanya, sebagaiman akan datang  penjelasannya dari Ibnu Abbas Radhiyallahu 'anhuma.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;b style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt;2. Penjelasan Ibnu Abbas  Rhadiyallahu anhuma&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/b&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt;Engkau telah mengetahui wahai  saudarakau seiman, bahwasanya dalam pembahasan yang lalu ayat ini mansuhk  berdasarkan dua hadits Abdullah bin Umar dan Salamah bin Al Akwa Radhiyallahu  'anhu, tetapi ada riwayat dari Ibnu Abbas yang menegaskan bahwa ayat ini tidak  mansukh dan ini berlaku bagi laki-laki dan wanita yang sudah tua dan bagi orang  yang tidak mampu berpuasa, maka hendaknya memberi makan setiap hari seorang  miskin.&lt;sup&gt;1&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt;Oleh karena itulah Ibnu Abbas  Radhiyallahu 'anhuma dianggap menyelisihi jumhur sahabat atau pendapatnya saling  bertentangan, lebih khusus lagi jika engkau mengetahui bahwasanya beliau  menegaskan adanya mansukh. Dalam riwayat lain (disebutkan):&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;blockquote style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt;"Diberi rukhsah bagi laki-laki dan  perempuan yang sudah tua yang tidak mampu berpuasa, hendaknya bebuka kalau mau,  atau memberi makan seorang miskin dan tidak ada qadha"&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt;Kemudian dimansukh oleh  ayat:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;blockquote style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt;"Karena itu barangsiapa diantara  kamu hadir di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu." (Al Baqarah  : 185).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt;Telah shahih bagi kakek dan nenek  yang sudah tua jika tidak mampu berpuasa, ibu hamil dan menyusui yang khawatir  keadaan keduanya untuk berbuka, kemudian memberi makan setiap harinya seorang  miskin.&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt;Sebagian orang ada yang melihat  dhahir riwayat yang lalu, yaitu riwayat Bukhari pada kitab Tafsir dalam  Shahihnya yang menegaskan tidak adanya naskh, sehingga mereka menyangka Hibarul  Ummat (Ibnu Abbas Radhiyallahu 'anhuma) menyelisihi jumhur, tetapi tatkala  diberikan riwayat yang menegaskan adanya naskh mereka menyangka adanya saling  pertentangan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;b style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt;3. Yang Benar Ayat Tersebut (Al  Baqarah : 185) Mansukh&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/b&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt;Yang benar dan tidak diragukan  lagi ayat tersebut adalah mansukh, tetapi dalam pengertian orang-orang  terdahulu, karena salafus shalih Ridhwanullahu 'alaihim menggunakan kata naskh  untuk menghilangkan pemakaian dalil-dalil umum, mutlak dan dhahir dan selainnya,  adapun dengan mengkhususkan atau mengaitkan atau menunjukkan yang mutlaj kepada  muqayyad, penafsirannya, penjelasannya sehingga mereka menamakan istitsna'  (pengecualian), syarat dan sifat sebagai naskh. Karena padanya mengandung  penghilangan makna dan dhahir maksud lafadz tersebut. Naskh dalam bahasa arab  menjelaskan maksud tanpa memakai lafadz tersebut, bahkan (bisa juga) dengan  sebab dari luar.&lt;sup&gt;3&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt;Sudah diketahui bahwa barangsiapa  yang memperhatikan perkataan mereka (orang arab) akan melihat banyak sekali  contoh maslah tersebut, sehingga akan hilanglau musykilat (problema) yang  disebabkan memaknakan perkataan salafus shalih dengan pengertian yang baru yang  mengandung penghilangan hukum syar'i yang dinisbatkan kepada  mukallaf.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;b style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt;4. Ayat Tersebut Bersifat  Umum&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/b&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt;Yang menguatkan hal ini, ayat di  atas adalah bersifat umum bagi seluruh mukallaf yang mencakup oran yang biasa  berpuasa atau tidak berpuasa. Penguat hal ini dari sunnah adalah apa yang  diriwayatkan Imam Muslim dari Salamah bin Al Akwa Radhiyallahu 'anhu, "Kami  pernah pada bulan Ramadhan bersama Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam,  barangsiapa yang mau puasa maka puasalah, dan barangsiapa yang mau berbuka maka  berbukalah, tetapi harus berbuka dengan memberi fidyah kepada seorang miskin,  hingga turun ayat:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;blockquote style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt;"Karena itu barangsiapa diantara  kamu hadir di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu." (Al Baqarah  : 185).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt;Mungkin adanya masalah itu karena  hadits Ibnu Abbas yang menegaskan adanya nash bahwa ruskhsah itu untuk laki-laki  dan wanita yang sudah lanjut usia dan tidak mampu berpuasa, tetapi masalah ini  akan hilang jika jelas bagimu bahwa hadits tersebut hanya sebagai dalil bukan  membatasi orangnua, dalil untuk memahami hal ini tersepat pada hadits itu  sendiri. Jika rukhshah tersebut hanya untuk laki-laki dan wanita yang sudah  lanjut usia saja kemudian dihapus (dinaskh), hingga tetap berlaku bagi laki-laki  dan wanita yang sudah lanjut usia, maka apa makna rukhshah yang ditetapkan dan  yang dinafikan itu jika penyebutan mereka bukan sebagai dalil ataupun  pembatasan?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt;JIka engkau telah merasa jelas dan  yakin, serta berpendapat bahwa makna ayat mansukh bagi orang yang mampu  berpuasa, dan tidak mansukh bagi yang tidak mampu berpuasa, hukum yang pertama  mansukh dengan dalil Al Qur-an adapun hukum yang kedua dengan dalil dari sunnah  dari tidak akan dihapus sampai hari kiamat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt;Yang menguatkan akan hal ini  adalah pernyataan Ibnu Abbas dalam riwayat yang menjelaskan adanya naskh, "Telah  tetap bagi laki-laki dan wanita yang sudah lanjut usia dan tidak mampu berpuasa,  serta wanita yang hamil dan menyusui jika khawatir keadaan keduanya, untuk  berbuka dan memberi makan orang miskin setiap harinya."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt;Dan yang menambah jelas lagi  hadits Muadz bin Jabal Radhiyallahu'anhu, "Adapun keadaan-keadaan puasa  Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam datang ke Madinah menetapkan puasa  selama tiga hari setiap bulannya, puasa Asyura' kemudian Allah mewajibkan puasa  turunlah ayat:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;blockquote style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt;"Hai orang-orang yang beriman  diwajibkan atas kalian berpuasa..." (Al Baqarah : 183)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt;Kemudian Allah menurunkan  ayat:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;blockquote style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt;"Bulan Ramadhan adalah bulan  diturunkan padanya Al Qur-an..." (Al Baqarah : 185).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt;Allah menetapkan puasa bagi orang  mukmin yang sehat, dan memberi rukhshah bagi orang yang sakit dan musafir dan  menetapkan fidyah bagi orang tua yang tidak mampu berpuasa, inilah keadaan  keduanya..."&lt;sup&gt;4&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt;Dua hadits ini menjelaskan bahwa  ayat ini mansukh bagi orang yang mampu berpuasa, dan tidak mansukh bagi orang  yang tidak mampu berpuasa, yakni ayat ini dikhususkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt;oleh karena itu Ibnu Abbas  Radhiyallahu 'anhuma mencocoki sahabat, haditsnya mencocoki dua hadits yang  lainnya yaitu hadits Ibnu Umar dan Salamah bin Al Akwa Radhiyallahu 'anhum, dan  juga tidak saling bertentangan. Perkataannya 'tidak mansukh' ditafsirkan oleh  perkataannya: itu mansukh, yakni ayat ini dikhususkan. Dengan keterangan ini  jelaslah bahwa naskh dalam pemahaman sahabat berlawanan dengan pengkhususan dan  pembatasan di kalangan ahli ushul mutaakhirin, demikian diisyaratkan oleh Al  Qurtubi dalam tafsirnya.&lt;sup&gt;5&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;b style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt;5. Hadits Ibnu Abbas dan Muadz  Hanya Ijtihad?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/b&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt;Mungkin engkau menyangka wahai  saudara muslim bahwa hadits dari Ibnu Abbas dan Muadz hanya semata ijtihad dan  pengkhabaran hingga faedah bisa naik ke tingkatan hadits marfu' yang bisa  mengkhususkan pengumuman dalam Al Qur-an dan membatasi yang mutlaknya,  menafsirkan yang global. Jawabannya sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt;a. Dua hadits ini memiliki hukum  marfu' menurut kesepakatan ahlul ilmi tentang hadits Rasulullah Shallallahu  'alaihi wasallam. Seorang yang beriman mencintai Allah dan Rasul-Nya tidak boleh  menyelisihi dua hadits ini jika ia anggap shahih, karena hadits ini ada dalam  tafsir ketika menjelaskan asbabun nuzul, yakni dua sahabat ini menyaksikan wahyu  dan turunnya Al Qur-an, bahwa turunnya begini, maka ia adalah hadits yang  musnad.&lt;sup&gt;6&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt;b. Ibnu Abbas menetapkan hukum  inbi bagi wanita yang menyusui dan hamil. Dari mana beliau mengambil hukum ini?  Tidak diragunak lagi beliau mengambil dari sunnah, terlebih lagi beliau tidak  sendirian tapi disepakati oleh Abdullah bin Umar yang meriwayatkan bahwa hadits  ini mansukh.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt;Dari Malik bin Nafi' bahwasanya  Ibnu Umar ditanya tentang seorang wanita yang hamil jika ia mengkhawatirkan  anaknya. Beliau berkata, "Berbuka dan gantinya memberi makan satu mud gandum  setiap harinya kepada seorang miskin."&lt;sup&gt;7&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt;Daruquthni meriwayatkan (1/270)  dari Ibnu Umar dan beliau menshahihkannya, bahwa beliau (Ibnu Umar) berkata,  "Seorang wanita hamil dan menyusui boleh berbuka dan tidak meng-qadha." Dari  jalan lain beliau meriwayatkan bahwa seorang wanita hamil bertanya kepada Ibnu  Umar, beliau menjawab, "Berbukalah, dan berilah makan orang miskin setiap  harinya dan tidak perlu meng-qadha." sanadnya jayyid Dan dari jalan yang ketiga,  yaitu anak perempuan Ibnu Umar adalah istri seorang Quraisy, dan hamil. Dia  kehausan ketika puasa Ramadhan, Ibnu Umar pun menyuruhnya berbuka dan memberi  makan seorang miskin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt;c. Tidak ada sahabat yang  menentang Ibnu Abbas Radhiyallahu 'anhuma.&lt;sup&gt;8&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;b style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt;6. Wanita Hamil dan Menyusui Gugur  Kewajiban Puasanya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/b&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt;Keterangan ini menjelaskan makna,  "Allah menggugurkan kewajiban puasa dari wanita hamil dan menyusui" yang  terdapat dalam hadits Anas yang lalu, yakni dibatasi 'kalau mengkhawatirkan diri  dan anaknya', dia bayar fidyah tidak meng-qadha.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;b style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt;7. Musafir Gugur Kewajiban  Puasanya dan Wajinb Meng-qadha&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/b&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt;Barangsiapa menyangka gugurnya  kewajiban puasa wanita hamil dan menyusui sama dengan musafir sehingga  mengharuskan qadha', perkataan ini tertolak karena Al Qur-an menjelaskan makna  gugurnya kewajiban puasa dari musafir:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;blockquote style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt;"Barangsiapa diantara kalian ada  yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya  berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain." (Al  Baqarah : 184)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt;Dan Allah menjelaskan makna  gugurnya kewajiban puasa bagi yang tidak mampu menjalankannya dalam  firman-Nya:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;blockquote style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt;"Dan wajib bagi orang yang berat  menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah (yaitu) memberi  makan seorang miskin." (Al Baqarah : 184).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt;Maka jelaslah bagi kalian, bahwa  wanita hamil dan menyusui termasuk orang yang tercakup dalam ayat ini, bahkan  ayat ini adalah kusus untuk mereka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;/span&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt;--------------------------------&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt;1. HR Bukhari (8/135).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt;2. Ibnu Jarud (381), Al Baihaqi  (4/230), Abu Dawud (2318) sanadnya shahih.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt;3. Lihat I'lamul Muwaqi'in (1/35)  karya Ibnul Qayyim dan Al Muwaqafat (3/118) karya Imam Syatibi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt;4. HR. Abu Dawud dalam Sunannya  (507), Al Baihaqi dalam Sunannya (4/200), Ahmad dalam Musnad (5/246-247) dan  sanadnya shahih.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt;5. Al Jami' li Ahkamil Qur-an  (2/288).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt;6. Lih: Tadribur Rawi (1/192-193)  karya Suyuthi, 'Ulumul Hadits (24) karya Ibnu Shalah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt;7. Al Baihaqi dalam As Sunnan  (4/230) dari jalan Imam Syafi'i, sanadnya shahih.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;8. Sebagaimana dinashkan oleh Ibnu  Qudamah dalam Al Mughni (3/21).&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2974053777475142520-1388894945483554431?l=didigenz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://didigenz.blogspot.com/feeds/1388894945483554431/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2974053777475142520&amp;postID=1388894945483554431' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2974053777475142520/posts/default/1388894945483554431'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2974053777475142520/posts/default/1388894945483554431'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://didigenz.blogspot.com/2009/09/fidyah.html' title='Fidyah'/><author><name>Abu wa Ummu Zahra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10337545076974139195</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_uqFp_t7Umbc/TRnh53-lvTI/AAAAAAAAAGo/Kt0xKF-g0kM/S220/163457_125295874201550_122093471188457_171832_533984_n.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2974053777475142520.post-2043317979224971225</id><published>2009-09-19T04:57:00.000-07:00</published><updated>2009-10-21T06:23:15.479-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dakwah'/><title type='text'>Hakikat Silaturahmi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;Rasulullah SAW bersabda, ''Siapa yang senang diperluas rezekinya dan diperpanjang umurnya, maka hendaklah ia bersilaturahim.'' (HR Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah). Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata 'silaturahmi' yang dinilai sama dengan silaturahim diartikan dengan persahabatan (persaudaraan). &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;font-size:100%;"  &gt; Sedangkan kata silaturahim merupakan kata majemuk yang terdiri dari kata shilah dan ar-rahim. Kata shilah adalah masdar (infinitif) dari kata washala yang artinya menghimpun atau menyambung sesuatu dengan sesuatu yang lain. Sedangkan kata ar-rahim oleh sebagian besar pakar bahasa Arab diartikan dengan peranakan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;font-size:100%;"  &gt; Namun, mantan mufti Mesir, almarhum Syekh Hasanain Makhluf, mengartikan kata ar-rahim dengan rahmat atau kasih sayang. Kedua pengertian ini sebenarnya tidak bertentangan, sebab sesuatu yang paling dirahmati dan dikasihi makhluk adalah apa yang keluar dari rahim (peranakan). Oleh karena itu, peranakan dikatakan rahipm, yakni sumber rasa kasih sayang. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;font-size:100%;"  &gt; Pakar Alquran dan hukum Islam, Imam Al-Qurthubiy, lebih memperluas jangkauan makna kata ar-rahim. Menurut dia, makna ar-rahim ada dua macam: umum dan khusus. Makna ar-rahim yang bersifat umum adalah kedekatan yang dijalin oleh persamaan agama. Sedangkan yang khusus adalah kedekatan yang dijalin oleh persamaan garis keturunan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;font-size:100%;"  &gt; Silaturahim, dengan makna yang pertama, mengundang hubungan kasih sayang, nasihat-menasihati, kunjung-mengunjungi, berlaku adil, dan melaksanakan kewajiban, serta anjuran agama terhadap mereka. Adapun silaturahim, dengan makna yang khusus, maka ia menuntut pemberian bantuan atau nafkah ketika dibutuhkan, juga memperhatikan suka duka mereka, serta memaafkan kesalahan mereka. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;font-size:100%;"  &gt; Jika dengan makna khusus itu saja, silaturahim telah membawa dampak yang sangat besar dalam menciptakan keharmonisan jalinan keluarga dan masyarakat. Dampaknya akan lebih besar lagi jika maknanya diambil yang umum, yang tidak hanya menuntut terciptanya keharmonisan ukhuwah fi ad-din (persaudaraan seagama), tapi juga keharmonisan ukhuwah al-khalqiyah (persaudaraan sesama makhluk). &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;font-size:100%;"  &gt; ''Tidak ada binatang yang merayap di bumi, dan burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan mereka adalah umat seperti kalian. Tidak kami luputkan dalam kitab itu sesuatu, kemudian kepada Tuhan merekalah, mereka akan dikumpulkan.'' (QS Al-An'an:38). Ayat tersebut memberi gambaran tentang pentingnya jalinan persaudaraan sesama makhluk, dan pengakuan Allah SWT akan hal itu. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;font-size:100%;"  &gt; Yang jelas, sebagaimana yang dikatakan Prof Quraish Shihab, apa pun makna yang dimaksudkan, silaturahim menuntut adanya komunikasi dan jaringan. Dengan demikian, silaturahim mengisyaratkan keharmonisan hubungan dan kekuatannya. Oleh karena itu, Rasulullah SAW tidak menilai orang yang membalas kunjungan atau menyambut uluran tangan pihak lain sebagai melakukan silaturahim, tetapi yang melakukannya adalah siapa yang menyambung hubungan yang putus. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2974053777475142520-2043317979224971225?l=didigenz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://didigenz.blogspot.com/feeds/2043317979224971225/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2974053777475142520&amp;postID=2043317979224971225' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2974053777475142520/posts/default/2043317979224971225'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2974053777475142520/posts/default/2043317979224971225'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://didigenz.blogspot.com/2009/09/hakikat-silaturahmi.html' title='Hakikat Silaturahmi'/><author><name>Abu wa Ummu Zahra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10337545076974139195</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_uqFp_t7Umbc/TRnh53-lvTI/AAAAAAAAAGo/Kt0xKF-g0kM/S220/163457_125295874201550_122093471188457_171832_533984_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2974053777475142520.post-2206349183144379630</id><published>2009-09-14T20:05:00.000-07:00</published><updated>2009-10-21T06:12:25.265-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sunnah rosul'/><title type='text'>Adab Berbicara, Mendengar, dan Berdebat dalam Islam</title><content type='html'>&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt;Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan satu kata yang diridhai ALLAH SWT yang ia tidak mengira yang akan mendapatkan demikian sehingga dicatat oleh ALLAH SWT keridhoan-NYA bagi orang tersebut sampai nanti hari Kiamat. Dan seorang lelaki mengucapkan satu kata yang dimurkai ALLAH SWT yang tidak dikiranya akan demikian, maka ALLAH SWT mencatatnya yang demikian itu sampai hari Kiamat." (HR Tirmidzi dan ia berkata hadits hasan shahih; juga diriwayatkan oleh Ibnu Majah) &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt; ADAB BERBICARA &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt; 1. Semua pembicaraan harus kebaikan, (QS 4/114, dan QS 23/3), dalam hadits nabi SAW disebutkan: &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt; "Barangsiapa yang beriman pada ALLAH dan hari akhir maka hendaklah berkata baik atau lebih baik diam." (HR Bukhari Muslim) &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt; 2. Berbicara harus jelas dan benar, sebagaimana dalam hadits Aisyah ra: &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt; "Bahwasanya perkataan rasuluLLAH SAW itu selalu jelas sehingga bias difahami oleh semua yang mendengar." (HR Abu Daud) &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt; 3. Seimbang dan menjauhi bertele-tele, berdasarkan sabda nabi SAW: &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt; "Sesungguhnya orang yang paling aku benci dan paling jauh dariku nanti di hari Kiamat ialah orang yang banyak omong dan berlagak dalam berbicara." Maka dikatakan: Wahai rasuluLLAH kami telah mengetahui arti ats-tsartsarun dan mutasyaddiqun, lalu apa makna al-mutafayhiqun? Maka jawab nabi SAW: "Orang2 yang sombong." (HR Tirmidzi dan dihasankannya) &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt; 4. Menghindari banyak berbicara, karena kuatir membosankan yang mendengar, sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Wa'il: &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt; Adalah Ibnu Mas'ud ra senantiasa mengajari kami setiap hari Kamis, maka berkata seorang lelaki: Wahai abu AbduRRAHMAN (gelar Ibnu Mas'ud)! Seandainya anda mau mengajari kami setiap hari? Maka jawab Ibnu Mas'ud : Sesungguhnya tidak ada yang menghalangiku memenuhi keinginanmu, hanya aku kuatir membosankan kalian, karena akupun pernah meminta yang demikian pada nabi SAW dan beliau menjawab kuatir membosankan kami (HR Muttafaq 'alaih) &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt; 5. Mengulangi kata-kata yang penting jika dibutuhkan, dari Anas ra bahwa adalah nabi SAW jika berbicara maka beliau SAW mengulanginya 3 kali sehingga semua yang mendengarkannya menjadi faham, dan apabila beliau SAW mendatangi rumah seseorang maka beliau SAW pun mengucapkan salam 3 kali. (HR Bukhari) &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt; 6. Menghindari mengucapkan yang bathil, berdasarkan hadits nabi SAW: &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt; "Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan satu kata yang diridhai ALLAH SWT yang ia tidak mengira yang akan mendapatkan demikian sehingga dicatat oleh ALLAH SWT keridhoan-NYA bagi orang tersebut sampai nanti hari Kiamat. Dan seorang lelaki mengucapkan satu kata yang dimurkai ALLAH SWT yang tidak dikiranya akan demikian, maka ALLAH SWT mencatatnya yang demikian itu sampai hari Kiamat." (HR Tirmidzi dan ia berkata hadits hasan shahih; juga diriwayatkan oleh Ibnu Majah) &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt; 7. Menjauhi perdebatan sengit, berdasarkan hadits nabi SAW: &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt; "Tidaklah sesat suatu kaum setelah mendapatkan hidayah untuk mereka, melainkan karena terlalu banyak berdebat." (HR Ahmad dan Tirmidzi) &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt; Dan dalam hadits lain disebutkan sabda nabi SAW: &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt; "Aku jamin rumah didasar surga bagi yang menghindari berdebat sekalipun ia benar, dan aku jamin rumah ditengah surga bagi yang menghindari dusta walaupun dalam bercanda, dan aku jamin rumah di puncak surga bagi yang baik akhlaqnya." (HR Abu Daud) &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt; 8. Menjauhi kata-kata keji, mencela, melaknat, berdasarkan hadits nabi SAW: &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt; "Bukanlah seorang mu'min jika suka mencela, mela'nat dan berkata-kata keji." (HR Tirmidzi dengan sanad shahih) &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt; 9. Menghindari banyak canda, berdasarkan hadits nabi SAW: &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt; "Sesungguhnya seburuk-buruk orang disisi ALLAH SWT di hari Kiamat kelak ialah orang yang suka membuat manusia tertawa." (HR Bukhari) &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt; 10. Menghindari menceritakan aib orang dan saling memanggil dengan gelar yang buruk, berdasarkan QS 49/11, juga dalam hadits nabi SAW: &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt; "Jika seorang menceritakan suatu hal padamu lalu ia pergi, maka ceritanya itu menjadi amanah bagimu untuk menjaganya." (HR Abu Daud dan Tirmidzi dan ia menghasankannya) &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt; 11. Menghindari dusta, berdasarkan hadits nabi SAW: &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt; "Tanda-tanda munafik itu ada 3, jika ia bicara berdusta, jika ia berjanji mengingkari dan jika diberi amanah ia khianat." (HR Bukhari) &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt; 12. Menghindari ghibah dan mengadu domba, berdasarkan hadits nabi SAW: &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt; "Janganlah kalian saling mendengki, dan janganlah kalian saling membenci, dan janganlah kalian saling berkata-kata keji, dan janganlah kalian saling menghindari, dan janganlah kalian saling meng-ghibbah satu dengan yang lain, dan jadilah hamba-hamba ALLAH yang bersaudara." (HR Muttafaq 'alaih) &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt; 13. Berhati-hati dan adil dalam memuji, berdasarkan hadits nabi SAW dari AbduRRAHMAN bin abi Bakrah dari bapaknya berkata: &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt; seorang yang memuji orang lain di depan orang tersebut, maka kata nabi SAW: "Celaka kamu, kamu telah mencelakakan saudaramu! Kamu telah mencelakakan saudaramu!" (2 kali), lalu kata beliau SAW: "Jika ada seseorang ingin memuji orang lain di depannya maka katakanlah: Cukuplah si fulan, semoga ALLAH mencukupkannya, kami tidak mensucikan seorangpun disisi ALLAH, lalu barulah katakan sesuai kenyataannya." (HR Muttafaq 'alaih dan ini adalah lafzh Muslim) &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt; Dan dari Mujahid dari Abu Ma'mar berkata: Berdiri seseorang memuji seorang pejabat di depan Miqdad bin Aswad secara berlebih-lebihan, maka Miqdad mengambil pasir dan menaburkannya di wajah orang itu, lalu berkata: Nabi SAW memerintahkan kami untuk menaburkan pasir di wajah orang yang gemar memuji. (HR Muslim) &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;   &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt; ADAB MENDENGAR &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt; 1. Diam dan memperhatikan (QS 50/37) &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt; 2. Tidak memotong/memutus pembicaraan &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt; 3. Menghadapkan wajah pada pembicara dan tidak memalingkan wajah darinya sepanjang sesuai dengan syariat (bukan berbicara dengan lawan jenis) &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt; 4. Tidak menyela pembicaraan saudaranya walaupun ia sudah tahu, sepanjang bukan perkataan dosa. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt; 5. Tidak merasa dalam hatinya bahwa ia lebih tahu dari yang berbicara &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;   &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt; ADAB MENOLAK / TIDAK SETUJU &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt; 1. Ikhlas dan menghindari sifat senang menjadi pusat perhatian &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt; 2. Menjauhi ingin tersohor dan terkenal &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt; 3. Penolakan harus tetap menghormati dan lembut serta tidak meninggikan suara &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt; 4. Penolakan harus penuh dengan dalil dan taujih &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt; 5. Menghindari terjadinya perdebatan sengit &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt; 6. Hendaknya dimulai dengan menyampaikan sisi benarnya lebih dulu sebelum mengomentari yang salah &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt; 7. Penolakan tidak bertentangan dengan syariat &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt; 8. Hal yang dibicarakan hendaknya merupakan hal yang penting dan dapat dilaksanakan dan bukan sesuatu yang belum terjadi &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt; 9. Ketika menolak hendaknya dengan memperhatikan tingkat ilmu lawan bicara, tidak berbicara di luar kemampuan lawan bicara yang dikuatirkan menjadi fitnah bagi diri dan agamanya &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt; 10. Saat menolak hendaknya menjaga hati dalam keadaan bersih, dan menghindari kebencian serta penyakit hati. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt; Wamaa taufiiqi illaa biLLAAH, 'alaihi tawakkaltu wa ilaihi uniib. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-size:100%;" &gt; Nabiel Fuad Al-Musawa &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-size:100%;" &gt; AL-IKHWAN.NET&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2974053777475142520-2206349183144379630?l=didigenz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://didigenz.blogspot.com/feeds/2206349183144379630/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2974053777475142520&amp;postID=2206349183144379630' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2974053777475142520/posts/default/2206349183144379630'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2974053777475142520/posts/default/2206349183144379630'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://didigenz.blogspot.com/2009/09/adab-berbicara-mendengar-dan-berdebat.html' title='Adab Berbicara, Mendengar, dan Berdebat dalam Islam'/><author><name>Abu wa Ummu Zahra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10337545076974139195</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_uqFp_t7Umbc/TRnh53-lvTI/AAAAAAAAAGo/Kt0xKF-g0kM/S220/163457_125295874201550_122093471188457_171832_533984_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2974053777475142520.post-6089688248649943635</id><published>2009-09-13T05:39:00.000-07:00</published><updated>2009-10-21T06:05:18.922-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dakwah'/><title type='text'>Malam Lailatul Qadar</title><content type='html'>&lt;div style="color: rgb(255, 0, 0);" align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;Malam Lailatul Qadar - Malam Seribu Bulan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Penulis:  yaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly, Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid&lt;br /&gt;Fiqh, 18 Oktober  2004, 05:19:43&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;div style="padding: 10px; color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Malam  Lailatul Qadar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keutamaannya sangat besar, karena malam ini menyaksikan  turunnya Al Quran Al Karim yang membimbing orang-orang yang berpegang dengannya  ke jalan kemuliaan dan mengangkatnya ke derajat yang mulia dan abadi. Ummat  Islam yang mengikuti sunnah Rasulnya tidak memasang tanda-tanda tertentu dan  tidak pula menancapkan anak-anak panah untuk memperingati malam ini (malam  Lailatul Qodar/Nuzul Qur'an, red), akan tetapi mereka bangun di malam harinya  dengan penuh iman dan mengharap pahala dari Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah wahai saudaraku  muslim, ayat-ayat Qur'aniyah dan hadits-hadits Nabawiyyah yang shahih yang  menjelaskan tentang malam tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Keutamaan Malam Lailatul  Qadar&lt;br /&gt;Cukuplah untuk mengetahui tingginya kedudukan Lailatul Qadar dengan  mengetahui bahwasanya malam itu lebih baik dari seribu bulan, Allah berfirman :&lt;br /&gt;إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ ﴿١﴾ وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ  الْقَدْرِ ﴿٢﴾ لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ ﴿۳﴾ تَنَزَّلُ  الْمَلاَئِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ ﴿٤﴾  سَلاَمٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ ﴿٥﴾ [القدر: ١ - ٥]&lt;br /&gt;(yang artinya) [1]  Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur'an) pada malam kemuliaan. [2] Dan  tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? [3] Malam kemuliaan itu lebih baik dari  seribu bulan. [4] Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril  dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. [5] Malam itu (penuh)  kesejahteraan sampai terbit fajar. [QS Al Qadar: 1 - 5]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pada malam  itu dijelaskan segala urusan nan penuh hikmah :&lt;br /&gt;إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي  لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ ﴿۳﴾ فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ  حَكِيمٍ ﴿٤﴾ أَمْرًا مِنْ عِنْدِنَا إِنَّا كُنَّا مُرْسِلِينَ ﴿٥﴾ رَحْمَةً مِنْ  رَبِّكَ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ ﴿٦﴾ [الدخان: ۳ - ٦]&lt;br /&gt;(yang  artinya) :&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi  dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. [4] Pada malam itu dijelaskan  segala urusan yang penuh hikmah, [5] (yaitu) urusan yang besar dari sisi Kami.  Sesungguhnya Kami adalah Yang mengutus rasul-rasul, [6] sebagai rahmat dari  Tuhanmu. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."[QS Ad  Dukhoon: 3 - 6]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Waktunya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Nabi Shalallahu  'alaihi wasallam bahwa malam tersebut terjadi pada malam tanggal 21, 23, 25, 27,  29 dan akhir malam bulan Ramadhan. (Pendapat-pendapat yang ada dalam masalah ini  berbeda-beda, Imam Al Iraqi telah mengarang satu risalah khusus diberi judul  Syarh Shadr bidzkri Lailatul Qadar, membawakan perkatan para ulama dalam masalah  ini, lihatlah).&lt;br /&gt;Imam Syafi’I berkata : “Menurut pemahamanku, wallahu a’lam,  Nabi Shalallahu 'alaihi wasallam menjawab sesuai yang ditanyakan, ketika  ditanyakan kepada beliau : “Apakah kami mencarinya di malam hari?”, beliau  menjawab : “Carilah di malam tersebut.”. (Sebagaimana dinukil al Baghawi dalam  Syarhus Sunnah (6/388).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat yang paling kuat, terjadinya malam  Lailatul Qadr itu pada malam terakhir bulan Ramadhan, berdasarkan hadits ‘Aisyah  Radiyallahu ‘anha, dia berkata : Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam  beri’tikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan dan beliau bersabda : (yang  artinya) “Carilah malam Lailatur Qadar di (malam ganjil) pada sepuluh hari  terakhir bulan Ramadhan.”. (HR Bukhari 4/255 dan Muslim 1169)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika  seseorang merasa lemah atau tidak mampu, janganlah sampai terluput dari tujuh  hari terakhir, karena riwayat Ibnu Umar (dia berkata) Rasulullah Shalallahu  'alaihi wassalam bersabda (yang artinya) : “Carilah di sepuluh hari terakhir,  jika tidak mampu maka jangan sampai terluput tujuh hari sisanya.” (HR Bukari  4/221 dan Muslim 1165).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini menafsirkan sabdanya : (yang artinya) “Aku  melihat mimpi kalian telah terjadi, maka barangsiapa ingin mencarinya, carilah  pada tujuh hari yang terakhir.” (Lihat maraji’ diatas).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah diketahui  dalam sunnah, pemberitahuan ini ada karena perdebatan para sahabat. Dari Ubadah  bin Shamit Radiyallahu ‘anhu, ia berkata Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam  keluar pada malam Lailatul Qadar, ada dua orang sahabat berdebat, beliau  bersabda : “Aku keluar untuk mengkhabarkan kepada kalian tentang malam Laitul  Qadar, tetapi fulan dan fulan (dua orang) berdebat hingga diangkat tidak bisa  lagi diketahui kapan lailatul qadar terjadi), semoga ini lebih baik bagi kalian,  maka carilah pada malam 29,27,25 (dan dalam riwayat lain : tujuh, sembilan,  lima). (HR Bukhari 4/232).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah banyak hadits yang mengisyaratkan bahwa  malam Lailatul Qadar itu pada sepuluh hari terakhir, yang lainnya menegaskan di  malam ganjil sepuluh hari terakhir. Hadits yang pertama sifatnya umum, sedang  hadits kedua adalah khusus, maka riwayat yang khusus lebih diutamakan daripada  yang umum, dan telah banyak hadits yang lebih menerangkan bahwa malam Lailatul  Qadar itu ada pada tujuh hari terakhir bulan Ramadhan, tetapi ini dibatasi kalau  tidak mampu dan lemah, tidak ada masalah. Maka dengan ini, cocoklah  hadits-hadits tersebut, tidak saling bertentangan, bahkan bersatu tidak  terpisahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya :&lt;br /&gt;Jika seseorang muslim mencari malam  Lailatul Qadar, carilah pada malam ganjil sepuluh hari terakhir, 21, 23, 25, 27  dan 29. Kalau lemah dan tidak mampu mencari ppada sepuluh hari terakhir, maka  carilah pada malam ganjil tujuh hari terakhir yaitu 25, 27 dan 29. Wallahu  a’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paling benarnya pendapat lailatul qadr adalah pada tanggal ganjil  10 hari terakhir pada bulan Ramadhan, yang menunjukkan hal ini adalah hadits  Aisyah, Ia berkata :&lt;br /&gt;“Adalah Rasulullah beri’tikaf pada 10 terakhir pada  bulan Ramadhan dan berkata : “Selidikilah malam lailatul qadr pada tanggal  ganjil 10 terakhir bulan Ramadhan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bagaimana Mencari Malam Lailatul  Qadar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya malam yang diberkahi ini, barangsiapa yang diharamkan  untuk mendapatkannya, maka sungguh telah diharamkan seluruh kebaikan (baginya).  Dan tidaklah diharamkan kebaikan itu, melainkan (bagi) orang yang diharamkan  (untuk mendapatkannya). Oleh karena itu, dianjurkan bagi muslimin (agar)  bersemangat dalam berbuat ketaatan kepada Allah untuk menghidupkan malam  Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahalaNya yang besar, jika  (telah) berbuat demikian (maka) akan diampuni Allah dosa-dosanya yang telah  lalu. (HR Bukhari 4/217 dan Muslim 759).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shalallahu 'alaihi  wassalam Shalallahu 'alaihi wasallam bersabda (yang artinya), “ Barangsiapa  berdiri (shalat) pada malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharap  pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” yang telah lalu.  (HR Bukhari 4/217 dan Muslim 759)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disunnahkan untuk memperbanyak do’a  pada malam tersebut. Telah diriwayatkan dari Sayyidah ‘Aisyah Radiyallahu ‘anha,  (dia) berkata : “Aku bertanya, Ya Rasulullah (Shalallahu 'alaihi wassalam), Apa  pendapatmu jika aku tahu kapan malam Lailatul Qadar (terjadi), apa yang harus  aku ucapkan ?”. Beliau menjawab, “Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu  ‘annii. Ya Allah, Engkau Maha Pengampun dan mencintai orang yang meminta  ampunan, maka ampunilah aku.”. (HR Tirmidzi (3760), Ibnu Majah (3850), dari  Aisyah, sanadnya shahih. Lihat syarahnya Bughyatul Insan fi Wadhaifi Ramadhan,  halaman 55-57, karya ibnu Rajab al Hanbali.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku – semoga Allah  memberkahimu dan memberi taufiq kepadamu untuk mentaatiNya – engkau telah  mengetahui bagaimana keadaan malam Lailatul Qadar (dan keutamaannya) maka  bangunlah (untuk menegakkan sholat) pada sepuluh malam hari terakhir,  menghidupkannya dengan ibadah dan menjauhi wanita, perintahkan kepada istrimu  dan keluargamu untuk itu dan perbanyaklah amalan ketaatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Aisyah  Radiyallahu ‘anha, “Adalah Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam apabila masuk  pada sepuluh hari (terakhir bulan Ramadhan), beliau mengencangkan kainnya  (menjauhi wanita yaitu istri-istrinya karena ibadah, menyingsingkan badan untuk  mencari Lailatul Qadar), menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya.”  (HR Bukhari 4/233 dan Muslim 1174).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga dari ‘Aisyah Radiyallahu ‘anha,  (dia berkata) : “Adalah Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam  bersungguh-sungguh (beribadah apabila telah masuk) malam kesepuluh (terakhir),  yang tidak pernah beliau lakukan pada malam-malam lainnya.” (HR Muslim  1174).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Tanda-tandanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah hamba yang taat –  mudah-mudahan Allah menguatkanmu dengan ruh dariNya dan membantu dengan  pertolongaNya – sesungguhnya Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam  menggambarkan paginya malam Lailatul Qadar agar seorang muslim  mengetahuinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ubay Radiyallahu ‘anhu, ia berkata : Rasulullah  Shalallahu 'alaihi wassalam bersabda (yang artinya) : “Pagi hari malam Lailatul  Qadar, matahari terbit tanpa sinar menyilaukan, seperti bejana hingga meninggi.”  (HR Muslim 762).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah, ia berkata : Kami menyebutkan malam  Lailatul Qadar di sisi Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam beliau bersabda :  (yang artinya) “Siapa diantara kalian yang ingat ketika terbit bulan, seperti  syiqi jafnah.” (HR Muslim 1170. Perkataannya “Syiqi Jafnah”, syiq artinya  setengah, jafnah artinya bejana. Al Qadli ‘Iyadh berkata :”Dalam hadits ini ada  isyarata bahwa malam Lailatul Qadar hanya terjadi di akhir bulan, karena bulan  tidak akan seperti demikian ketika terbit kecuali di akhir-akhir  bulan.”)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dari Ibnu Abbas Radiyallahu ‘anhu, ia berkata : Rasulullah  Shalallahu 'alaihi wassalam bersabda (yang artinya) : “ (Malam) Lailatul Qadar  adalah malam yang indah, cerah, tidak panas dan tidak juga dingin, (dan)  keesokan harinya cahaya sinar mataharinya melemah kemerah-merahan.” (HR Thyalisi  (349), Ibnu Khuzaimah (3/231), Bazzar (1/486), sanadnya  hasan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Dikutip dari Sifat Puasa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam  oleh terbitan Pustaka Al-Mubarok (PMR), penerjemah Abdurrahman Mubarak Ata.  Cetakan I Jumadal Akhir 1424 H. Judul asli Shifat shaum an Nabi Shallallahu  'alaihi wa Sallam Fii Ramadhan, Bab "Malam Lailatul Qadar". Penulis Syaikh Salim  bin Ied Al-Hilaaly, Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid. Penerbit Al Maktabah Al  islamiyyah cet. Ke 5 th 1416 H. Edisi Indonesia)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2974053777475142520-6089688248649943635?l=didigenz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://didigenz.blogspot.com/feeds/6089688248649943635/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2974053777475142520&amp;postID=6089688248649943635' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2974053777475142520/posts/default/6089688248649943635'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2974053777475142520/posts/default/6089688248649943635'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://didigenz.blogspot.com/2009/09/malam-lailatul-qadar.html' title='Malam Lailatul Qadar'/><author><name>Abu wa Ummu Zahra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10337545076974139195</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_uqFp_t7Umbc/TRnh53-lvTI/AAAAAAAAAGo/Kt0xKF-g0kM/S220/163457_125295874201550_122093471188457_171832_533984_n.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2974053777475142520.post-5404536333174529129</id><published>2009-09-13T05:38:00.000-07:00</published><updated>2009-10-21T05:56:21.818-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dakwah'/><title type='text'>Hukum-hukum sekitar I'tikaf</title><content type='html'>&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: center; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;Hukum-hukum sekitar I'tikaf dalam pandangan Ulama'  Ahlusunnah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Syaikh Muhammad Nashiruddin al Albani&lt;br /&gt;Fiqh, 20  Oktober 2004, 04:42:53 &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="padding: 10px; color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hukumnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I’tikaf  adalah sunnah di bulan ramadhan dan yang lainnya sepanjang tahun, dalilnya adlah  firman Allah Subhanahu wa Ta’ala : “Sedang kalian dalam kedaan I’tikaf di  masjid”. (QS. Al-Baqarah :187)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disertai hadist-hadist shahih tentang  I’tikaf Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam. Demikian pula atsar-atsar yang  mutawatir dari ulama Salaf dalam masalah itu. Sebagaimana disebutkan dalam kitab  Al Mushannaf, karya Ibnu Abi syaibah dan Abdurrazzaq. *(Dulu disini pada cetakan  yang lalu ada hadist, dalam masalah keutamaannya “Barangsiapa beri’tikaf suatu  hari…” kemudian aku hilangkan, karena di kemudian hari jelas bagi saya lemahnya.  Telah saya takhrij dan saya komentari dengan rinci dalam kitab ”Silsilah  Dhoifah” 5347. Saya singkap penyakitnya yang sempat tersamarkan kepada saya dan  juga kepada Al Haistany sebelum saya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah terdapat riwayat bahwa Nabi  Shalallahu ‘alaihi wa sallam i’tikaf sepuluh hari terakhir dari bulan Syawal  *(Potongan dari hadist Aisyah radhiyallahu ‘anha, riwayat Bukhari Muslim dan Ibu  Khuzaimah , dalam kitab shahih merekatelah ditahkrij dalam shahih Abu Dawud),  dan ahwa Umar radhiyallahu ‘anhu berkata kepada Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam  “Dahulu aku bernadzar di zaman jahiliyah untuk I’tikaf semalam di Masjidil  Haram”? Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Penuhilah nadzarmu”. (maka  Umar I’tikaf semalam).*(riwayat Bukhari, Muslim dan Ibnu Khuzaimah dan tambahan  itu pada Bukhari dalam ssebuah riwayat, seperti terdapat dalam “Mukhtasar Shahih  Bukhari” (995) dan telah ditakhrij dalam “Shahih Abu Dawud” juga no: 2136-2137).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan lebih ditekankan di bulan Ramadhan berdasarkan hadist Abi Hurairah  radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam ber i’tikaf di  setiap Ramadhan 10 hari. Dan pada tahun dimana beliau wafat Rasulullah  shalallahu ‘alaihi wasallam I’tikaf selama 20 hari. (Riwayat Bukhari dan Ibnu  Khuzaimah dalam shahih keduanya telah ditakhrij dalam sumber yang lalu no:  2126-2130).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling utama adalah pada akhir bulan Ramadhan, karena  Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam I’tikaf pada 10 hari terakhir dari bulan  Ramadhan sampai Allah mewafatkan beliau. (Riwayat Bukhari dan Ibnu Khuzaimah  2223 telah ditakhrij dalam Al-Irwa (996) dan “Shahih Abi Dawud” no  :2125).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat-syaratnya :&lt;br /&gt;1. Tidak disyariatkan kecuali di dalam  masjid-masjid berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :&lt;br /&gt;“Dan janganlah  kalian melakukan jima’[1]dengan mereka sedang kalian beri’tikaf di  masjid-masjid”). (Al Baqarah 187, Imam bukhari berdalil dengan ayat ini atas apa  yang kami sebutkan, Berkata al Hafidz Ibnu Hajar :“ Sisi pendalilan dari ayat  itu bahwa kalau seandainya I’tikaf itu sah selain dimasjid tidaklah akan  dikhususkan pengharaman jima’ itu hanya padanya, karena jima’ itu membatalkan  I’tikaf secara ijma’, maka diketahui dengan penyebutan masjid bahwa dimaksudkan  I’tikaf itu tidak boleh kecuali di masjid). [“dan jangan kalian melakukan  jima...” yakni “Jangan berjima’ dengan mereka “ ibnu Abbas mengatakan : kata  (المبا شرة والملا مسة والمس) semuanya berarti jima’, akan tetapi Allah  mengkinayahkan apa yang Ia kehendaki dengan apa yang Allah kehendaki. Riwayat  Baihaqi (4/321) dengan sanad yang perawinya terpercaya.]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Aisyah  radhiyallahu ‘anha : “Disunnahkan, bagi seorang I’tikaf, agar tidak keluar  kecuali untuk kebutuhan yang mesti dia lakukan. Tidak boleh menjenguk orang  sakit, tidak boleh menyentuh wanita, tidak pula jima’ dengan mereka, dan tidak  I’tikaf melainkan pada masjid jami’ (yang digunakan untuk shalat jamaah).  Disunnahkan pula bagi yang I’tikaf untuk berpuasa. (Riwayat Baihaqi dengan sanad  yang shahih, dan Abu Dawud dengan sanad yang Hasan, riwayat yang selanjutnya  dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, dan telah di takhrij dalam Shahih Abu Dawud  (2135) dan Irwa’ul Ghalil no 996.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dan hendaklah pada masjid jami’  agar tidak terpaksa keluar masjid untuk melaksanakan shalat jum’at, karena  keluar untuk itu adalah wajib. Berdasarkan ucapan 'Aisyah Radhiyallahu ‘anha  yang lalu dalam sebuah riwayat. (“…dan tidak ada I’tikaf kecuali di masjid  jami'”.). (Riwayat Baihaqi dari Ibnu Abbas : ”Sesungguhnya perkara yang paling  Allah benci adalah bid’ah dan sesungguhnya termasuk bid’ah adalah I’tikaf di  masjid-masjid yang ada di rumah)”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian saya dapati pada hadist yang  shahih dan jelas yang mengkhususkan keumuman makna (masjid-masjid) yang tersebut  dalam ayat, yaitu hanya pada tiga masjid : Masjidil Haram, Masjid Nabawi,  Masjidil Aqsa dengan hadist Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam :&lt;br /&gt;“Tidak ada  I’tikaf kecuali pada 3 masjid itu”). (Diriwayatkan oleh Thahawi, isma’ily dan  Baihaqi dengan sanad yang shahih dari Hudzaifah bin Al Yaman, dan telah  ditakhrij dalam “Silsilah shahihah” no :2787 bersama dengan riwayat-riwayat yang  lain. Dari apa yang saya sebutkan diatas dan semuanya shahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan  diantara ulama salaf yang berpendapat demikian sebagaimana yang telah saya  dapati, adalah sahabat Hudzaifah bin Al Yaman dan Sa'id bin Al Musayyib juga  'Atha’ rahimahullah. Akan tetapi ‘Atha’ tidak menyebutkan Masjidil Aqsa. Yang  lain mengatakan masjid jami’ secara mutlak, tetapi yang lain menyelisihi mereka,  dan mengatakan : ”Walaupun dalam masjid (atau mushala –pent) rumahnya”. Dan  tidak tersembunyi lagi, bahwa mengambil pendapat yang sesuai dengan hadist,  itulah yang semestinya, wallahu Subhanahu wa Ta’ala a’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Disunnahkan  untuk yang melakukan I’tikaf agar berpuasa sebagaimana yang lalu dari penjelasan  Aisyah radhiyallahu ‘anha.[2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dibolehkan untuk orang yang berI’tikaf  sbb :&lt;br /&gt;a. Dibolehkan keluar dari masjid untuk buang hajat, juga mengeluarkan  kepalanya dari masjid untuk dikeramasi atau disisir. Berkata Aisyah radhiyallahu  ‘anha : “Sesungguhnya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dahulu megeluarkan  kepalanya kepadaku sedang dia (dalam keadaan beri’tikaf) di masjid dan saya di  kamar saya, kemudian saya sisir rambutnya.” Dalam riwayat : “Lalu saya cuci  kepalanya dan diantara aku dan dia kayu dasar pintu dan saya dalam keadaan haid,  dan beliau tidak masuk rumah kecuali untuk hajat seorang manusia, ketika itu  beliau dalam keadaan I’tikaf.” (Riwayat Bukhari, Muslim, Ibnu Abi Syaibah dan  Ahmad dan tambahan lafadz itu dari keduanya. Telah ditakhrij dalam “Shahih Abu  Dawud” (2131-2132) ).&lt;br /&gt;b. Dibolehkan untuk seorang yang I’tikaf dan yang lain  untuk berwudhu dalam masjid berdasarkan ucapan seseorang kepada yang melayani  Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam : “ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam berwudhu  ringan di dalam masjid”. ( Riwayat Baihaqi dengan sanad baik dan Ahmad (51364)  secara ringkas dengan snad yang shahih).&lt;br /&gt;c. Dibolehkan pula membuat kemah  kecil di bagian belakang masjid lalu ber’tikaf didalamnya, karena Aisyah dulu  membuat tenda untuk Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam [3]. [Disebut “Khiba” salah  satu bentuk rumah-rumah orang arab yang terbuat dari bulu unta atau wol, dan  bukan dari rambut, dibuat diatas 2 tiang atau 3.”Nihayah”.] Jika beliau  beri’tikaf, dan itu atas perintah beliau shalallahu ‘alaihi wasallam[4].  [Riwayat Bukhari dan Muslim dari hadist Aisyah radhiyallahu ‘anha, riwayat  perbuatan ‘Aisyah itu diriwayatkan oleh Bukhari adapun yang menerangkan perintah  Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam, ada pada riwayat Muslim. Telah lewat  takhrijnya pada hal.34 pada catatan kaki no.39]. Dan pernah beliau shalallahu  ‘alaihi wasallam satu kali beri’tikaf di qubah (semacam payung –pent) kecil[5]  [aitu tenda kecil yang diatasnya melingkar. “Suddah” artinya semacam, naungan  diatas pintu untuk menjaganya dari hujan, yang dimaksud, bahwa beliau meletakkan  sepotong tikar di atas pintunya agar tidak terlihat oleh pandangan seseorang,  sebagaimana yang dikatakan As-Sindy, lebih utama kita katakan : supaya pikiran  orang yang beri’tikaf tidak tersibukkan orang yang lewat didepannya agar  mendapatkan maksud dan ruh dari I’tikaf itu, sebagaimana yang diucapkan Ibnu  Qoyyim : “Kebalikan dari apa yang dilakukan orang-orag bodoh dimana orang-orang  beri’tika membuat semacam ruang tamu dan berbincang-bincang didalamnya. Ini  adalah satu macam, sedang I’tikaf Nabi shallallahu ‘alaihii wa sallam adalah  macam yang lain (berbeda, red), Allahlah yang memberi taufiq.] dengan naungan  tikar[6]].[Ini adalah ujung hadist Abu Sa’id Al-Khudri, riwayat Muslim dan Ibnu  Khuzaimah dalam shahih keduanya dan telah di Tahkrij dalam Shahih Abu Dawud  no.1251]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibolehkannya Wanita beri’tikaf dan menengok suaminya di  masjid&lt;br /&gt;a. Dibolehkannya seorang wanita menengok suaminya yang ada di tempat  I’tikafnya, dan hendaknya suaminya mengantarkannya sampai keluar pintu masjid,  berdasarkan ucapan Shafiyah Radhiyallahu ‘anha : “Ketika itu Nabi shalallahu  ‘alaihi wasallam beri’tikaf dimasjid pada 10 hari terkhir bulan ramadhan, maka  aku datang menengoknya di malam hari dan di sisinya isteri-isterinya yang sedang  bergembira, lalu aku berbicara dengan beliau beberapa saat lalu aku berdiri  untuk kembali, maka beliau shalallahu ‘alaihi wasallam katakan : “ Jangan kau  terburu-buru sehingga aku antarkan”. Maka beliaupun berdiri bersamaku untuk  mengantarkanku. Shafiyah radhiyallahu ‘anha tinggal di kampung Usmah bin Zaid.  Tatkala berada di pintu masjid yang dekat dengan rumah Umi Salamah radhiyallahu  ‘anha, lewat dua orang sahabat Anshar. Ketika mereka melihat Nabi Shalallahu  ‘alaihi wasallam keduanya mempercepat (langkahnya). Maka Nabi shalallahu ‘alaihi  wasallam berkata : “ Pelan-pelan ! Sesungguhnya wanita ini adalah Shafiyah binti  Huyai” (istri Rasulullah sendiri, red). Lalu keduanya mengatakan : “Subhanallah  ! Wahai Rasulullah”. Maka Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam mengatakan :  “Sesungguhnya setan mengalir pada seseorag seperti mengalirnya darah Dan sungguh  aku khawatir kalau setan membisikkan pada hati kalian berdua kejelekan atau  beliau mengucap sesuatu.”. (Riwayat Bukhari, Muslim dan Abu Dawud tambahan,  terakhir pada hadist itu dikeluarkan oleh Abu Dawud, telah ditakhrij dalam  shahih Sunan Abu Dawud ,2144-2134).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Bahkan dibolehkan bagi wanita  untuk I’tikaf bersama suaminya, atau sendirian. Berdasarkan ucapan ‘Aisyah  radhiyallahu ‘anha : “Telah I’tikaf bersama Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam  seorang wanita yang isthihadhah (didalam sebuah riwayat dia adalah Umm Salamah)  diantara isteri-isterinya dan dalam keadaan dia masih melihat kemerahan,  kekuningan, bahkan kadang-kadang kami meletakkan bejana di bawahnya dalam  keadaan dia tetap shalat”. (Riwayat Bukhari telah ditakhrij dalam Shahih Abu  Dawud no.2138, riwayat yang lain adlah riwayat Said bin Manshur seperti terdapat  dalam “Fathul Bari”4/281. Akan tetapi Darimi menyebutnya “Zaenab” 1/22 Wallahu  a’lam.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Aisyah juga mengatakan : “Dahulu Rasulullah shalallahu ‘alaihi  wasallam beri’tikaf sepuluh hari terakhir pada bulan ramadhan, sampai Allah  mewafatkannya. Kemudian isteri-isteri beliau beri’tikaf setelahnya. (Riwayat  Bukhari Muslim dan selain keduanya telah di takhrij hal.35, catatan kaki  no.2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya katakan : “Bahwa itu terdapat dalil, dibolehkannya juga wanita  I’tikaf dan tidak diragukan bahwa itu dengan catatan, diizinkan waki-walinya  untuk itu, serta aman dari fitnah dan tidak berkhalwat (menyendiri) dengan kaum  lelaki. Berdasarkan banyak dalil dalam hal ini, dan kaidah fiqih mengatakan :  “Menghindari keruskan itu lebih didahulukan dari pada mencari maslahat  (kebaukan)”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Jima’ membatalkan I’tikaf berdasarkan firman Allah  :&lt;br /&gt;“Dan jangan kalian gauli mereka sedang kalian dalam ibadah I’tikaf (di  masjid)”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu : “Jika seorang yang  I’tikaf melakukan jima’ bata; I’tikafnya, dan hendaklah dia memulainya kembali.”  (Riwayat Ibnu Abi Syaibah 3/920 dan Abdurrazzaq 4/363 dengan sanad yang shahih  dan yang dimaksud dari kata (Ista’nafa) dalam lafadz 2 hadist adalah mengulangi  I’tikafnya). Dan tidak ada kafarah bagi dia karena tidak terdapat dalil dari  Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maha suci Engkau  ya Allah dan dengan memuji-Mu,&lt;br /&gt;aku bersaksi bahwa tiada Illah yang hak  melainkan Engkau, aku minta ampun kepada-Mu dan bertaubat Kepada-Mu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai mengoreksi dan membenahinya, juga menambahnya dengan  tambahan-tambahan baru, dengan pena penulisnya pada fajar hari ahad 26 Rajab  tahun 1406 H, semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan Shalawat dan salam-Nya  kepada Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam yang ummi, juga kepada keluarga dan  sahabatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Dinukil dari terjemah kitab "Qiyamu Ramadhan", karya Syaikh  Muhammad Nashiruddin al Albani, edisi Indonesia “Shalat Tarawih Bersama  Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ”, Penerjemah : Al-Ustadz Qomar  Su’aidi, Bab “I’tikaf”, Hal : 72 - 84 , Penerbit “Cahaya Tauhid Press”)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2974053777475142520-5404536333174529129?l=didigenz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://didigenz.blogspot.com/feeds/5404536333174529129/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2974053777475142520&amp;postID=5404536333174529129' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2974053777475142520/posts/default/5404536333174529129'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2974053777475142520/posts/default/5404536333174529129'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://didigenz.blogspot.com/2009/09/hukum-hukum-sekitar-itikaf.html' title='Hukum-hukum sekitar I&apos;tikaf'/><author><name>Abu wa Ummu Zahra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10337545076974139195</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_uqFp_t7Umbc/TRnh53-lvTI/AAAAAAAAAGo/Kt0xKF-g0kM/S220/163457_125295874201550_122093471188457_171832_533984_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2974053777475142520.post-1607840756843395094</id><published>2009-09-13T05:33:00.000-07:00</published><updated>2009-10-21T05:53:33.669-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dakwah'/><title type='text'>Zakat Fitrah</title><content type='html'>&lt;table style="text-align: left; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" border="0" cellpadding="3" cellspacing="0" width="100%"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr bg="" style="color: rgb(102, 204, 204);"&gt; &lt;td valign="top" width="100%"&gt; &lt;table border="0" cellpadding="5" cellspacing="0" width="100%"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr bg="" style="color: rgb(204, 255, 204);"&gt; &lt;td bg="" style="color: rgb(226, 226, 226);" align="justify" width="100%"&gt;   &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Abdullah Ibnu Umar Radhiallaahu 'anhuma Berkata:  "Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam Telah mewajibkan zakat fithri dari  bulan Ramadhan sebanyak satu sha' kurma, atau satu sha' gandum atas hamba,  merdeka, laki-laki, perempuan, kecil maupun dewasa dari orang Islam. (HR.  Al-Bukhari 3:473 No.1511 dan muslim : 2:677 No.984) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;" type="1"&gt; &lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Definisi:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Zakat fithrah adalah zakat badan yang dikeluarkan pada  akhir bulan Ramadhan berupa makanan pokok sebanyak 1 sha' (± 2,042 kg). Mulai  diperintahkan kepada Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam Pada bulan  Sya'ban Tahun 2 H.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hukum&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Zakat fithrah hukumnya wajib sebagaimana disebutkan oleh  hadits di atas dan banyak hadits lainnya. Kewajiban ini adalah bagi orang yang  mampu membayarkan yaitu orang yang memiliki kelebihan makanan sekeluar-ga pada  hari itu (hari idul Fithri)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam  memerintahkan zakat fithrah dari anak-anak, orang dewasa, merdeka dan hamba dari  orang-orang yang menjadi tanggungan kalian." (HR. Ad-Daruquthni 2: 141,  Al-Baihaqi : 4: 165) dari Ibnu Umar Radhiallaahu 'anhu, Ibnu Syaibah dalam  Al-Munshif 4: 37 dengan sanad shahih)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pembayar&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Semua orang yang disebut dalam hadits di atas  berkewajiban membayar zakat fithrah: Anak-anak, orang dewasa, laki-laki,  perempuan, orang merdeka maupun budak, yaitu semua orang Islam yang mampu  membayar. Seorang ayah mengeluarkan untuk dirinya dan anggota keluarga yang  menjadi tanggungannya termasuk bayi yang baru lahir pada akhir bulan Ramadhan  sebelum matahari terbenam. Sedangkan janin yang belum lahir tidak diwajibkan.  Tidak diwajibkan bagi orang yang meninggal sebelum matahari terbenam (malam hari  raya Idul Fithri). Bila orang tua hanya mampu membayarkan untuk dirinya sendiri  tidak mampu membayarkan zakat anak-anaknya, maka cukup bagi orang tua itu  membayar untuk dirinya saja.&lt;br /&gt;Orang tua tidak dituntut (diwajibkan)  membayarkan zakat untuk anaknya yang sudah baligh yang kaya atau berkelebihan  yang bisa membayar zakat fithrahnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Benda yang  dizakatkan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sebagaimana yang  disebutkan dalam hadits di atas, benda yang dizakatkan adalah kurma, gandum,  atau kismis, beras dll. Yang menjadi bahan makanan pokok bagi daerah  setempat.&lt;br /&gt;Abu Said Al-Khudri berkata :&lt;br /&gt;Dan makanan kami adalah gandum,  kismis, Aqith (susu kering/keju) dan kurma. (Al-Bukhari 3:293, 1515 Muslim  985).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ukuran&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Satu sha' yang sesuai dengan sha' penduduk Madinah,  Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;Timbangan itu adalah  timbangan penduduk Makkah dan takaran itu adalah takaran penduduk Madinah. (HR.  Abu Dawud No. 2340, An Nasa'I : 7:281 dan Al-Baihaqi (6:31) dari Ibnu Umar  dengan sanad shahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu sebanding dengan dua kilo empat puluh dua  gram (2,042 kg), karena satu sha' = 480 mitsqal, satu mitsqal : 4,25 gram, maka  satu sha' sama dengan 480 x 4,25 gram = 2.040 gram atau 2,04 kg.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Waktu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Waktu menyampaikan yang paling utama adalah setelah  terbit fajar sebelum shalat Idul Fithri berlangsung, namun sebelum Ramadhan  berakhir satu atau dua hari juga diperbolehkan.&lt;br /&gt;Ibnu Umar meriwayatkan,  bahwa:&lt;br /&gt;Bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam menyuruh zakat fithri agar  ditunaikan sebelum manusia keluar ke shalat Ied. (HR. Al-Bukhari 3:463 No.  1503).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam mewajibkan zakat fithrah  sebagai pembersih bagi orang yang berpuasa dari perbuatan yang sia-sia dan kotor  dan sebagai pemberian makan bagi kaum miskin, maka siapa yang menunaikan sebelum  shalat (Ied) maka itulah zakat yang diterima, dan siapa yang menunaikannya  setelah shalat (Ied) maka itu termasuk sedekah biasa. (HR. Abu Daud 2:111 No.  1609, Ibnu Majah No. 1827, Al-Albani menghasankan dalam Al-Irwa' No.  843).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ada halangan/udzur sehingga tidak bisa menunaikan kecuali  setelah shalat, maka hendaklah ditunaikan.&lt;br /&gt;Dapat juga dibagikan sehari atau  dua hari sebelum Ied sebagaimana dilaksanakan oleh Ibnu Umar (Riwayat Ibnu  Khuzaimah 4:83 dari Abdul Warits dari Ayub).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Ibnu Umar  Radhiallaahu 'anhu Menyerahkan zakat fithrah kepada orang-orang yang menerimanya  (yang mengelolanya). Mereka adalah petugas yang diangkat oleh imam untuk  mengumpulkan zakat, demikian itu sebelum idul fithri,satu hari atau dua hari.  (HR. Ibnu Khuzaimah 4:83)&lt;br /&gt;Saya bertanya: "Kapan Ibnu Umar Menyerahkan zakat  fithrah?" Ia menjawab: "Jika petugas sudah siap!" Saya bertanya: "Kapan petugas  Siap?" Ia menjawab: "Sebelum Iedul Fitri sehari atau dua hari". (Al-Bukhari/11:  728 No. 6713).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Orang yang berhak  menerima&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Zakat Fithrah dibagikan  kepada fakir miskin, mereka itulah yang diutamakan sebagaimana hadits tersebut  diatas.&lt;br /&gt;Sebagian ahli fiqih berpendapat zakat fithrah juga untuk: fakir,  miskin, amil/petugas, muallaf, budak ingin merdeka, penanggung hutang, pejuang  agama Allah, musafir yang butuh bekal. Karena zakat fithrah termasuk zakat yang  pembagiannya adalah delapan golongan yang disebut dalam surat At-Taubah ayat 60  (Al-Mughni 4:314).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun yang diutamakan adalah menolong faqir miskin  yang taat beribadah. Sebab hadits Rasulullah diatas menunjuk fakir miskin.  Sedang shadaqah dalam surat At-Taubah : 60 adalah untuk zakat/ shadaqah yang  umum/ (maal). (Majmuatul Fatawa: 13: 47)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tempat  Mengeluarkan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Zakat fithrah harus  dikeluarkan atau dibagikan di daerah tempat sendiri, kecuali bila fuqara dan  masakin tempat tinggal itu telah terpenuhi sedang di daerah lain banyak fakir  miskin atau yang lebih membutuhkan maka boleh dipindah ke daerah  tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila sedang dalam bepergian maka dibagikan kepada fakir miskin  yang ditemukan pada daerah yang ditemui (ditempati) pada saat itu. Membagikan  kepada fakir miskin yang dekat hubungan famili : Saudara, paman dll adalah lebih  utama, namun bukan kepada orang tua, kakek, anak dan cucu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membagi satu  bagian zakat kepada beberapa fakir miskin diperbolehkan, sebagaimana  mengumpulkan beberapa bagian zakat (beberapa sha') untuk satu fakir miskin saja.  Bila dibagi kepada beberapa orang namun masing-masing hanya mendapat bagian yang  sedikit yang tidak mencukupi bagi keluarganya, maka harus dihindari. Namun bila  pembagian yang demikian terpaksa dilakukan demi pemerataan maka haruslah  ditempuh dan diatur dengan sebijaksana dan sebaik mungkin, sebab syariat yang  mulia ini suci dari praktek dan pola yang tidak disetujui oleh akal sehat dan  tuntunan yang bijak dari para pendahulu umatnya. (lihat Majmuatul Fatawa :  13:47)&lt;br /&gt;"Cukupilah mereka di hari ini dari meminta-minta." (HR.  Ad-Daruquthni)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hikmah Zakat &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;ol type="a"&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bagi Pribadi Muslim&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- Membersihkan diri orang yang  berpuasa dari perkataan dan perbuatan yang kotor dan sia-sia, melatih gemar  berinfaq, berpeduli, bersyukur nikmat, qonaah, toleransi.&lt;br /&gt;- Mengobati  penyakit hati, diri pribadi dan sosial seperti: Bakhil, egois, rakus, tamak,  iri, cinta dunia, bahkan permusuhan, penjarahan, kerusuhan, propokasi dll.  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bagi Masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- Memberi jaminan kecukupan bagi  fakir miskin minimal di hari itu dari kesusahan dan meminta-minta, menambah  kemakmuran sehingga teratasi anak-anak drop-out, kebodohan dan orang-orang  sakit.&lt;br /&gt;- Mewujudkan keamanan masyarakat yang rukun, harmonis, saling membela,  menolong dan mencukupi dalam kebajikan, sehingga terwujud cinta dan iman yang  hakiki, maka sukseslah hidup/pembangunan, sebagaimana janji Allah dalam  Al-Qur'an surat Al-A'raf 17: 96. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;font-size:100%;" &gt;(Waznin  Mahfudh).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2974053777475142520-1607840756843395094?l=didigenz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://didigenz.blogspot.com/feeds/1607840756843395094/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2974053777475142520&amp;postID=1607840756843395094' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2974053777475142520/posts/default/1607840756843395094'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2974053777475142520/posts/default/1607840756843395094'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://didigenz.blogspot.com/2009/09/zakat-fitrah.html' title='Zakat Fitrah'/><author><name>Abu wa Ummu Zahra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10337545076974139195</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_uqFp_t7Umbc/TRnh53-lvTI/AAAAAAAAAGo/Kt0xKF-g0kM/S220/163457_125295874201550_122093471188457_171832_533984_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2974053777475142520.post-5670010974235767388</id><published>2009-09-06T03:45:00.000-07:00</published><updated>2009-10-21T05:48:43.210-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah teladan'/><title type='text'>KISAH QARUN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;"&gt;Qarun adalah kaum Nabi Musa, berkebangsaan Israel, dan bukan berasal dari suku Qibthi (Gypsy, bangsa Mesir). Allah mengutus Musa kepadanya seperti diutusnya Musa kepada Fir'aun dan Haman. Allah telah mengaruniai Qarun harta yang sangat banyak dan perbendaharaan yang melimpah ruah yang banyak memenuhi lemari simpanan. Perbendaharaan harta dan lemari-lemari ini sangat berat untuk diangkat karena beratnya isi kekayaan Qarun. Walaupun diangkat oleh beberapa orang lelaki kuat dan kekar pun, mereka masih kewalahan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;"&gt;Qarun mempergunakan harta ini dalam kesesatan, kezaliman dan permusuhan serta membuatnya sombong. Hal ini merupakan musibah dan bencana bagi kaum kafir dan lemah di kalangan Bani Israil.Dalam memandang Qarun dan harta kekayaannya, Bani Israil terbagi atas dua kelompok. Kelompok pertama adalah kelompok orang yang beriman kepada Allah dan lebih mengutmakan apa yang ada di sisi-Nya. Karena itu mereka tidak terpedaya oleh harta Qarun dan tidak berangan-angan ingin memilikinya. Bahkan mereka memprotes kesombongan, kesesatan dan kerusakannya serta berharap agar ia menafkahkan hartanya di jalan Allah dan memberikan kontribusi kepada hamba-hamba Allah yang lain.Adapun kelompok kedua adalah yang terpukau dan tertipu oleh harta Qarun karena mereka telah kehilangan tolok ukur nilai, landasan dan fondasi yang dapat digunakan untuk menilai Qarun dan hartanya. Mereka menganggap bahwa kekayaan Qarun merupakan bukti keridhaan dan kecintaan Allah kepadanya. Maka mereka berangan-angan ingin bernasib seperti itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;"&gt;Qarun mabuk dan terlena oleh melimpahnya darta dan kekayaan. Semua itu membuatnya buta dari kebenaran dan tuli dari nasihat-nasihat orang mukmin. Ketika mereka meminta Qarun untuk bersyukur kepada Allah atas sedala nikmat harta kekayaan dan memintanya untuk memanfaatkan hartanya dalam hal yang bermanfaat,kabaikan dan hal yang halal karena semua itu adalah harta Allah, ia justru menolak seraya mengatakan "Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu karena ilmu yang ada padaku"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;"&gt;Suatu hari, keluarlah ia kepada kaumnya dengan kemegahan dan rasa bangga, sombong dan congkaknya. Maka hancurlah hati orang fakir dan silaulah penglihatan mereka seraya berkata, "Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa diberikan kepada Qarun; sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar."Akan tetapi orang-orang mukmin yang dianugerahi ilmu menasihati orang-orang yang tertipu seraya berkata, "Kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh…."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;"&gt;Berlakulah sunnatullah atasnya dan murka Allah menimpanya. Hartanya menyebabkan Allah murka, menyebabkan dia hancur, dan datangnya siksa Allah. Maka Allah membenamkan harta dan rumahnya kedalam bumi, kemudian terbelah dan mengangalah bumi, maka tenggelamlah ia beserta harta yang dimilikinya dengan disaksikan oleh orang-orang Bani Israil. Tidak seorangpun yang dapat menolong dan menahannya dari bencana itu, tidak bermanfaat harta kekayaan dan perbendaharannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;"&gt;Tatkala Bani Israil melihat bencana yang menimpa Qarun dan hartanya, bertambahlah keimanan orang-orang yang beriman dan sabar. Adapaun mereka yang telah tertipu dan pernah berangan-angan seperti Qarun, akhirnya mengetahui hakikat yang sebenarnya dan terbukalah tabir, lalu mereka memuji Allah karena tidak mengalami nasib seperti Qarun. Mereka berkata, "Aduhai, benarlah Allah melapangkan rezeki bagi siapa saja yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya dan menyempitkannya; kalau Allah tidak melimpahkan karunia-Nya atas kita benar-benar Dia telah membenamkan kita (pula). Aduhai benarlah, tidak beruntung orang-orang yang mengingkari (nikmat Allah)."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;"&gt;PENYEBUTAN QARUN DALAM QURAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;"&gt;Nama Qarun diulang sebanyak empat kali dalam Al-Quran, dua kali dalam surah al-Qashash, satu kali dalam surah al-`Ankabut, dan satu kali dalam surah al-Mu'min.Penyebutan dalam surah al-`Ankabut pada pembahasan singkat tentang pendustaan oleh tiga orang oknum thagut, yaitu Qarun,Fir'aun, dan Haman, lalu Allah menghancurkan mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;"&gt;"Dan (juga) Qarun, Fir'aun dan Haman. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka Musa dengan (membawa bukti-bukti) keterangan-keterangan yang nyata. Akan tetapi, mereka berlaku sombong di (muka) bumi, dan tiadalah mereka orang-orang yang luput (dari kehancuran itu).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;"&gt;Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya, maka diantara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu, kerikil dan diantara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, dan diantara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan diantara mereka ada yang Kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri." (al-`Ankabut: 39-40)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;"&gt;Penyebutan dalam surah al-Mu'min (Ghafir) pada kisah pengutusan Musa a.s. kepada tiga orang thagut yang mendustakannya."Dan sesungguhnya telah Kami utus Musa dengan membawa ayat-ayat Kami dan keterangan yang nyata, kepada Fir'aun, Haman, dan Qarun, maka mereka berkata, `(Ia) adalah seorang ahli sihir yang pendusta.'" (al-Mu'min:23-24)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2974053777475142520-5670010974235767388?l=didigenz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://didigenz.blogspot.com/feeds/5670010974235767388/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2974053777475142520&amp;postID=5670010974235767388' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2974053777475142520/posts/default/5670010974235767388'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2974053777475142520/posts/default/5670010974235767388'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://didigenz.blogspot.com/2009/09/kisah-qarun.html' title='KISAH QARUN'/><author><name>Abu wa Ummu Zahra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10337545076974139195</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_uqFp_t7Umbc/TRnh53-lvTI/AAAAAAAAAGo/Kt0xKF-g0kM/S220/163457_125295874201550_122093471188457_171832_533984_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2974053777475142520.post-506567958399779501</id><published>2009-09-06T03:42:00.000-07:00</published><updated>2009-10-21T05:44:27.749-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah teladan'/><title type='text'>KISAH BERKAT DI SEBALIK MEMBACA BISMILLAH</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;"&gt;Ada seorang perempuan tua yang taat beragama, tetapi suaminya seorang yang fasik dan tidak mahu mengerjakan kewajipan agama dan tidak mahu berbuat kebaikan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;"&gt;Perempuan itu sentiasa membaca Bismillah setiap kali hendak bercakap dan setiap kali dia hendak memulakan sesuatu sentiasa didahului dengan Bismillah. Suaminya tidak suka dengan sikap isterinya dan sentiasa memperolok-olokkan isterinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;"&gt;Suaminya berkata sambil mengejak, "Asyik Bismillah, Bismillah. Sekejap-sekejap Bismillah."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;"&gt;Isterinya tidak berkata apa-apa sebaliknya dia berdoa kepada Allah S.W.T. supaya memberikan hidayah kepada suaminya. Suatu hari suaminya berkata : "Suatu hari nanti akan aku buat kamu kecewa dengan bacaan-bacaanmu itu."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;"&gt;Untuk membuat sesuatu yang memeranjatkan isterinya, dia memberikan wang yang banyak kepada isterinya dengan berkata, "Simpan duit ini." Isterinya mengambil duit itu dan menyimpan di tempat yang selamat, di samping itu suaminya telah melihat tempat yang disimpan oleh isterinya. Kemudian dengan senyap-senyap suaminya itu mengambil duit tersebut dan mencampakkan beg duit ke dalam perigi di belakang rumahnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;"&gt;Setelah beberapa hari kemudian suaminya itu memanggil isterinya dan berkata, "Berikan padaku wang yang aku berikan kepada engkau dahulu untuk disimpan."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;"&gt;Kemudian isterinya pergi ke tempat dia menyimpan duit itu dan diikuti oleh suaminya dengan berhati-hati dia menghampiri tempat dia menyimpan duit itu dia membuka dengan membaca, "Bismillahirrahmanirrahiim." Ketika itu Allah S.W.T. menghantar malaikat Jibrail A.S. untuk mengembalikan beg duit dan menyerahkan duit itu kepada suaminya kembali.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;"&gt;Alangkah terperanjat suaminya, dia berasa bersalah dan mengaku segala perbuatannya kepada isterinya, ketika itu juga dia bertaubat dan mula mengerjakan perintah Allah, dan dia juga membaca Bismillah apabila dia hendak memulakan sesuatu kerja.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2974053777475142520-506567958399779501?l=didigenz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://didigenz.blogspot.com/feeds/506567958399779501/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2974053777475142520&amp;postID=506567958399779501' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2974053777475142520/posts/default/506567958399779501'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2974053777475142520/posts/default/506567958399779501'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://didigenz.blogspot.com/2009/09/kisah-berkat-di-sebalik-membaca.html' title='KISAH BERKAT DI SEBALIK MEMBACA BISMILLAH'/><author><name>Abu wa Ummu Zahra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10337545076974139195</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_uqFp_t7Umbc/TRnh53-lvTI/AAAAAAAAAGo/Kt0xKF-g0kM/S220/163457_125295874201550_122093471188457_171832_533984_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2974053777475142520.post-1168793122065158719</id><published>2009-09-06T03:38:00.000-07:00</published><updated>2009-10-21T05:38:36.542-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tips'/><title type='text'>RAHSIA KHUSYUK DALAM SEMBAHYANG</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Seorang ahli ibadah bernama Isam bin Yusuf, dia sangat warak dan sangat khusyuk solatnya. Namun dia selalu khuatir kalau-kalau ibadahnya kurang khusyuk dan selalu bertanya kepada orang yang dianggapnya lebih ibadahnya, demi untuk memperbaiki dirinya yang selalu dirasakan kurang khusyuk. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Pada suatu hari, Isam menghadiri majlis seorang abid bernama Hatim Al-Isam dan bertanya : "Wahai Aba Abdurrahman, bagaimanakah caranya tuan solat?" &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Hatim berkata : "Apabila masuk waktu solat aku berwudhu' zahir dan batin." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Isam bertanya, "Bagaimana wudhu' zahir dan batin itu?" &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Hatim berkata, "Wudhu' zahir sebagaimana biasa, iaitu membasuh semua anggota wudhu' dengan air. Sementara wudhu' batin ialah membasuh anggota dengan tujuh perkara :- &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;1.    bertaubat &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;2.    menyesali dosa yang dilakukan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;3.    tidak tergila-gilakan dunia &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;4.    tidak mencari / mengharap pujian orang (riya') &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;5.    tinggalkan sifat berbangga &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;6.    tinggalkan sifat khianat dan menipu &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;7.    meninggalkan sifat dengki &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Seterusnya Hatim berkata, "Kemudian aku pergi ke masjid, aku kemaskan semua anggotaku dan menghadap kiblat. Aku berdiri dengan penuh kewaspadaan dan aku bayangkan Allah ada di hadapanku, syurga di sebelah kananku, neraka di sebelah kiriku, malaikat maut berada di belakangku, dan aku bayangkan pula bahwa aku seolah-olah berdiri di atas titian 'Sirratul Mustaqim' dan aku menganggap bahwa solatku kali ini adalah solat terakhirku, kemudian aku berniat dan bertakbir dengan baik. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Setiap bacaan dan doa dalam solat kufaham maknanya, kemudian aku ruku' dan sujud dengan tawadhu', aku bertasyahhud dengan penuh pengharapan dan aku memberi salam dengan ikhlas. Beginilah aku bersolat selama 30 tahun." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Apabila Isam mendengar, menangislah dia kerana membayangkan ibadahnya yang kurang baik bila dibandingkan dengan Hatim.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2974053777475142520-1168793122065158719?l=didigenz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://didigenz.blogspot.com/feeds/1168793122065158719/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2974053777475142520&amp;postID=1168793122065158719' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2974053777475142520/posts/default/1168793122065158719'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2974053777475142520/posts/default/1168793122065158719'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://didigenz.blogspot.com/2009/09/rahsia-khusyuk-dalam-sembahyang.html' title='RAHSIA KHUSYUK DALAM SEMBAHYANG'/><author><name>Abu wa Ummu Zahra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10337545076974139195</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_uqFp_t7Umbc/TRnh53-lvTI/AAAAAAAAAGo/Kt0xKF-g0kM/S220/163457_125295874201550_122093471188457_171832_533984_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2974053777475142520.post-6825734582780829181</id><published>2009-09-06T03:35:00.000-07:00</published><updated>2009-10-21T05:32:45.674-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='serba serbi'/><title type='text'>Penelitian Ilmiah Tentang Puasa</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;A. Manfaat Puasa Secara Medis&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Allah ta'alaa berfirman:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p dir="rtl" style="direction: rtl; unicode-bidi: embed; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:15;"&gt;يايها الذين أمنوا كتب عليكم الصيام كما كتب على الذين من قبلكم لعلكم تتقون&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="ltr" style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan kepada kalian untuk berpuasa sebagaimana juga telah diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalian, agar kalian bertaqwa (Q.S. Al-Baqarah: 183).&lt;br /&gt;Allah berfirman:&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"  style="font-size:9;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p dir="rtl" style="direction: rtl; unicode-bidi: embed; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:15;"&gt;وأن تصوموا خير لكم إن كنتم تعلمون&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="ltr" style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Dan andai kalian memilih puasa tentulah itu lebih baik bagi kalian jika kalian mengetahui (Q.S. Al-Baqarah: 184).&lt;br /&gt;Apakah ilmu pengetahuan kontemporer sudah bisa mengungkap rahasia dari firman Allah "Dan jika kalian berpuasa maka itu lebih baik bagi kalian"???&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"  style="font-size:9;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Sesungguhnya ilmu pengetahuan kedokteran kontemporer belum mempu mengungkap hakikat puasa, selain hanya menyatakan bahwa puasa adalah keinginan yang boleh bagi manusia untuk melakukannya atau tidak. Itu saja. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Sesungguhnya puasa, setelah melalui berbagai penelitian ilmiah dan terperinci terhadap organ tubuh manusia dan aktivitas fisiologisnya menemukan bahwa puasa secara jelas adalah sesuatu yang harus dilakukan oleh tubuh manusia sehingga ia bisa terus melakukan aktivitasnya secara baik. Dan puasa benar-benar sangat penting dan dibutuhkan bagi kesehatan manusia sebagaimana manusia membutuhkan makan, bernafas, bergerak, dan tidur. Maka manusia sangat membutuhkan hal-hal ini. Jika manusia tidak bisa tidur, makan selama rentang waktu yang lama maka ia akan sakit. Maka, tubuh manusia pun akan mengalami hal yang jelek jika ia tidak berpuasa.&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Nasaa'i dari shahabat Abu Umamah:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p dir="rtl" style="direction: rtl; unicode-bidi: embed; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:15;"&gt;قال أبو أمامة: يا رسول الله، مرني بعمل ينفعني الله به، قال: ((عليك بالصوم فإنه لا مثل له ))&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="ltr" style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;"Wahai Rasulullah, perintahkanlah kepadaku satu amalan yang Allah akan memberikan manfaat-Nya kepadaku dengan sebab amalan itu". Maka Rasulullah bersabda, "Berpuasalah, sebab tidak ada satu amalan pun yang setara dengan puasa".&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"  style="font-size:9;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Dan sebab pentingnya puasa bagi tubuh adalah karena puasa bisa membantu badan dalam membuang sel-sel yang sudah rusak, sekaligus sel-sel atau hormon atau pun zat-zat yang melebihi jumlah yang dibutuhkan tubuh. Dan puasa, sebagaimana dituntunkan oleh Islam adalah rata-rata 14 jam, kemudian baru makan untuk durasi waktu beberapa jam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Ini adalah metode yang bagus untuk sistem pembuangan sel-sel atau hotmon yang rusak dan membangun kembali badan dengan sel-sel baru. Dan ini sangat berbeda dengan dengan apa yang difahami kebanyakan orang bahwa puasa menyebabkan orang menjadi lemah dan lesu. Puasa yang bagus bagi badan itu adalah dengan syarat dilakukan selama satu bulan berturut-turut dalam setahun, dan bisa ditambahkan 3 hari setiap bulan. hal ini sesuai benar dengan anjuran Rasulullah dalam sebuah haditsnya:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p dir="rtl" style="direction: rtl; unicode-bidi: embed; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:15;"&gt;(( من صام من كل شهر ثلاثة أيام فذلك صيام الدهر ))&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="ltr" style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Siapa yang berpuasa tiga hari setiap bulan, maka itu sama dengan puasa dahr (puasa sepanjang tahun).&lt;br /&gt;Dan Allah pun membenarkan ucapan Nabi ini dengan firman-Nya:&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"  style="font-size:9;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p dir="rtl" style="direction: rtl; unicode-bidi: embed; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:15;"&gt;من جاء بالحسنة فله عشر أمثالها&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="ltr" style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Barangsiapa yang beramal dengan satu perbuatan baik, maka Allah memberikan kepadanya 10 kali lipat dari amalan itu.&lt;br /&gt;Satu hari dihargai 10 hari oleh Allah, maka 3 hari dihargai 30 hari, dan bila 3 hari setiap bulan maka menjadi 36 hari. Dan ini senilai dengan 360 hari atau satu tahun dalam penghargaan Allah.&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"  style="font-size:9;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;Tom Branch, dari Columbia Press mengatakan:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Aku menganggap puasa adalah pengalaman ruhani yang sangat luar biasa, lebih besar daripada pengalaman biologis/badan semata. Maka karena keinginan itu, aku mulai berpuasa dengan tujuan membersihkan diriku dari berat badan yang berlebih. Akan tetapi, ternyata aku mendapati bahwa puasa tersebut bermanfaat sekali bagi kejernihan fikiran. Puasa sangat membantu pandangan mata sehingga pandangan menjadi jelas sekali. Demikian juga sangat membantu dalam menganalisis ide-ide baru atau pun persepsi. Dan aktivitas puasaku belum berlalu beberapa hari, tetapi aku mendapati pengaruh kejiwaan yang demikian besar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Aku telah berpuasa beberapa kali hinga sekarang. Dan aku biasanya memilih waktu antara 1 sampai 6 hari. Dan pada awalnya tujuanku adalah untuk menghilangkan efek negatif dari makanan yang aku konsumsi, juga untuk membersihkan jiwaku dari hal-hal yang aku alami sepanjang hidupku, khususnya setelah memperhatikan dunia dalam beberapa bulan terakhir, dan aku melihat banyak kedhaliman dan kebrutalan yang manusia hidup di dalamnya. Sungguh aku merasa bertangung jawab terhadap keadaan mereka, maka aku pun berpuasa untuk menghilangkan fikiran-fikiran itu."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;"Saya setiap kali berpuasa perasaan tertarik pada makanan benar-benar hilang, dan aku merasakan badanku sangat rileks dan nyaman. Dan aku merasakan diriku berpaling dari fantasi-fantasi, emosi-emosi negatif seperti dengki, cemburu, suka ngerumpi, juga hilang perasaan takut, perasaan tidak enak, dan bosan. Semua perasaan-perasaan ini hilang dengan sendirinya ketika aku berpuasa. Dan sungguh aku merasa dengan pengalaman yang begitu mengesankan bersama dengan banyak manusia ketika berpuasa. Dan mungkin semua yang aku katakan ini adalah sebab yang menjadikan muslimin -sebagaimana aku melihat mereka di Turki, Suriah, dan Quds- dengan puasa selama 1 bulan penuh menjadikan jiwa-jiwa mereka begitu mengesankan yang tidak pernah aku temukan di belahan duni manapun".&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;B. Mencegah Dari Tumor&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Puasa juga berfungsi sebagai "dokter bedah" yang menghilangkan sel-sel yang rusak dan lemah di dalam tubuh. Maka, rasa lapar yang dirasakan orang yang sedang berpuasa akan bisa menggerakan organ-organ internal di dalam tubuh untuk menghancurkan atau memakan sel-sel yang rusah atau lemah tadi untuk menutupi rasa laparnya. Maka hal itu merupakan saat yang bagus bagi badan untuk mengganti sel-selnya dengan sel-sel baru sehingga bisa kembali berfungsi dan beraktivitas. Dengan hal itu juga bisa menghilangkan atau memakan organ-organ yang sakit dan memperbaharuinya. Dan puasa juga berfungsi menjaga badan dari berbagai penambahan zat-zat berbahaya, seperti kelebihan kalsium, kelebihan daging, dan lemak. Juga bisa mencegah terjadinya tumor ketika awal-awal pembentukannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;C. Menjaga Kadar Gula Dalam Darah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Puasa saangat bagus dalam menurunkan kadar gula dalam darah hingga mencapai kadar seimbang. Berdasarkan hal ini, maka sesungguhnya puasa memberikan kepada kelenjar pankreas kesempatan yangbaik untuk istirahat. Maka, pankreas pun mengeluarkan insulin yang menetralkan gula menjadi zat tepung dan lemak dikumpulkan di dalam pankreas. Apabila makanan kelebihan kandungan insulin, maka pankreas akan mengalami tekanan dan melemah. Hal ini hingga akhirnya pankreas tidak bisa menjalankan fungsinya. Maka, kadar darah pun akan merambat naik dan terus meningkat hingga akhirnya muncul penyakit diabets. Dan sudah banyak dilakukan usaha pengobatan terhadap diabets ini di seluruh dunia dengan mengikuti "sistem puasa" selama lebih dari 10 jam dan kurang dari 20 jam. Setiap kelompok mendapatkan pengaruh sesuai dengan keadaannya. Kemudian, para penderita tersebut mengkonsumsi makanan ringan selama berurutan yang kurang dari 3 minggu. Dan metode semacam ini telah mencapai hasil yang menakjubkan dalam pengobatan diabets dan tanpa menggunakan satu obat-obatan kimiawi pun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;D. Puasa Adalah Dokter Yang Paling Murah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Sesungguhnya puasa, tanpa berlebih-lebihan, adalah "dokter" yang paling murah secara mutlak. Sebab puasa bisa menurunkan berat badan secara signifikan, dengan catatan ketika berbuka puasa memakan makanan dengan menu seimbang dan tidak mengkonsumsi makanan dan minuman langsung ketika berbuka. Rasullulah ketika memulai ifthar dari puasa adalah dengan memakan beberapa biji kurma dan bukan yang lain, atau seteguk air putih lalu shalat. Inilah petunjuk.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Dan inisebaik-baik petunjuk bagi orang yang berpuasa dari makanan dan minuman untuk waktu yang lama. Maka, gula ada dalam kurma dan orang akan merasa kenyang ketika memakan kurma, sebab ia sangat mudah dicerna dan dikirim ke dalam darah, dan pada saat yang sama ia memberikan energi atau kekuatan kepada badan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Adapun jika kita langsung makan daging setelah lapar karena puasa, sayuran, dan roti, maka tubuh memerlukan waktu yang lumayan lama untuk bisa mencerna dan menyerap sari makanannya dan baru kemudian kita merasa kenyang. Dan pada saat seperti ini, maka orang ketika awal-awal berbuka akan tetap merasa lapar. Dan akhirnya, orang yang berpuasa itu kurang bisa memperoleh manfaat langsung dari puasanya, yaitu memperoleh kesehatan, afiat, dan vitalitas, bahkan ia akan tetap kebanyakan lemak dan kegemukan. Dan ini tentu bukanlah tujuan Allah mensyariatkan bagi hamba-Nya untuk berpuasa.&lt;br /&gt;Allah berfirman:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p dir="rtl" style="direction: rtl; unicode-bidi: embed; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:15;"&gt;شهر رمضان الذي أنزل فيه القرآن هدى للناس وبينات من الهدى والفرقان، فمن شهد منكم الشهر فليصمه، ومن كان مريضا أو على سفر فعدة من أيام آخر، يريد الله بكم اليسرى ولا يريد بكم العسر (البقرة: 185)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="ltr" style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Bulan Ramadhan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia, penjelasan atas petunjuk itu dan pembeda. Maka siapa yang menemui bulan Ramadhan ini maka berpuasalah. Dan siapa yang sakit atau dalam perjalanan maka dia mengganti puasa tersebut pada bulan-bulan lain. Allah menginginkan untuk kalian kemudahan dan tidak menginginkan bagi kalian kesulitan (Q.S. Al-Baqarah: 175).&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"  style="font-size:9;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;E. Penyakit-Penyakit Kulit&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Sungguh puasa memberikan manfaat untuk mengobati berbagai penyakit kulit. hal ini disebabkan karena dengan puasa maka kandungan air dalam darah berkurang, maka berkurang juga kandungan air yang ada di kulit. Hal ini pada gilirannya akan berpengaruh pada:&lt;br /&gt;1. Menambah kekuatan kulit dalam melawan mikroba dan penyakit-penyakit mikroba dalam perut.&lt;br /&gt;2. Meminimalisir kemungkinan penyakit-penyakit kulit yang menyebar di sekujur badan seperti sakit psoriasis (sakit kulit kronis).&lt;br /&gt;3. Meminimalisir alergi kulit dan membatasi masalah kulit berlemak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;Ny. Ilham Husain, seorang puteri Mesir menuturkan:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt;Ketika aku berusia 10 tahun, aku menderita sakit kulit yang kronis. Penyakit ini muncul dengan warna merah, dan aku tidak menemui satu jenis obat pun. Dan setelah dokter-dokter spesialis kulit terkenal di Mesir berkata kepada Ayahku, "Kalian harus membiasakan ini dan kalian hidup dengan penyakit ini. Penyakit iniadalah tamu yang memberatkan lagi memakan waktu lama".&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Dan ketika usiaku mencapai akhir 20 tahun, dan dekat dengan waktu pernikahanku, aku semakin berduka dan mengucilkan diri dari masyarakat, aku benar-benar sumpeg (sempit dada). Dan akhirnya, salah seorang sahabat ayahku yang selalu membiasakan diri melakukan puasa memberi nasihat kepadaku, "Cobalah wahai puteriku, engkau berpuasa sehari kemudian engkau berbuka (makan) sehari, sebab hal itulah yang juga menjadi sebab kesembuhan suamiku dari penyakit yang sampai sekarang tidak diketahui obatnya oleh dokter. Akan tetapi, lakukanlah bahwa pemberi obat adalah Allah dan sesungguhnya sebab terjadinya obat seluruhnya ada di tangan-Nya. Maka, mohonlah kesembuhan terlebih dahulu kepada-Nya dari penyakit yang engkau derita ini, lalu berpuasalah".&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Maka, aku pun melakukan puasa, dan aku mulai meneliti hal-hal yang mengeluarkan aku dari jahim yang menyelimutiku. Dan aku membiasakan diri ketika berbuka puasa mengkonsumsi berbagai sayuran dan buah-buahan, kemudian setelah 3 jam aku baru makan makanan berat. Dan aku makan (tidak puasa) pada hari ke dua, lalu berpuasa para hari ke tiga, dan demikian seterusnya. Dan mulai terjadi hal yang mengherankan semua orang, yaitu sakit yang aku derita itu mulai sembuh setelah melewati waktu 2 bulan sejak aku berpuasa. Aku sampai tidak percaya pada diriku, dan aku memulai seperti biasa, dan aku melihat bekas sakitku itu sedikit-demi sedikit mulai hilang dan sampai akhirnya benar-benar sembuh. Akhirnya, aku pun tidak pernah tertimpa penyakit kulit tersebut sampai akhir hayatku."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;F. Puasa Mencegah "Penyakit Orang Kaya"&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Penyakit ini sering juga disebut dengan nama "penyakit nacreous" yaitu yang disebabkan karena kelebihan makanan dan sering makan daging. Dan akhirnya tubuh tidak bisa mengurai berbagai protein yang ada dalam daging. Dimana darinya akan menyebabkan tumpukan kelebihan urine dalam persendian, khususnya pada persendian jari-jari besar di kaki. Dan ketika persendian terkena penyakit nacreous, maka ia akan membengkak dan memerah dan disertai nyeri yang sangat. Dan terkadang kadar garam pada air kencing berlebih dalam darah, kemudian ia mengendap di ginjal dan akhirnya mengkristal di dalam ginjal. Dan mengurangi porsi makan merupakan sebab utama bagi kesembuhan dari penyakit yang sangat berbahaya ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;G. Pembekuan Jantung dan Otak&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Para profesor yang melakukan penelitian medikal ilmiah ini --mayoritasnya adalah non-muslim-- menegaskan akan kebenaran puasa, sebab puasa bisa menjadi sebab berkurangnya minyak dalam tubuh dan pada gilirannya akan menyebabkan berkurangnya kolesterol. Taukah anda apa "mal-kolesterol" itu? Mal-Kolesterol adalah zat yang tertimbun pada oleh karena itu tidaklah berlebihan jika kita mau mendengarkan kepada firman Allah Ta`ala yang berbunyi :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p dir="rtl" style="direction: rtl; unicode-bidi: embed; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:15;"&gt;وأن تصوموا خير لكم إن كنتم تعلمون&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="ltr" style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;"Dan adaikan kalian mau berpuasa tentu itu lebih bagus bagi kalian jika kalian mengetahui."&lt;br /&gt;Maka berapa ribu manusia yang diliputi kebiasaan makan dan minum secara terus menerus tanpa ilmu ataupun bukan karena keinginan. Dan andai mereka mengikuti metode Allah dan sunnah Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam yang tidak berlebihan dalam hal makan dan minum, puasa tiga kali tiap bulan, tentu mereka akan mengetahui bahwa berbagai penyakit yang mereka alami akan berakhir serta akan turun berat badan mereka beberapa puluh kilogram. &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"  style="font-size:9;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;H. Sakit Persendian Tulang&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Sakit persendian adalah penyakit yang timbul karena berlalunya waktu yang panjang. Dengan hal itu maka organ-oragan tubuh mulai terasa nyeri dan sakit-sakitpun akan menyertai, dan kedua tangan dan kaki akan mengalami nyeri yang banyak. Penyakit ini terkadang menimpa manusia pada fase-fase akhir usianya, akan tetapi lebih khusus lagi pada usia antara 30 s/d 50 tahun. Dan masalah yang sesungguhnya adalah kedokteran modern belum mampu menemukan obat atas penyakit ini sampai sekarang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Akan tetapi percobaan ilmiah yang dilakukan di Rusia menegaskan bahwasannya puasa bisa menjadi sebab kesembuhan penyakit ini. Dan puasa bisa mengembalikan atau membersihkan tubuh dari hal-hal yang membahayakan. Puasa ini dilakukan selama tiga minggu berturut-turut. pada kondisi ini maka mikroba ataupun bakteri penyebab penyakit ini menjadi zat yang dibersihkan pada badan selama puasa. Percobaan ini dilakukan terhadap jumlah penderita penyakit tersebut dan ternyata memperoleh hasil yang menakjubkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Berkata Sulaiman Rogerz dari New York berkata, "Aku pernah mengalami penyakit dis-fungsi persendian tulang yang sangat kronis selama tiga tahun yang lalu, padahal penyakit ini tidak terlalu berat waktu itu kecuali aku tidak bisa berjalan jauh, dan tidak mampu duduk lebih dari setengah jam. Aku sudah mencari obat dari berbagai jenis akan tetapi semuanya gagal kemudian qodarullah aku berkenal dengan seorang kawan namanya Zanji Irfani disebuah jalan yang menuju masjid dan ia mengajak aku masuk Islam, dan kami waktu itu sedang di bulan Ramadhan, dan aku sangat terheran-heran dengan metode puasa itu sendiri, akan tetapi aku terus mengikuti aturan Islam ini karena aku merasa aturan itu lebih menyejukan hati dimana atarun-aturan itu bisa mencegah munculnya zat-zat yang berbahaya dan menyeimbangkan hal-hal yang tidak stabil di dalam tubuh. Dua hal inilah masalah yang paling susah yang aku alami di New York. Dan sungguh aku mencoba untuk berpuasa sehari sebelum masuk Islam, aku hanya makan sayur-sayuran, buah-buahan dan kurma saja ketika berbuka pusa. Dan aku tidak makan apapun setelah itu kecuali ketika sahur, dan kini aku bisa berjalan panjang dan Alhamdulillah aku bisa berjalan cepat. Dan akhirnyapun hilang semua nyeri yang selama ini aku alami. Puasa ini merupakan satu-satunya cara yang aku temui yang bisa mengobati penyakitku ini. Maka akupun mengucapkan syukur pada Allah atas limpahan nikmat-Nya padaku untuk masuk Islam setelah aku benar-benar mantap dengan-Nya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Diakhirnya, Sulaiman berkata sesungguhnya puasa memiliki keutamaan besar sekali bagiku, andai engkau melihat bagaimana aku menyambut bulan Ramadhan setiap tahun, tentu engkau akan mengatakan, "Ah, layaknya seperti anak kecil saja tidak seperti orang yang berusia 40 atau 50 tahun".&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;( alsofwah.or.id 1 Ramadhan 1424 )&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2974053777475142520-6825734582780829181?l=didigenz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://didigenz.blogspot.com/feeds/6825734582780829181/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2974053777475142520&amp;postID=6825734582780829181' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2974053777475142520/posts/default/6825734582780829181'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2974053777475142520/posts/default/6825734582780829181'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://didigenz.blogspot.com/2009/09/penelitian-ilmiah-tentang-puasa.html' title='Penelitian Ilmiah Tentang Puasa'/><author><name>Abu wa Ummu Zahra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10337545076974139195</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_uqFp_t7Umbc/TRnh53-lvTI/AAAAAAAAAGo/Kt0xKF-g0kM/S220/163457_125295874201550_122093471188457_171832_533984_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2974053777475142520.post-8217000375178570987</id><published>2009-09-06T03:33:00.000-07:00</published><updated>2009-10-21T05:26:05.996-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sunnah rosul'/><title type='text'>Bersin dan Menguap</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Rasulullah bersabda:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p dir="rtl" style="direction: rtl; unicode-bidi: embed; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:15;"&gt;عن أبي هريرة رضي الله تعالى عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: (( إن الله يحب العطاس ويكره التثاؤب، فإذا عطس فحمد الله فحق على كل مسلم سمعه أن يشمته، وأما التثاؤب فإنما هو من الشيطان فليرده ما استطاع، فإذا قال: ها، ضحك منه الشيطان )) صحيح البخاري في الأدب 6223&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="ltr" style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Dari Abu Hurairah radhiyallahu ta'alaa anhu, Rasulullah bersabda, "Sungguh Allah mencintai orang yang bersin dan membenci orang yang menguap, maka jika kalian bersin maka pujilah Allah, maka setiap orang yang mendengar pujian itu untuk menjawabnya; adapun menguap, maka itu dari syaitan, maka lawanlah itu sekuat tenagamu. Dan apabil seseorang menguap dan terdengar bunyi: Aaaa, maka syaitan pun tertawa karenanya". Shahih Bukhari, 6223.&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"  style="font-size:9;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Imam Ibn Hajar berkata, "Imam Al-Khathabi mengatakan bahwa makna cinta dan benci pada hadits di atas dikembalikan kepada sebab yang termaktub dalam hadits itu. Yaitu bahwa bersin terjadi karena badan yang kering dan pori-pori kulit terbuka, dan tidak tercapainya rasa kenyang. Ini berbeda dengan orang yang menguap. Menguap terjadi karena badan yang kekenyangan, dan badan terasa berat untuk beraktivitas, hal ini karena banyaknya makan . Bersin bisa menggerakkan orang untuk bisa beribadah, sedangkan menguap menjadikan orang itu malas (Fath-hul Baari: 10/6077)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Nabi menjelaskan bagaimana seseorang yang mendengar orang yang bersin dan memuji Allah agar membalas pujian tersebut.&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p dir="rtl" style="direction: rtl; unicode-bidi: embed; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:15;"&gt;(( إذا عطس أحدكم فليقل الحمد لله، وليقل له أخوه أو صاحبه: يرحمك الله، فإذا قال له يرحمك الله فليقل: يهديكم الله ويصلح بالكم )) صحيح البخاري في الأدب: 6224&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="ltr" style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Apabila salah seorang diantara kalian bersin, maka ucapkanlah Al-Hamdulillah, dan hendaklah orang yang mendengarnya menjawab dengan Yarhamukallahu, dan bila dijawab demikian, maka balaslah dengan ucapan Yahdikumullahu wa Yushlihubaalakum (HR. Bukhari, 6224)&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"  style="font-size:9;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Dan para dokter di zaman sekarang mengatakan, "Menguap adalah gejala yang menunjukkan bahwa otak dan tubuh orang tersebut membutuhkan oksigen dan nutrisi; dan karena organ pernafasan kurang dalam menyuplai oksigen kepada otak dan tubuh. Dan hal ini terjadi ketika kita sedang kantuk atau pusing, lesu, dan orang yang sedang menghadapi kematian. Dan menguap adalah aktivitas menghirup udara dalam-dalam melalui mulut, dan bukan mulut dengan cara biasa menarik nafas dalam-dalam !!! Karena mulut bukanlah organ yang disiapkan untuk menyaring udara seperti hidung. Maka, apabila mulut tetap dalam keadaan terbuka ketika menguap, maka masuk juga berbagai jenis mikroba dan debu, atau kutu bersamaan dengan masuknya udara ke dalam tubuh. Oleh karena itu, datang petunjuk nabawi yang mulia agar kita melawan "menguap" ini sekuat kemampuan kita, atau pun menutup mulut saat menguap dengan tangan kanan atau pun dengan punggung tangan kiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Bersin adalah lawan dari menguap yaitu keluarnya udara dengan keras, kuat disertai hentakan melalui dua lubang: hidung dan mulut. Maka akan terkuras dari badan bersamaan dengan bersin ini sejumlah hal seperti debu, haba' (sesuatu yang sangat kecil, di udara, yang hanya terlihat ketika ada sinar matahari), atau kutu, atau mikroba yang terkadang masuk ke dalam organ pernafasan. Oleh karena itu, secara tabiat, bersin datang dari Yang Maha Rahman (Pengasih), sebab padanya terdapat manfaat yang besar bagi tubuh. Dan menguap datang dari syaithan sebab ia mendatangkan bahaya bagi tubuh. Dan atas setiap orang hendaklah memuji Allah Yang Maha Suci Lagi Maha Tinggi ketika dia bersin, dan agar meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk ketika sedang menguap (Lihat Al-Haqa'iq Al-Thabiyah fii Al-Islam: hal 155)&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=""&gt;( alsofwah.or.id - 13 Ramadhan 1424/071103 )&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2974053777475142520-8217000375178570987?l=didigenz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://didigenz.blogspot.com/feeds/8217000375178570987/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2974053777475142520&amp;postID=8217000375178570987' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2974053777475142520/posts/default/8217000375178570987'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2974053777475142520/posts/default/8217000375178570987'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://didigenz.blogspot.com/2009/09/bersin-dan-menguap.html' title='Bersin dan Menguap'/><author><name>Abu wa Ummu Zahra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10337545076974139195</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_uqFp_t7Umbc/TRnh53-lvTI/AAAAAAAAAGo/Kt0xKF-g0kM/S220/163457_125295874201550_122093471188457_171832_533984_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2974053777475142520.post-5655579819129771882</id><published>2009-09-05T19:29:00.000-07:00</published><updated>2009-10-21T05:22:37.990-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Puisi Ketika Nikmat Menjadi Siksa</title><content type='html'>&lt;p style="color: rgb(51, 51, 255); text-align: justify; font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Suadaraku…..&lt;br /&gt;Berapa banyak nikmat Allah yang diberikan kepada kita..&lt;br /&gt;Brapa banyak anugrah yang kita terima setiap hari….&lt;br /&gt;Setiap tarikan nafas adalah Nikmat….&lt;br /&gt;Setiap tetes yang kita minum adalah Nikmat….&lt;br /&gt;Setiap suap yang masuk kedalam mulut kita adalah nikmat….&lt;br /&gt;Tempat yang kita tinggali adalah nikmat…&lt;br /&gt;Saudara-saudara dan anggota keuarga kita adalah nikmat….&lt;br /&gt;Dan kehidupan ini adalah nikmat terbesar dar Allah SWT kepada kita….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku….&lt;br /&gt;Kita dengar…..&lt;br /&gt;Kita baca di diberbagai media…&lt;br /&gt;Kita menyaksikan sendiri di televisi…..&lt;br /&gt;Sebuah bencana alam terjadi di Sumatra Barat……&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jogja dan sekitarnya…..&lt;br /&gt;Berapa banyak Jiwa-jiwa yang harus menghembuskan nafas terakhirnya… Berapa banyak orang-orang yang berebut untuk mendapatkan setetes air….&lt;br /&gt;Berapa banyak orang-orang berlarian untuk mendapatkan makanan….&lt;br /&gt;Berapa banyak tempat tinggal yang hancur…&lt;br /&gt;Berapa banyak orang-orang yang harus kehilangan saudara-saudara yang dicintainya…&lt;br /&gt;Dan kembali…&lt;br /&gt;Berapa banyak jiwa-jiwa yang harus menghembuskan nafas terakhirnya…..&lt;br /&gt;Pilu Saudaraku…….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa banyak nikmat yang diberikan Allah kepada kita..&lt;br /&gt;Jangan, jangan saudaraku…&lt;br /&gt;Jangan karena kebodohan kita maka nikmat itu menjadi naqmah..&lt;br /&gt;Jangan kita selalu berfikir keatas dalam urusan dunia ini..&lt;br /&gt;Dan jangan karena keterbatasan pengetahuan kita kepada Allah….&lt;br /&gt;Menyebabkan kita tidak mensyukuri Nikmat itu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari, mari saudaraku…&lt;br /&gt;Kita mensyukuri setiap nikmat yang diberikan Allah…&lt;br /&gt;Kita melakukan amar makruf dan nahi mungkar…&lt;br /&gt;Kita Nisbatkan Nikmat itu hanya kepada Allah dan tidak ada sekutu baginya…&lt;br /&gt;Kita jaga diri dari sikap sombong dan merasa lebih dari orang lain…&lt;br /&gt;Dan mari kita tunaikan hak-hak yang ada dalam harta kita….&lt;br /&gt;Dengan membantu saudara-saudara kita di Sumatra Barat…..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2974053777475142520-5655579819129771882?l=didigenz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://didigenz.blogspot.com/feeds/5655579819129771882/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2974053777475142520&amp;postID=5655579819129771882' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2974053777475142520/posts/default/5655579819129771882'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2974053777475142520/posts/default/5655579819129771882'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://didigenz.blogspot.com/2009/09/puisiketika-nikmat-menjadi-siksa.html' title='Puisi Ketika Nikmat Menjadi Siksa'/><author><name>Abu wa Ummu Zahra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10337545076974139195</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_uqFp_t7Umbc/TRnh53-lvTI/AAAAAAAAAGo/Kt0xKF-g0kM/S220/163457_125295874201550_122093471188457_171832_533984_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2974053777475142520.post-1326241910671758953</id><published>2009-09-05T19:27:00.000-07:00</published><updated>2009-09-05T19:47:12.063-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dari kami'/><title type='text'>Tips Bertengkar Yang Islami</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Shahabat Islam yang berbahagia, kita bersyukur kepada Allah bahwa hingga hari ini Allah masih mengulur waktu buat kita. Berbicara soal vonis, sebenarnya setiap kita telah dijatuhi hukuman mati (QS.21:35), hanya jadwal eksekusi yang berbeda beda, ada yang minggu lalu, kemarin, tadi pagi, dan saya, Anda? Entah kapan, yang jelas waktu yang tersisa, harus kita maksimalkan untuk berbuat baik. Diantara kebaikan itu adalah: membangun sinergi yang baik antar dua kekasih yang diikat erat janji suci, suami dgn isteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertengkar adalah hal yang sulit dihindari dalam kehidupan berumah tangga, kalau ada seseorang berkata: "Saya tidak pernah bertengkar dengan isteri saya !" Kemungkinannya dua, boleh jadi dia belum beristeri, atau ia tengah berdusta. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;br /&gt;Bertengkar itu sebenarnya sebuah keadaan diskusi, hanya saja dihantarkan dalam muatan emosi tingkat tinggi. Kalau tahu etikanya, dalam bertengkarpun kita bisa mereguk hikmah, betapa tidak, justru dalam pertengkaran, setiap kata yang terucap mengandung muatan perasaan yang sangat dalam, yang mencuat dengan desakan energi yang tinggi, pesan-pesannya terasa kental, lebih mudah dicerna ketimbang basa basi tanpa emosi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiklah, hari ini saya ingin paparkan resep keluarga kami dalam melangsung kan sebuah pertengkaran, alhamdulillah telah saya jalani selama 13 tahun, dan berhasil membangun keadaan yang senantiasa lebih asyik daripada sebelum terjadi pertengkaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya dan si pencuri [hati saya] -- eh enggak koq dia tidak curi hati saya, malah saya berikan dengan ikhlas dibarter hatinya yg tulus--awal bertemu, setelah saya tanya apakah ia bersedia berbagi masa depan dengan saya, dan jawabannya tepat seperti yang diharap, kami mulai membicarakan seperti apa suasana rumah tangga ke depan. Salah satu diantaranya adalah tentang apa yang harus dilakukan kala kita bertengkar, dari beberapa perbincangan via tulisan plus waktu yang mematangkannya, tibalah kami pada sebuah Memorandum of Understanding, bahwa kalau pun harus bertengkar maka :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kalau bertengkar tidak boleh berjama'ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup seorang saja yang marah-marah, yang terlambat mengirim sinyal nada tinggi harus menunggu sampai yang satu reda. Untuk urusan marah pantang berjama'ah, seorangpun sudah cukup membuat rumah jadi meriah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Ketika ia marah dan saya mau menyela, segera ia berkata "STOP" ini giliran saya ! Saya harus diam sambil istighfar. Sambil menahan senyum saya berkata dalam hati : "kamu makin cantik kalau marah,makin energik ..." Dan dengan diam itupun saya merasa telah beramal sholeh, telah menjadi jalan bagi tersalurkannya luapan perasaan hati yang dikasihi... "duh kekasih .. bicaralah terus, kalau dengan itu hatimu menjadi lega, maka dipadang kelegaan perasaanmu itu aku menunggu ....." &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Demikian juga kalau pas kena giliran saya "yang olah raga otot muka", saya menganggap bahwa distorsi hati, nanah dari jiwa yang tersinggung adalah sampah, ia harus segera dibuang agar tak menebar kuman, dan saya tidak berani marah sama siapa siapa kecuali pada isteri saya , maka kini giliran dia yang harus bersedia jadi keranjang sampah. pokoknya khusus untuk marah, memang tidak harus berjama'ah, sebab ada sesuatu yang lebih baik untuk dilakukan secara berjama'ah selain marah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Marahlah untuk persoalan itu saja, jangan ungkit yang telah terlipat masa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapapun kalau diungkit kesalahan masa lalunya, pasti terpojok, sebab masa silam adalah bagian dari sejarah dirinya yang tidak bisa ia ubah. Siapapun tidak akan suka dinilai dengan masa lalunya. Sebab harapan terbentang mulai hari ini hingga ke depan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Dalam bertengkar pun kita perlu menjaga harapan, bukan menghancurkannya. Sebab pertengkaran di antara orang yang masih mempunyai harapan, hanyalah sebuah foreplay, sedang pertengkaran dua hati yang patah asa, menghancurkan peradaban cinta yang telah sedemikian mahal dibangunnya. (sampai hari ini, biaya pernikahan saya masih harus terus saya cicil, sayangkan kalau di delete begitu saja...&lt;br /&gt; &lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Kalau saya terlambat pulang dan ia marah,maka kemarahan atas keterlambatan itu sekeras apapun kecamannya, adalah "ungkapan rindu yang keras". Tapi bila itu dikaitkan dgn seluruh keterlambatan saya, minggu lalu, awal bulan kemarin dan dua bulan lalu, maka itu membuat saya terpuruk jatuh. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Bila teh yang disajinya tidak manis, sepedas apapun saya marah,maka itu adalah "harapan ingin disayangi lebih tinggi". Tapi kalau itu dihubungkan dgn kesalahannya kemarin dan tiga hari lewat, plus tuduhan "Sudah tidak suka lagi ya dengan saya",maka saya telah menjepitnya dengan hari yang telah pergi, saya menguburnya di masa lalu, ups saya telah membunuhnya, membunuh cintanya. Padahal kalau cintanya mati, saya juga yang susah .... OK, marahlah tapi untuk kesalahan semasa, saya tidak hidup di minggu lalu, dan ia pun milik hari ini ..... &lt;br /&gt; &lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;3. Kalau marah jangan bawa bawa keluarga !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya dengan isteri saya terikat masa 13 tahun, tapi saya dengan ibu dan bapak saya hampir dua kali lipat lebih panjang dari itu, demikian juga ia dan kakak serta pamannya. Dan konsep Quran, seseorang itu tidak menanggung kesalahan fihak lain (QS.53:38-40). Saya tidak akan terpantik marah bila cuma saya yang dimarahi, tapi kalau ibu saya diajak serta, jangan coba coba. Begitupun dia, semenjak saya menikahinya, saya telah belajar mengabaikan siapapun di dunia ini selain dia, karenanya mengapa harus bawa bawa barang lain ke kancah "awal cinta yang panas ini". Kata ayah saya : "Teman seribu masih kurang, musuh satu terlalu banyak". Memarahi orang yang mencintai saya, lebih mudah dicari ma'afnya dari pada ngambek pada yang tidak mengenal hati dan diri saya..". Dunia sudah diambang pertempuran, tidak usyah ditambah tambah dengan memusuhi mertua !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Kalau marah jangan di depan anak anak !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak kita adalah buah cinta kasih, bukan buah kemarahan dan kebencian. Dia tidak lahir lewat pertengkaran kita, karena itu, mengapa mereka harus menonton komedi liar rumah kita. Anak yang melihat orang tua nya bertengkar, bingung harus memihak siapa. Membela ayah, bagaimana ibunya. Membela ibu, tapi itu '&lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:State&gt; bapak saya. Ketika anak mendengar ayah ibunya bertengkar : Ibu : "Saya ini cape, saya bersihkan rumah, saya masak, dan kamu datang main suruh begitu, emang saya ini babu ?!!!" Bapak : "Saya juga cape, kerja seharian, kamu minta ini dan itu dan aku harus mencari lebih banyak untuk itu, saya datang hormatmu tak ada, emang saya ini kuda ????!!!! Anak : "...... Yaaa ...ibu saya babu, bapak saya kuda ..... terus saya ini apa ?" Kita harus berani berkata : "Hentikan pertengkaran !" ketika anak datang, lihat mata mereka, dalam binarannya ada rindu dan kebersamaan. Pada tawanya ada jejak kerjasama kita yang romantis, haruskah ia mendengar kata basi hati kita ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Kalau marah jangan lebih dari satu waktu shalat !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada setiap tahiyyat kita berkata : "Assalaa-mu 'alaynaa wa 'alaa 'ibaadil-ahissholiihiin" Ya Allah damai atas kami, demikian juga atas hamba hambamu yg sholeh .... Nah andai setelah salam kita cemberut lagi, setelah salam kita tatap isteri kita dengan amarah, maka kita telah mendustai Nya, padahal nyawamu ditangan Nya. OK, marahlah sepuasnya kala senja, tapi habis maghrib harus terbukti lho itu janji dengan Ilahi ..... Marahlah habis shubuh, tapi jangan lewat waktu dzuhur, Atau maghrib sebatas isya ... Atau habis isya sebatas .... ??? Nnngg .. Ah kayaknya kita sepakat kalau habis isya sebaiknya memang tidak bertengkar ... :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Kalau kita saling mencinta, kita harus saling mema'afkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Hikmah yang ini saya dapat belakangan, ketika baca di koran resensi sebuah film). Tapi yang jelas memang begitu, selama ada cinta, bertengkar hanyalah "proses belajar untuk mencintai lebih intens" Ternyata ada yang masih setia dengan kita walau telah kita maki-maki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini saja, semoga bermanfa'at, "Dengan ucapan syahadat itu berarti kita menyatakan diri untuk bersedia dibatasi". Selamat tinggal kebebasan tak terbatas yang dipongahkan manusia pintar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2974053777475142520-1326241910671758953?l=didigenz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://didigenz.blogspot.com/feeds/1326241910671758953/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2974053777475142520&amp;postID=1326241910671758953' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2974053777475142520/posts/default/1326241910671758953'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2974053777475142520/posts/default/1326241910671758953'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://didigenz.blogspot.com/2009/09/tips-bertengkar-yang-islami.html' title='Tips Bertengkar Yang Islami'/><author><name>Abu wa Ummu Zahra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10337545076974139195</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_uqFp_t7Umbc/TRnh53-lvTI/AAAAAAAAAGo/Kt0xKF-g0kM/S220/163457_125295874201550_122093471188457_171832_533984_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2974053777475142520.post-4123711812985810179</id><published>2009-09-05T19:21:00.000-07:00</published><updated>2009-09-05T19:47:12.063-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dari kami'/><title type='text'>10 sikap wanita yang di sukai lelaki</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: darkred;"&gt;Sikap Keibuan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: darkred;"&gt;&lt;br /&gt;Banyak lelaki yg terpikat pada wanita yg bersikap keibuan, lembut, mengambil berat dan penuh kasih sayang. Wajah yg keibuan mampu membuat lelaki berasa tenteram ketika sedang stress, cemas dan gelisah dan senang hati ketika mahu bermanja. Jangan tunggu sampai melahirkan&lt;br /&gt;baru nak tonjolkan sikap keibuan. Setiap wanita ada potensi keibuan dalam diri masing2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Keanak-anakan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dalam batas yg wajar, sifat keanak-anakan seorang wanita menjadi daya tarikan di mata lelaki. Mereka berasa terhibur dengan keletah anda. tetapi tentulah bukan sifat keanak-anakkan yg melampau dan menyakitkan hati tetapi sikap keanak-anakan yg menyenangkan. Misalnya, kemanjaan wanita yg membangkitkan naluri kebapaan dan kelakian lelaki. Wanita ceria membuat lelaki lebih berghairah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Penuh Pengertian&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sikap pengertian wanita membuat lelaki berasa dihargai dan diterima seadanya. Sikap ini tercermin dari perasaan mudah memaafkan, memilih waktu yg tepat utk berbincang masalah dan sebagainya. Contohnya ketika lelaki melakukan kesilapan, wanita yg berpengertian tidak terus mengeluarkan kata2 yg kasar atau menuduh bukan2 sebaliknya cuba mengerti duduk persoalannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Menghargai&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Wanita yg menghargai lelaki adalah wanita idaman lelaki. Berbeza dgn wanita yg suka diperlakukan dgn lembut, lelaki suka dihargai, dipuji dgn tulus ikhlas dan diberi kepercayaan. Penghargaan dari wanita membuat lelaki berasa bangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Menjaga Penampilan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Lelaki menyukai wanita yg pandai menjaga penampilannya agar sentiasa kelihatan cantik, bersih, kemas dan menarik. Penampilan yg baik menunjukkan wanita tersebut menghargai dirinya. Dia akan murah senyuman, pandai merawat tubuhnya, meningkatkan kualiti hidupnya dan memberi yg terbaik kepada dirinya. Dia suka dan bersyukur dengan dirinya dan secara tidak langsung memancarkan pesona yg menyebabkan lelaki juga menyukainya. Apabila sudah berumahtangga, wanita tersebut terus menjaga penampilan dirinya dan kesihatan tubuh badan walau sudah beranak-pinak. Siapa yg tidak suka isteri yg masih kelihatan cantik dan ramping walau dah punya anak 3??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pandai berbicara&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Lelaki tertarik dgn wanita yg pandai berkomunikasi dan boleh diajak berbual. Walau topik perbualan yg disukai lelaki berbeza dgn topik kegemaran wanita, wanita tersebut dapat mengimbanginya. Dia bukan sekadar teman berbual yg pasif, tetapi dapat memberi respon dan pendapat yg baik. Dia juga tahu menjadi pendengar yg baik, serta mengalihkan topik yg agak serius kepada perbualan yg lebih menarik. Lelaki juga suka dengan wanita yg suka bergurau dan pandai berjenaka serta boleh menerima jenaka lelaki dgn baik dab berfikiran terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pandai Bergaul dan Menyesuaikan Diri&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Wanita yg pandai bergaul dan menyesuaikan diri mempunyai nilai lebih di mata lelaki. Wanita tersebut tahu menghadapi orang yg lebih tua dan cara berhadapan dgn orang yg lebih muda. Apabila berhadapan dgn suasana yg baru, wanita tersebut tidak gentar malah cepat menyesuaikan diri. Dia mudah di ajak ke mana saja dan tidak kekok samada di bandar atau di kampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Menghormati Diri Sendiri&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Lelaki suka dgn wanita yg menghormati dirinya sendiri sebagai seorang wanita, bersikap sopan dan mempunyai etika. Wanita yg menghormati dirinya sendiri mempunyai keyakinan dan tahu apa yg baik dan buruk diperlakukan oleh seorang lelaki terhadap dirinya. Jadi dia tahu apa yg dia inginkan dan mahu elakkan serta menjaga maruah dirinya. Dia tidak akan merendah-rendahkan dirinya dan tidak akan membiarkan lelaki memperlakukan dirinya sesuka hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Simpati dan prihatin&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Lelaki suka wanita yg murah hati, mengambil berat, simpati pada nasib yg susah, sayangkan kanak-kanak dan tidak memilih bulu. Kebaikan yg wajar dan spontan mencerminkan hati yg mulia. Ada kecantikan dalaman pada dirinya yg memancar keluar dgn indah dan mempesona.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2974053777475142520-4123711812985810179?l=didigenz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://didigenz.blogspot.com/feeds/4123711812985810179/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2974053777475142520&amp;postID=4123711812985810179' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2974053777475142520/posts/default/4123711812985810179'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2974053777475142520/posts/default/4123711812985810179'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://didigenz.blogspot.com/2009/09/10-sikap-wanita-yang-di-sukai-lelaki.html' title='10 sikap wanita yang di sukai lelaki'/><author><name>Abu wa Ummu Zahra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10337545076974139195</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_uqFp_t7Umbc/TRnh53-lvTI/AAAAAAAAAGo/Kt0xKF-g0kM/S220/163457_125295874201550_122093471188457_171832_533984_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2974053777475142520.post-4557193607591960849</id><published>2009-09-05T19:19:00.000-07:00</published><updated>2009-09-05T19:47:45.464-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sunnah rosul'/><title type='text'>SUNNAH DALAM TIDUR</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;I. SEBELUM TIDUR&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Sebelum tidur disunnahkan berwudhu dulu, sebagaimana wudhu shalat (Bukhari, Muslim) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Sunnah Mengibas-ngibaskan alas tidur sebelum dihamparkan (Bukhari) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Sebelum tidur sebaiknya menghisab diri, yaitu mengoreksi amal perbuatan kita pada hari itu dan berniat akan beramal lebih baik pada hari berikutnya (Umar bin Khattab). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Sebelum tidur berniat bangun Tahajjud. Dan mengajak keluarga bersama-sama mengerjakan shalat Tahajjud. (Bukhari, Muslim, Abu Dawud) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Nabi SAW tidur dengan menggunakan bantal yang terbuat dari kulit berisi daun-daun kurma. Dan kasurnya juga dari kulit, pada musim dingin akan dilipat tipis dan pada musim panas akan dilipat tebal.(Tirmizi). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;6.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Disunnahkan tidur dengan posisi tulang rusuk kanan berada di bawah, muka dan badan menghadap ke kiblat, dan telapak tangan diletakkan di bawah pipi.(Bukhari, Muslim, Tirmizi).* Boleh tidur terlentang dengan meletakkan kaki yang satu di atas kaki yang lainnya. (Bukhari, Muslim)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;7.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Hendaknya menjaga aurat, walaupun di kamar sendiri. (Al Qur an, Tirmidzi, Nasa ‘i). * Wanita dianjurkan agar selalu memakai selimut ketika tidur. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;8.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Sesama lelaki atau sesama wanita dilarang tidur dalam satu selimut. (Muslim) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;9.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Anak laki-laki dan perempuan dipisahkan tempat tidurnya setelah berumur enam tahun. (Abu Dawud, Tirmizi).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;10.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Sebelum tidur hendaknya menjauhkan benda-benda tajam dari sisi kita, seperti : silet, gunting, pisau, parang, dsb &lt;br /&gt; &lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;II. LARANGAN DALAM TIDUR &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Dilarang tidur tengkurap. Itu adalah cara tidur yang dibenci ALLAH. (Abu Dawud, Tirmizi). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Dilarang tidur hanya berselimut, tanpa berpakaian apapun. ( Muslim). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Dilarang menceritakan mimpi buruk kepada siapapun. Disunnahkan menceritakan mimpi baik kepada orang yang dipercayainya. (Bukhari) &lt;br /&gt; &lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;III. QAILULA (TIDUR SIANG)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Sunnah tidur siang (Qailula) untuk membantu Tahajjud. (Abu Dawud) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Tidur siang lebih utama dilakukan sebelum waktu zhuhur (menjelang Zhuhur) kecuali pada hari Jum’at. (Imam Nawawi). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Tidur Siang tanpa bangun malam untuk Tahajjud, seperti makan sahur tetapi tidak berpuasa. (Imam Nawawi) &lt;br /&gt; &lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;IV. BACAAN SEBELUM TIDUR &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Membaca Surah Al Ikhlas, Al Falaq, An Nas, kemudian ditiupkan ke telapak tangan dan diusapkan ke seluruh anggota badan, sebanyak tiga kali.(Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa’i)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Membaca Surah Al Kafirun, Barangsiapa membacanya sebelum tidur, akan terhindar dari sifat syirik. (Thabrani, Abu Dawud, Nasa;i).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Membaca surah Al Mulk. Barangsiapa membacanya akan terhindar dari adzab kubur. (Nasa’i) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Membaca surah Al Waqi’ah. Barangsiapa membacanya setiap malam, akan terhindar dari kelaparan selamanya. (Baihaqi) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Membaca Surah Yaasiin. Barangsiapa membacanya, dosa-dosanya akan diampuni dan akan dijaga oleh para malaikat, sehingga syaithan pun tidak akan mendekatinya. (Ibnu Hibban). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;6.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Dianjurkan beristighfar sebanyak-banyaknya, minimal tiga kali. Dan membaca sedikitnya sepuluh ayat Al Qur an sebelum tidur malam. Barangsiapa membaca pada malam hari dan ia meninggal dunia, maka ia tidak tergolong orang-orang yang lalai. (Tirmidzi). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;7.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Membaca Sayyidul Istighfar sebelum tidur , Yaitu :&lt;br /&gt;“ALLAHUMMA ANTA RABBII. LAA ILAAHA ILLA ANTA, KHALAQTANII WA ANA ‘ABDUKA WA ANA ‘&lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;ALA&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:State&gt; ‘AHDIKA WA WA’DIKA MAS TATHA’TU. ‘AUDZUBIKA MIN SYARRI MAA SHANA’TU ABUU U LAKA BINI’MATIKA ‘ALAYYA WA ABUU U BI DZAMBI FAGHFIRLII FAINNAHU LAA YAGHFIRUDZ DZUNUUBA ILLA ANTA “&lt;br /&gt;Artinya : ‘ Ya ALLAH, Engkau Rabbku. Tiada Tuhan selain Engkau, Engkau telah menciptakanku, aku hambaMU dan aku selalu berada dalam genggamanMU dan ketetapanMU, tiada kesanggupanku. Aku berlindung kepadaMU dari kejahatan yang aku perbuat. Aku mengaku kepadaMU nikmatMU atasku, dan aku mengakui kepadaMU atas dosaku, maka ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau. ‘ Barangsiapa membacanya pada malam hari dan ia meninggal dunia sebelum pagi, ia akan masuk syurga.(Bukhari). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;8.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Membaca Tasbih Fatimah, SUBHANALLAH 33 kali, ALHAMDULILLAH 33 kali, Allahu AKBAR 33 kali. Barangsiapa membacanya sebelum tidur, akan bangun dalam keadaan segar bugar. (Muslim). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;9.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Kemudian membaca do’a : "ALLAHUMMA BISMIKA AMUUTU WA AHYAA" &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;10.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Jika terbangun karena mimpi buruk, hendaklah membaca do’a : "A’UDZUBILLAHI MINASY SYAITHAANIRRAJIIM" ‘Aku berlindung kepada ALLAH dari syaithan yang terkutuk.’&lt;br /&gt;Kemudian meludah isyarat ke kiri tiga kali. (Bukhari).* Jika sampai tiga kali masih juga mimpi buruk, maka sebaiknya pindah tempat tidur dengan membalikkan bantal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;11.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Dan jika bermimpi baik disunnahkan membaca : ALHAMDULILLAH ‘ Segala puji bagi ALLAH’ (Bukhari). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;V. BAB BANGUN TIDUR &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Bangun tidur hendaknya membaca ALHAMDULILLAH tiga kali, lalu membaca do’a :&lt;br /&gt;“ALHAMDULILLAAHIL LADZII AHYAANAA BA’DA MAA AMAATANAA WA ILAIHIN NUSYUUR”&lt;br /&gt;‘Segala puji bagi ALLAH yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami’ (Bukhari). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Kemudian menggosokkan punggung tangan ke muka agar segera hilang rasa kantuknya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Setelah bangun disunnahkan mencuci tangan tiga kali. Jangan menyentuh makanan dan minuman apapun sebelum mencuci tangan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Disunnahkan segera bersiwak, mengambil air wudhu, serta memasukkan air ke hidung, karena syaithan banyak yang bersembunyi di lubang hidung ketika tidur. (Bukhari). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Lalu shalat dua raka’at dengan niat shalat syukrul wudhu atau lakukan Qiyamul lail bila malamnya belum sholat tahajud. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;6.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Menunggu waktu Subuh Perbanyak Istighfar dengan membaca : &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;“ASTAGHFIRULLAAHAL ‘AZHIIMI LII WALIWA LIDAYYA WALI JAMII’IL MUSLIMIINA WAL MUSLIMAATIL AHYAA I MINHUM WAL AMWAATI”&lt;br /&gt;‘Aku memohon ampun kepada ALLAH Yang Maha Agung, untuk diriku dan kedua orang tuaku, dan untuk seluruh kaum muslimin dan muslimat, yang masih hidup atau yang sudah mati.’.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;“ROBBIGHFIRLII WATUB ‘ALAYYA TAUBATAN NASUHA” (100 kali)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Mari kita amalkan sunnah sedikit demi sedikit dengan konsisten dan berkesinambungan, dimulai dari sekarang, dari hal-hal yang kecil dan dari kita sendiri...InsyaALLAH hidup &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:State&gt; lebih berkah.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(241, 156, 15);"&gt;Sumber: Petunjuk Sunnah dan Adab Sehari-hari Lengkap ---------&gt; A. Abdurrahman Ahmad&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2974053777475142520-4557193607591960849?l=didigenz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://didigenz.blogspot.com/feeds/4557193607591960849/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2974053777475142520&amp;postID=4557193607591960849' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2974053777475142520/posts/default/4557193607591960849'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2974053777475142520/posts/default/4557193607591960849'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://didigenz.blogspot.com/2009/09/sunnah-dalam-tidur.html' title='SUNNAH DALAM TIDUR'/><author><name>Abu wa Ummu Zahra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10337545076974139195</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_uqFp_t7Umbc/TRnh53-lvTI/AAAAAAAAAGo/Kt0xKF-g0kM/S220/163457_125295874201550_122093471188457_171832_533984_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2974053777475142520.post-4107433468497085516</id><published>2009-09-05T19:17:00.000-07:00</published><updated>2009-09-05T19:51:06.747-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dakwah'/><title type='text'>Wanita Ahli Surga Dan Ciri-Cirinya</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Setiap insan tentunya mendambakan kenikmatan yang paling tinggi dan abadi. Kenikmatan itu adalah Surga. Di dalamnya terdapat bejana-bejana dari emas dan perak, istana yang megah dengan dihiasi beragam permata, dan berbagai macam kenikmatan lainnya yang tidak pernah terlihat oleh mata, terdengar oleh telinga, dan terbetik di hati.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Dalam Al Qur’an banyak sekali ayat-ayat yang menggambarkan kenikmatan-kenikmatan Surga. Di antaranya Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“(Apakah) perumpamaan (penghuni) Surga yang dijanjikan kepada orang-orang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tidak berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai dari khamr (arak) yang lezat rasanya bagi peminumnya, dan sungai-sungai dari madu yang disaring dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Rabb mereka sama dengan orang yang kekal dalam neraka dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong-motong ususnya?” (QS. Muhammad : 15)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan orang-orang yang paling dahulu beriman, merekalah yang paling dulu (masuk Surga). Mereka itulah orang yang didekatkan (kepada Allah). Berada dalam Surga kenikmatan. Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian. Mereka berada di atas dipan yang bertahtakan emas dan permata seraya bertelekan di atasnya berhadap-hadapan. Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda dengan membawa gelas, cerek, dan sloki (piala) berisi minuman yang diambil dari air yang mengalir, mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih dan daging burung dari apa yang mereka inginkan.” (QS. Al Waqiah : 10-21)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping mendapatkan kenikmatan-kenikmatan tersebut, orang-orang yang beriman kepada Allah Tabaraka wa Ta’ala kelak akan mendapatkan pendamping (istri) dari bidadari-bidadari Surga nan rupawan yang banyak dikisahkan dalam ayat-ayat Al Qur’an yang mulia, di antaranya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan (di dalam Surga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli laksana mutiara yang tersimpan baik.” (QS. Al Waqiah : 22-23)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan di dalam Surga-Surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan, menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni Surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin.” (QS. Ar Rahman : 56)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan.” (QS. Ar Rahman : 58)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan penuh cinta lagi sebaya umurnya.” (QS. Al Waqiah : 35-37)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam menggambarkan keutamaan-keutamaan wanita penduduk Surga dalam sabda beliau :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ … seandainya salah seorang wanita penduduk Surga menengok penduduk bumi niscaya dia akan menyinari antara keduanya (penduduk Surga dan penduduk bumi) dan akan memenuhinya bau wangi-wangian. Dan setengah dari kerudung wanita Surga yang ada di kepalanya itu lebih baik daripada dunia dan isinya.” (HR. Bukhari dari Anas bin Malik radliyallahu 'anhu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits lain Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya istri-istri penduduk Surga akan memanggil suami-suami mereka dengan suara yang merdu yang tidak pernah didengarkan oleh seorangpun. Di antara yang didendangkan oleh mereka : “Kami adalah wanita-wanita pilihan yang terbaik. Istri-istri kaum yang termulia. Mereka memandang dengan mata yang menyejukkan.” Dan mereka juga mendendangkan : “Kami adalah wanita-wanita yang kekal, tidak akan mati. Kami adalah wanita-wanita yang aman, tidak akan takut. Kami adalah wanita-wanita yang tinggal, tidak akan pergi.” (Shahih Al Jami’ nomor 1557)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Ciri-Ciri Wanita Surga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah hanya orang-orang beriman dari kalangan laki-laki dan bidadari-bidadari saja yang menjadi penduduk Surga? Bagaimana dengan istri-istri kaum Mukminin di dunia, wanita-wanita penduduk bumi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istri-istri kaum Mukminin yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya tersebut akan tetap menjadi pendamping suaminya kelak di Surga dan akan memperoleh kenikmatan yang sama dengan yang diperoleh penduduk Surga lainnya, tentunya sesuai dengan amalnya selama di dunia. Tentunya setiap wanita Muslimah ingin menjadi ahli Surga. Pada hakikatnya wanita ahli Surga adalah wanita yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Seluruh ciri-cirinya merupakan cerminan ketaatan yang dia miliki.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="FR"&gt;Di antara ciri-ciri wanita ahli Surga adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Bertakwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Beriman kepada Allah, Malaikat-Malaikat-Nya, Kitab-Kitab-Nya, Rasul-Rasul-Nya, hari kiamat, dan beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah, bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadlan, dan naik haji bagi yang mampu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Ihsan, yaitu beribadah kepada Allah seakan-akan melihat Allah, jika dia tidak dapat melihat Allah, dia mengetahui bahwa Allah melihat dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Ikhlas beribadah semata-mata kepada Allah, tawakkal kepada Allah, mencintai Allah dan Rasul-Nya, takut terhadap adzab Allah, mengharap rahmat Allah, bertaubat kepada-Nya, dan bersabar atas segala takdir-takdir Allah serta mensyukuri segala kenikmatan yang diberikan kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Gemar membaca Al Qur’an dan berusaha memahaminya, berdzikir mengingat Allah ketika sendiri atau bersama banyak orang dan berdoa kepada Allah semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Menghidupkan amar ma’ruf dan nahi mungkar pada keluarga dan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Berbuat baik (ihsan) kepada tetangga, anak yatim, fakir miskin, dan seluruh makhluk, serta berbuat baik terhadap hewan ternak yang dia miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Menyambung tali persaudaraan terhadap orang yang memutuskannya, memberi kepada orang, menahan pemberian kepada dirinya, dan memaafkan orang yang mendhaliminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Berinfak, baik ketika lapang maupun dalam keadaan sempit, menahan amarah dan memaafkan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Adil dalam segala perkara dan bersikap adil terhadap seluruh makhluk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Menjaga lisannya dari perkataan dusta, saksi palsu dan menceritakan kejelekan orang lain (ghibah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Menepati janji dan amanah yang diberikan kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Berbakti kepada kedua orang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Menyambung silaturahmi dengan karib kerabatnya, sahabat terdekat dan terjauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian beberapa ciri-ciri wanita Ahli Surga yang kami sadur dari kitab Majmu’ Fatawa karya Syaikhul Islam Ibnu Tamiyyah juz 11 halaman 422-423. Ciri-ciri tersebut bukan merupakan suatu batasan tetapi ciri-ciri wanita Ahli Surga seluruhnya masuk dalam kerangka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Allah Ta’ala berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ … dan barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam Surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai sedang mereka kekal di dalamnya dan itulah kemenangan yang besar.” (QS. An Nisa’ : 13).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu A’lam Bis Shawab.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2974053777475142520-4107433468497085516?l=didigenz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://didigenz.blogspot.com/feeds/4107433468497085516/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2974053777475142520&amp;postID=4107433468497085516' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2974053777475142520/posts/default/4107433468497085516'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2974053777475142520/posts/default/4107433468497085516'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://didigenz.blogspot.com/2009/09/wanita-ahli-surga-dan-ciri-cirinya.html' title='Wanita Ahli Surga Dan Ciri-Cirinya'/><author><name>Abu wa Ummu Zahra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10337545076974139195</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_uqFp_t7Umbc/TRnh53-lvTI/AAAAAAAAAGo/Kt0xKF-g0kM/S220/163457_125295874201550_122093471188457_171832_533984_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2974053777475142520.post-8973677597427189289</id><published>2009-09-05T19:15:00.000-07:00</published><updated>2009-09-05T19:49:52.080-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dakwah'/><title type='text'>MENEPATI JANJI</title><content type='html'>&lt;div class="Section1"&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);" class="MsoCaption"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Dan penuhilah janji, sesungguhnya janji itu pasti dimintai pertangungjawabannya”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; color: rgb(255, 0, 0);" align="center"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;(Q.S.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Al-Isra’ 17 : 34 )&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; color: rgb(255, 0, 0);" align="center"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; color: rgb(255, 0, 0);" align="center"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1026" type="#_x0000_t75" style="'width:201pt;height:39.75pt'" ole=""&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\USER\LOCALS~1\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image003.png" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:oleobject type="Embed" progid="PBrush" shapeid="_x0000_i1026" drawaspect="Content" objectid="_1313780793"&gt;  &lt;/o:OLEObject&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);" class="MsoCaption"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji…”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; color: rgb(255, 0, 0);" align="center"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;(QS. An-Nahl 16 : 91)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; color: rgb(255, 0, 0);" align="center"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);" class="MsoBodyText2"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);" class="MsoBodyText2"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Tanda-tanda orang munafiq itu ada tiga : jika berkata dusta, jika berjanji mengingkari, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);" class="MsoBodyText2"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;dan jika doberi amanat dia mengkhianati”. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);" class="MsoBodyText2"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;(Mutaffaqun ‘alaihi)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);" class="MsoBodyText2"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="text-align: left; color: rgb(255, 0, 0);" align="left"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);" lang="EN-GB"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="Bodytext" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=""&gt;Memenuhi Janji merupakan karakter kebaikan dalam islam dan jika dilakukan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;seseorang akan terbentuk pribadi yang memiliki matinul khuluq. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Bodytext" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=""&gt;Janji merupakan fenomena yang selalu terjadi dalam kehidupan manusia, baik janji manusia dengan al-Khaliq maupun janji dengan sesama manusia. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Bodytext" style="margin-left: 0in; text-align: justify; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=""&gt;Janji seorang muslim kepada Allah SWT yaitu janji menyembah dan memohon pertolongan hanya pada-Nya&lt;/span&gt; &lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1027" type="#_x0000_t75" style="'width:165.75pt;height:26.25pt'" ole=""&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\USER\LOCALS~1\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image005.png" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:oleobject type="Embed" progid="PBrush" shapeid="_x0000_i1027" drawaspect="Content" objectid="_1313780794"&gt;  &lt;/o:OLEObject&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Bodytext" style="margin-left: 0in; text-align: justify; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;“Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt; (QS 1: 5), &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Bodytext" style="margin-left: 0in; text-align: justify; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=""&gt;dan janji mempersembahkan shalat-ibadah-hidup-mati hanyalah bagi-Nya &lt;/span&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1028" type="#_x0000_t75" style="'width:217.5pt;height:36.75pt'" ole=""&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\USER\LOCALS~1\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image007.png" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:oleobject type="Embed" progid="PBrush" shapeid="_x0000_i1028" drawaspect="Content" objectid="_1313780795"&gt;  &lt;/o:OLEObject&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;i&gt;“Katakan, : sesungguhnya shalatkan, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah untuk Rabb sekalian alam”.(&lt;/i&gt;QS 6: 162).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Bodytext" style="margin-left: 0in; text-align: justify; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=""&gt;Janji tersebut hendaknya dipenuhi dan dilaksanakan dengan ikhlas dan istiqamah. Bahkan salah satu ciri orang yang berilmu pengetahuan adalah berjanji untuk memenuhi janji dengan Allah SWT dan tidak merusak perjanjian , &lt;/span&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1029" type="#_x0000_t75" style="'width:217.5pt;height:25.5pt'" ole=""&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\USER\LOCALS~1\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image009.png" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/USER/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image010.jpg" shapes="_x0000_i1029" height="34" width="290" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:oleobject type="Embed" progid="PBrush" shapeid="_x0000_i1029" drawaspect="Content" objectid="_1313780796"&gt;  &lt;/o:OLEObject&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style=""&gt;(yaitu) orang-orang yang memenuhi janji Allah dan tidak merusak perjanjian, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;(QS 13: 20).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Bodytext" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=""&gt;Dalam kaitannya dengan janji kepada sesama manusia, maka hendaklah diperhatikan bahwa janji harus untuk hal/perkara yang haq. Bila terlanjur janji untuk perkara yang bathil, hendaknya istighfar dan&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;membatalkan janji tersebut. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Bodytext" style="margin-left: 0in; text-align: justify; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=""&gt;Memenuhi janji juga termasuk membiasakan untuk selalu memulangkan barang orang lain yang kita pinjam. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Bodytext" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=""&gt;Dalam kaitannya dengan janji, maka Allah SWT memerintahkan agar memenuhi janji, sebagaimana ayat yang telah kami paparkan di atas (QS 7: 34, 16: 91). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="" lang="EN-GB"&gt;Rasulullah bersabda bahwa tidak memenuhi janji adalah salah satu ciri kemunafikan :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="text-align: justify; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="EN-GB"&gt;“Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda, Tanda-tanda orang munafiq itu ada tiga : jika berkata dusta, jika berjanji mengingkari, dan jika diberi amanat dia mengkhianati”. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="" lang="EN-GB"&gt;(Mutaffaqun ‘alaihi)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="" lang="EN-GB"&gt;Makna hadits tersebut adalah bahwa perangai ini merupakan perangaii kemunafikan. Orang yang memiliki perangai tersebut maka dia menyerupai orang-orang munafik dalam perangai ini dan dia telah berkahlak dengan akhlak mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Bodytext" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=""&gt;Oleh karena itu tiap muslim hendaknya berhati-hati dalam berjanji. Kewajiban memenuhi janji tidak memandang kepada siapa janji diberikan; kepada sesama muslim, yang bukan muslim, anak kecil, khadam/khadimah, orang yang dihormati, dan fihak lain. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Bodytext" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style=""&gt;‘Insya Allah’, yang artinya jika Allah SWT mengizinkan, hendaknya disampaikan pada saat berjanji. Hendaknya ‘Insya Allah’ tidak disalahgunakan berkilah bila diperkirakan tidak akan dapat memenuhi janji, lebih baik jangan berjanji. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="text-align: justify; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="" lang="EN-GB"&gt;Janji hendaknya yang realistis dan diperhitungkan dapat dipenuhi. Jangan menjanjikan sesuatu yang diketahui tidak akan mampu dipenuhi dengan berlindung di balik ‘Insya Allah’. Ingatlah sabda Rasulullah Saw. bahwa kita dapat tergelincir menjadi golongan munafiq bila menyalahi janji atau tidak memenuhi janji sudah menjadi sifat yang melekat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="text-align: justify; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="" lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Menepati janji adalah perintah Allah, sebagaimana firman-Nya :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="" lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; color: rgb(255, 0, 0);" align="right"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1030" type="#_x0000_t75" style="'width:79.5pt;height:40.5pt'" ole=""&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\USER\LOCALS~1\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image011.png" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:oleobject type="Embed" progid="PBrush" shapeid="_x0000_i1030" drawaspect="Content" objectid="_1313780797"&gt;  &lt;/o:OLEObject&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);" class="MsoBodyText"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-GB"  style="font-size:12;"&gt;“Dan penuhilah janji, ”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="EN-GB"  style="font-size:12;"&gt; (Q.S. Al-Isra’ : 34 )&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);" class="MsoBodyText"&gt;&lt;span lang="EN-GB"  style="font-size:12;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);" class="MsoBodyText"&gt;&lt;span lang="EN-GB"  style="font-size:12;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);" class="MsoBodyText"&gt;&lt;span lang="EN-GB"  style="font-size:12;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);" class="MsoBodyText"&gt;&lt;span lang="EN-GB"  style="font-size:12;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);" class="MsoBodyText"&gt;&lt;span lang="EN-GB"  style="font-size:12;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);" class="MsoBodyText"&gt;&lt;span lang="EN-GB"  style="font-size:12;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);" class="MsoBodyText"&gt;&lt;span lang="EN-GB"  style="font-size:12;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);" class="MsoBodyText"&gt;&lt;span lang="EN-GB"  style="font-size:12;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);" class="MsoBodyText"&gt;&lt;span lang="EN-GB"  style="font-size:12;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);" class="MsoBodyText"&gt;&lt;span lang="EN-GB"  style="font-size:12;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);" class="MsoBodyText"&gt;&lt;span lang="EN-GB"  style="font-size:12;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);" class="MsoBodyText"&gt;&lt;span lang="EN-GB"  style="font-size:12;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);" class="MsoBodyText"&gt;&lt;span lang="EN-GB"  style="font-size:12;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);" class="MsoBodyText"&gt;&lt;span lang="EN-GB"  style="font-size:12;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);" class="MsoBodyText"&gt;&lt;span lang="EN-GB"  style="font-size:12;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);" class="MsoBodyText"&gt;&lt;span lang="EN-GB"  style="font-size:12;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);" class="MsoBodyText"&gt;&lt;span lang="EN-GB"  style="font-size:12;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-indent: 0.5in; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"  style="font-size:12;"&gt;Sedangkan melanggar setiap perjanjian antara seorang muslim dan lainnya adalah haram. Meskipun yang diajak menetapkan perjanjian tersebut adalah orang kafir. Dengan orang kafir saja wajib memenuhinya, apalagi dengan seorang muslim, tentu kawijiban memenuhinya adalah lebih utama. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);" class="MsoBodyText"&gt;&lt;span lang="EN-GB"  style="font-size:12;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-indent: 0.5in; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"  style="font-size:12;"&gt;Adapun mengingkari janji termasuk dosa besar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);" class="MsoBodyText"&gt;&lt;span lang="EN-GB"  style="font-size:12;"&gt;Mengkingkari janji adalah dua macam : &lt;i&gt;&lt;u&gt;pertama :&lt;/u&gt;&lt;/i&gt; berjanji dan berniat tidak memenuhinya, ini adalahperangai makhluk yang paling jahat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);" class="MsoBodyText"&gt;&lt;i&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang="EN-GB"  style="font-size:12;"&gt;Kedua :&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="EN-GB"  style="font-size:12;"&gt; Berjanji dan berniat memenuhinya, kemudian tatkala tiba saatnya, dia mengingkarinya tanpa memiliki udzur.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);" class="MsoBodyText"&gt;&lt;span lang="EN-GB"  style="font-size:12;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-indent: 0.5in; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"  style="font-size:12;"&gt;Memenuhi janji merupakan bagian dari perangai jiwa yang mulia, akhklak yang utama, etika yang terpuji, dan orangnya mempunyai kedudukan yang agung di mata manusia, serta digolongkan orang yang jujur oleh orang yang memiliki dugaan yang buruk.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);" class="MsoBodyText"&gt;&lt;span lang="EN-GB"  style="font-size:12;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-indent: 0.5in; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"  style="font-size:12;"&gt;Bahkan orang baduipun berkata : “janji orang yang mulia langsung dipenuhi dan disegerakan, sedangkan janji orang yang rendah selalu ditunda dengan mengutarakan berbagai alas an dalam penundaannya”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(255, 0, 0);" class="MsoBodyText"&gt;&lt;span lang="EN-GB"  style="font-size:12;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"  style="font-size:12;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Orang badui tersebut juga berkata : “Udzur yang baik lebih bagus daripada penundaan yang lama”.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;span lang="EN-GB"  style="font-size:12;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2974053777475142520-8973677597427189289?l=didigenz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://didigenz.blogspot.com/feeds/8973677597427189289/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2974053777475142520&amp;postID=8973677597427189289' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2974053777475142520/posts/default/8973677597427189289'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2974053777475142520/posts/default/8973677597427189289'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://didigenz.blogspot.com/2009/09/menepati-janji-dan-penuhilah-janji.html' title='MENEPATI JANJI'/><author><name>Abu wa Ummu Zahra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10337545076974139195</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_uqFp_t7Umbc/TRnh53-lvTI/AAAAAAAAAGo/Kt0xKF-g0kM/S220/163457_125295874201550_122093471188457_171832_533984_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2974053777475142520.post-8584778574369805139</id><published>2009-09-05T19:12:00.000-07:00</published><updated>2009-09-25T16:00:06.539-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dakwah'/><title type='text'>SIFAT-SIFAT ISTRI SHALIHAH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_uqFp_t7Umbc/SqMbILUHLgI/AAAAAAAAAFg/DyVqzxVSehA/s1600-h/6249_1037944805398_1728840192_77295_1926729_s.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 122px; height: 130px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_uqFp_t7Umbc/SqMbILUHLgI/AAAAAAAAAFg/DyVqzxVSehA/s320/6249_1037944805398_1728840192_77295_1926729_s.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5378172207300554242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="';font-family:"&gt;Alloh swt berfirman :&lt;br /&gt;“Wanita (istri) shalihah adalah yang taat lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada,dikarenakan Alloh telah memelihara mereka” QS. An Nisaa’ ; 34&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat yang mulia diatas disebutkan diantara sifat wanita shalihah adalah taat kepada Alloh dan kepada suaminya dalam perkara yang ma’ruf (bukan dalam bermaksiat kepada Alloh swt, karena tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Al-Khaliq), lagi memelihara dirinya ketika suaminya tidak berada disampingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullah berkata : “Tugas seorang istri adalah menunaikan ketaatan kepada Rabbnya dan taat kepada suaminya, karena itulah Alloh berfirman, “Wanita shalihah adalah yang taat”, yakni taat kepada Alloh swt. “Lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada”, yakni taat kepada suami mereka bahkan ketika suaminya tidak ada (sedang bepergian), dia menjaga suaminya dengan menjaga dirinya dan harta suaminya.” (Taisir Al-Karimir Rahman,hal.177)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Rasulullah saw menghadapi permasalahan dengan istri-istrinya sampai beliau bersumpah tidak akan mencampuri mereka selama sebulan, Alloh swt menyatakan kepada Rasul-Nya : “Jika sampai Nabi menceraikan kalian,mudah-mudahan Tuhannya akan memberi ganti kepadanya dengan istri-istri yang lebih baik bagi kalian,muslimat,mukminat,qonitat, taibat, ‘abidat, saihat dari kalangan janda maupun gadis.” QS. At-Tahrim ; 5 Dalam ayat yang mulia diatas disebutkan beberapa sifat istri yang shalihah yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Muslimat : wanita-wanita yang ikhlas (kepada Alloh swt), tunduk kepada perintah Alloh ta’ala dan perintah Rasul-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Mukminat : wanita-wanita yang membenarkan perintah dan larangan Alloh swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Qonitat : wanita-wanita yang taat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Taibat : wanita-wanita yang selalu bertaubat dari dosa-dosa mereka, selalu kembali kepada perintah (perkara yang ditetapkan) Rasulullah swt walaupun harus meninggalkan apa yang disenangi oleh hawa nafsu mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. ‘Abidat : wanita-wanita yang banyak melakukan ibadah kepada Alloh swt (dengan mentauhidkanNya karena semua yang dimaksud dengan ibadah kepada Alloh swt didalam Al Qur’an adalah tauhid, kata Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Saihat : wanita-wanita yang berpuasa. ( Al Jami’ li Ahkamil Qur’an, 18/126-127 , Tafsir Ibnu Katsir, 8/132 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw menyatakan :&lt;br /&gt;“Apabila seorang wanita shalat &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; waktu, puasa sebulan (Ramadhan), menjaga kemaluannya dan taat kepada suaminya, maka dikatakan kepadanya: Masuklah engkau kedalam surga dari pintu mana saja yang engkau sukai.” (HR.Ahmad, dishahihkan Asy-Syaikh Albani dalam Shahihul Jami’)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari dalil-dalil yang telah disebutkan diatas,dapatlah kita simpulkan bahwa sifat istri shalihah adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mentauhidkan Alloh swt dengan mempersembahkan ibadah hanya kepada-Nya tanpa menyekutukan-Nya dengan sesuatupun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tunduk kepada perintah Alloh swt, terus menerus dalam ketaatan kepada-Nya dengan banyak melakukan ibadah seperti shalat, puasa, bersedekah dan selainnya. Membenarkan segala perintah dan larangan Alloh swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Menjauhi segala perkara yang dilarang dan menjauhi sifat-sifat yang rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Selalu kembali kepada Alloh swt dan bertaubat kepada-Nya sehingga lisannya senantiasa dipenuhi istighfar dan dzikir kepada-Nya. Sebaliknya ia jauh dari perkataan yang laghwi, tidak bermanfaat dan membawa dosa seperti dusta, ghibah, naminah, dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Menaati suami dalam perkara kebaikan bukan dalam bermaksiat kepada Alloh swt dan melaksanakan hak-hak suami sebaik-baiknya. 6. Menjaga dirinya ketika suami tidak berada di sisinya. Ia menjaga kehormatannya dari tangan yang hendak menyentuh, dari mata yang hendak melihat, atau dari telinga yang hendak mendengar. Demikian juga menjaga anak-anak, rumah, dan harta suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat Istri shalihah lainnya bias kita rinci berikut ini berdasarkan dalil-dalil yang disebutkan setelahnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Penuh kasih sayang, selalu kembali kepada suaminya dan mencari maafnya. Rasulullah saw bersabda :&lt;br /&gt;“Maukah aku beritahukan kepada kalian, istri-istri kalian yang menjadi penghuni surga yaitu istri yang penuh kasih sayang, banyak anak, selalu kembali kepada suaminya. Dimana jika suaminya marah, dia mendatangi suaminya dan meletakkan tangannya pada tangan suaminya seraya berkata : “Aku tak dapat tidur sebelum engkau ridha” (HR. An Nasa’I dalam Isyratun Nisa no 257, Silsilah Hadits Shahihah,Asy-Syaikh Al Albani no 287).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Melayani suaminya (berkhidmat kepada suami) seperti menyiapkan makan minumnya, tempat tidur, pakaian dan yang semacamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Menjaga rahasia-rahasia suami, lebih-lebih yang berkenaan dengan hubungan intim antara dia dan suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Selalu berpenampilan yang bagus dan menarik dihadapan suaminya sehingga bila suaminya memandang akan menyenangkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Ketika suaminya sedang berada dirumah (tidak bepergian/safar), ia tidak menyibukkan dirinya dengan melakukan ibadah sunnah yang dapat menghalangi suaminya untuk istimta’ (bernikmat-nikmat) dengannya seperti puasa, terkecuali bila suaminya mengizinkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Pandai mensyukuri pemberian dan kebaikan suami, tidak melupakan kebaikannya, karena Rasulullah saw pernah bersabda :”Diperlihatkan neraka padaku, ternyata aku dapati kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita yang kufur.” &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; yang bertanya kepada beliau :”Apakah mereka kufur kepada Alloh?” Beliau menjawab :”Mereka mengkufuri suami dan mengkufuri (tidak mensyukuri) kebaikannya. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2974053777475142520-8584778574369805139?l=didigenz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://didigenz.blogspot.com/feeds/8584778574369805139/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2974053777475142520&amp;postID=8584778574369805139' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2974053777475142520/posts/default/8584778574369805139'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2974053777475142520/posts/default/8584778574369805139'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://didigenz.blogspot.com/2009/09/sifat-sifat-istri-shalihah.html' title='SIFAT-SIFAT ISTRI SHALIHAH'/><author><name>Abu wa Ummu Zahra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10337545076974139195</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_uqFp_t7Umbc/TRnh53-lvTI/AAAAAAAAAGo/Kt0xKF-g0kM/S220/163457_125295874201550_122093471188457_171832_533984_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_uqFp_t7Umbc/SqMbILUHLgI/AAAAAAAAAFg/DyVqzxVSehA/s72-c/6249_1037944805398_1728840192_77295_1926729_s.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2974053777475142520.post-7871302565890779602</id><published>2009-08-23T19:46:00.000-07:00</published><updated>2009-09-05T19:48:18.405-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dari kami'/><title type='text'>Dzikir</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_uqFp_t7Umbc/SpIFWdBEn2I/AAAAAAAAAEo/TKOf6ceO9sk/s1600-h/s82480845950_337.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5373363188710809442" style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left; width: 291px; height: 320px;" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_uqFp_t7Umbc/SpIFWdBEn2I/AAAAAAAAAEo/TKOf6ceO9sk/s320/s82480845950_337.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div  style="font-weight: bold; text-align: center; font-style: italic;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);font-size:85%;" &gt;Tiada terindah kecuali asma - Mu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="font-weight: bold; text-align: center; font-style: italic;font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="font-weight: bold; text-align: center; font-style: italic;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);font-size:85%;" &gt;Tiada waktu yang indah kecuali menyebut asma - Mu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-weight: bold; text-align: center; font-style: italic; font-family: georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-weight: bold; text-align: center; font-style: italic; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);font-size:85%;" &gt;Tiada hari yang indah kecuali beribadah kepada - Mu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="font-weight: bold; text-align: center; font-style: italic;font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="font-weight: bold; text-align: center; font-style: italic;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);font-size:85%;" &gt;Setiap jantung ku berdetak, hanya menyebut asma - MU&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="font-weight: bold; text-align: center; font-style: italic;font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div face="georgia" style="font-weight: bold; text-align: center; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);font-size:85%;" &gt;Setiap hela nafas ku, hanya ada asma - Mu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div face="georgia" style="font-weight: bold; text-align: center; font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div face="georgia" style="font-weight: bold; text-align: center; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);font-size:85%;" &gt;ALLAH, ALLAH, ALLAH&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div face="georgia" style="font-weight: bold; text-align: center; font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div face="georgia" style="font-weight: bold; text-align: center; font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div face="georgia" style="font-weight: bold; text-align: center; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);font-size:85%;" &gt;Dia lah zat yang maha melihat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div face="georgia" style="font-weight: bold; text-align: center; font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: georgia; font-weight: bold; text-align: center; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);font-size:85%;" &gt;Dia lah zat yang maha mendengar&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: georgia; font-weight: bold; text-align: center; font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: georgia; font-weight: bold; text-align: center; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);font-size:85%;" &gt;Dia lah zat yang maha segala - galanya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: georgia; font-weight: bold; text-align: center; font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: georgia; font-weight: bold; text-align: center; font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: georgia; font-weight: bold; text-align: center; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);font-size:85%;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);font-family:arial;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2974053777475142520-7871302565890779602?l=didigenz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://didigenz.blogspot.com/feeds/7871302565890779602/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2974053777475142520&amp;postID=7871302565890779602' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2974053777475142520/posts/default/7871302565890779602'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2974053777475142520/posts/default/7871302565890779602'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://didigenz.blogspot.com/2009/08/tiada-nama-terindah-kecuali-asma-mu.html' title='Dzikir'/><author><name>Abu wa Ummu Zahra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10337545076974139195</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_uqFp_t7Umbc/TRnh53-lvTI/AAAAAAAAAGo/Kt0xKF-g0kM/S220/163457_125295874201550_122093471188457_171832_533984_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_uqFp_t7Umbc/SpIFWdBEn2I/AAAAAAAAAEo/TKOf6ceO9sk/s72-c/s82480845950_337.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2974053777475142520.post-2333277466782677303</id><published>2009-08-21T21:49:00.002-07:00</published><updated>2009-08-21T22:36:59.106-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sunnah rosul'/><title type='text'>Etika makan sesuai dengan sunah Rosulluloh Saw</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; color: rgb(51, 51, 255);" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:20;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;            &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Memulai dengan basmalah dan mengakhiri dengan hamdalah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;Dasar hukumnya/hadist :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 1in; text-indent: -0.25in; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;Ø&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Riwayat dari Umar bin Abi Salamah ra, ia berkata:&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;“Rasululloh Saw. Bersabda : &lt;b style=""&gt;“&lt;i style=""&gt;Bacalah basmalah dan makanlah dengan tanganmu, dan makanlah makanan yang dekat denganmu.”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;(HR. Bukhary dan Muslim)&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 1in; text-indent: -0.25in; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;Ø&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Riwayat dari ‘Aisyah ra, ia berkata : “Rasululloh Saw. Bersabda: &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;“Apabila salah seorang di antara kalian hendak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;makan, hendaklah ia menyebut nama Alloh Ta’ala, apabila ia lupa menyebut nama Alloh Ta’ala pada mulanya, hendaklah ia membaca:&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; “&lt;b style=""&gt;BIMILLAAHI AWWLAHU WA&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;AAKHIRAHU.” &lt;/b&gt;(HR. Abu Dawud dan Turmudzi)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent: -0.25in; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Dilarang mencela makanan dan sunah memujinya.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;Dasar hukumnya/hadist :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 1in; text-indent: -0.25in; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;Ø&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Riwayat dari Jabir ra, Bahwa Nabi Saw. Bertanya kepada keluarga beliau apakah mereka mempunyai lauk pauk, mereka menjawab: “Kami tidak mempunyai apa-apa selain cuka saja. Lalu beliau memintanya dan makan dengannya seraya bersabda: &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;“Sebaik-baik lauk adalah cuka, sebaik-baik lauk adalah cuka.”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;                                &lt;/span&gt;(HR. Muslim)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 1in; text-indent: -0.25in; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;Ø&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Riwayat dari Abu Hurairah ra, ia berkata: &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;“sama sekali belum pernah Rosulluloh Saw. Mencela suatu makanan. Jika beliau suka, maka beliau makan, dan jika tidak, maka di tinggalkannya.” &lt;span style=""&gt;                        &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;                                                &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;(HR. Bukhary dan Muslim)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent: -0.25in; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Memulai makan dari pinggir piring bukan yang berada di tengahnya.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;Dasar hukumnya/hadist :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 1in; text-indent: -0.25in; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;Ø&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Riwayat dari Abbas ra, bahwa nabi Saw. Bersabda:&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;“Berkah itu turun ke tengah-tengah makanan, oleh karena itu makanlah dari pinggirnya, dan janganlah memulai makanan dari tenggahnya.”&lt;span style=""&gt;                    &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;                                &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;(HR. Abu Dawud dan Turmudzi)&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent: -0.25in; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Sunah makan dengan tiga jari.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;Dasar hukumnya/hadist :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 1in; text-indent: -0.25in; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;Ø&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Riwayat dari ka’ab bin Malik ra, ia berkata: &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;“Aku menyaksikan Rasulluloh Saw. Makan dengan tiga jari.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Jika telah selesai, beliau membersihkan sisa-sisa makanan (yang menempel di jari) dengan mulut beliau.”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt;                                                               &lt;/span&gt;(HR. Muslim)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 1in; text-indent: -0.25in; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;Ø&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Riwayat dari Jabir ra, bahwa Rasululloh Saw. Bersabda: &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;“Apabila ada makanan salah seorang di antara kalian yang terjatuh, hendaklah ia menyingkirkan kotoran yang menempel, dan hendaklah ia memakannya, dan jangan membiarkan untuk setan, jangan mengusap tangannya dengan sapu tangan sampai ia membersihkan makanan pada jari-jarinya(dengan mulutnya), sebab ia tidak mengetahui pada bagian manakah dari makanan itu yang mengandung berkah.”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt;                                                                 &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;                                                                                                                                &lt;/span&gt;(HR. Muslim)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent: -0.25in; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Makruh makan dengan bersandar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);" class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;Dasar hukumnya/hadist :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 1in; text-indent: -0.25in; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;Ø&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Riwayat dari Abu juhaifa Wahab bin Abdulloh ra, ia berkata:&lt;b style=""&gt; &lt;i style=""&gt;“Rasululloh Saw. Bersabda: “Aku tidak pernah makan dengan bersandar!”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;(HR. Bukhary)&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 1in; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 1in; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-left: 1.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Wingdings; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;span style=""&gt;ü&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Sumber Hadist : Kitab Riyadus Shalihin jilid 1 tentang etika makan.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2974053777475142520-2333277466782677303?l=didigenz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://didigenz.blogspot.com/feeds/2333277466782677303/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2974053777475142520&amp;postID=2333277466782677303' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2974053777475142520/posts/default/2333277466782677303'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2974053777475142520/posts/default/2333277466782677303'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://didigenz.blogspot.com/2009/08/etika-makan-sesuai-denga-sunah.html' title='Etika makan sesuai dengan sunah Rosulluloh Saw'/><author><name>Abu wa Ummu Zahra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10337545076974139195</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_uqFp_t7Umbc/TRnh53-lvTI/AAAAAAAAAGo/Kt0xKF-g0kM/S220/163457_125295874201550_122093471188457_171832_533984_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2974053777475142520.post-4382862608231100879</id><published>2009-08-21T21:40:00.000-07:00</published><updated>2009-08-23T07:04:41.224-07:00</updated><title type='text'>Mukhadimah</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; color: rgb(255, 0, 0);" align="center"&gt;Segala puji bagi Alloh Yang Maha Segalanya. Yang merubah malam menjadi siang, sebagai peringatan bagi orang - orang yang bermata hati, bermata kepala, menjadi renungan serta pelajaran bagi orang yang berakal sehat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; color: rgb(255, 0, 0);" align="center"&gt;Dan Sholawat serta salam tetap tercurahkan atas kasih sayang - Nya dan junjungan kita baginda Rosulluloh Saw, keluargannya, sahabat2nya dan para penganut agama yang di bawanya. Atas sunah - sunah dari beliau kami semua dapat belajaran yang bermanfaat dan berharga. Amin!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; color: rgb(255, 0, 0);" align="center"&gt;Kami persembahkan blog ini buat Aby dan Umy, yang selalu kompak dan selalu mendukung satu sama lain dalam berkarya dan saling nasehat - menasehati dalam kebaikan dan taqwa. Dan selalu memberikan kasih sayangnya setiap hari, dengan harapan lancarnya hubungan kami berdua.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; color: rgb(255, 0, 0);" align="center"&gt;Kami sengaja membuat blog ini dengan tujuan berbagi ilmu agama bersama teman-teman semuanya. Untuk membangun dan memperbaiki blog ini, kritik maupun saran dan partisipasi anda kami sangat membutuhkan. Atas kritik maupun saran dan partisipasi anda kami ucapkan jazakumulloh khoiron katzir.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; color: rgb(255, 0, 0);" align="center"&gt;Wassalam,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; color: rgb(255, 0, 0);" align="center"&gt;Aby wa Umy&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2974053777475142520-4382862608231100879?l=didigenz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://didigenz.blogspot.com/feeds/4382862608231100879/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2974053777475142520&amp;postID=4382862608231100879' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2974053777475142520/posts/default/4382862608231100879'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2974053777475142520/posts/default/4382862608231100879'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://didigenz.blogspot.com/2009/08/mukhadimah.html' title='Mukhadimah'/><author><name>Abu wa Ummu Zahra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10337545076974139195</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_uqFp_t7Umbc/TRnh53-lvTI/AAAAAAAAAGo/Kt0xKF-g0kM/S220/163457_125295874201550_122093471188457_171832_533984_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2974053777475142520.post-884521761683068691</id><published>2009-05-02T06:52:00.000-07:00</published><updated>2009-09-05T19:48:18.406-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dari kami'/><title type='text'>Sebuah impian</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Matahari mulai memancarkan sinarnya, kicauan burung-burung yang melompat dari ranting-keranting menjadikan suasana pagi menjadi lebih indah. Pagi itu Pak Warjo siap-siap berangkat ke sawah. Dia harus kerja keras untuk mencapai sebuah keinginannya. Sebuah TV yang sudah di idamkannya sejak lama. Setiap harinya Pak Warjo kalau nonton TV hanya numpang tetangga. Maklumlah, hanya Pak Warjo keluarga yang tergolong miskin di kampungnya. Kebanyakan dari tetanganya orang yang mampu, jadi banyak yang sudah mempunyai TV. Pak Warjo ingin berusaha membahagiakan istri dan anak-anaknya. Dia juga tidak mau di katakan orang yang ketinggalan zaman. Walaupun dia tidak punya apa-apa dan hanya hidup pas-pasan. “Kalau sudah punya TV nanti Aku dan anak-anak tidak perlu ke rumah tetangga lagi setiap menjelang magrib.” pikirnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Kini Pak Warjo hanya mempunyai sawah setengah hektare warisan dari orang tuannya. Dulu sebelum untuk biaya berobat Selamet, anaknya yang paling kecil ke rumah sakit, Pak Warjo masih mempunyai dua ekor kambing yang akan di gunakan untuk membeli TV. Tapi, kini hanya sawahlah harta yang berharga satu-satunya harapan untuk mencapai sebuah keinginannya itu dan sekaligus untuk menopang kebutuhan hidupnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Pada masa panen tahun kemarin padinya yang di perkirakan panen dua ton, habis di terjang banjir. Dari kejadian itu Pak Warjo tidak sempat makan nasi dalam dua hari. Karena setok beras yang di simpannya habis, apalagi untuk membeli satu kilo beras saja Pak Warjo tidak mempunyai uang. Hanya ubi dari kebun belakang yang biasa di makan pada saat itu. Sungguh itu pengalaman yang sangat menyedihkan dalam hidupnya. Tapi atas kebaikan Yu Marinah meminjami uang, akhirnya Pak Warjo bisa nempur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Pagi itu Pak Warjo rajin sekali menggarap sawahnya. Dia juga tidak pernah lupa memupuk dan mengobati tanamannya itu agar selalu subur dan terhindar dari panyakit, walaupun pupuk sekarang bagi petani menjadi barang yang langka dan sulit untuk di cari. Dan apapun resikonya dia lakukan, sengatan panas mataharipun tidak di hiraukannya, dalam benaknya yang penting di bisa beli TV dan bisa membahagiakan keluarganya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Setelah hampir setengah hari dia bekerja, Pak Warjo segera istirahat di gubuk yang berada di pinggir sawahnya. Di lepaskan caping yang di pakainya lalu di kipas-kipaskannya capingnya itu sambil menikmati ubi rebus bekalnya dari rumah. Dia terbayang ketika anak-anaknya merengek-rengek memintanya untuk membelikan TV. Entah apa yang ada di pikiran Pak Warjo kali ini, yang jelas dia harus kerja keras untuk mencapai ke inginannya itu. Pak Warjo tampak senang melihat hamparan padinya yang tumbuh subur. Dia tidak henti-hentinya bersyukur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Malam harinya usai sholat magrib, Pak Warjo duduk di ruang tamu sambil menikmati secangkir teh hangat dan beberapa potong ubi rebus. Setiap malam Maryatun istrinya, tidak lupa membuatkan teh hangat, sekedar untuk menghangatkan badan suaminya. Maryatun adalah istri yang setia, berpuluh-puluh tahun mendampingi hidup Pak Warjo dengan hudup serba pas-pasan dan apa adanya. Untuk membantu beban suaminya, Maryatun bekerja menjadi tukang buruh cuci. Setiap kali cucian Maryatun mendapatkan upah Rp. 20.000. Dulu Maryatun ingin menjadi TKW, tetapi Pak Warjo melarangnya. Pak Warjo kawatir kalau sampai terjadi apa-apa dengan istrinya. Karena dalam berita sering muncul berita penganiayaan dan pembunuhan seorang TKW.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;“Bagaimana Pak, padi kita di sawah?” Tanya Maryatun sambil menata baju anaknya di lemari.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;“Alhamdulillah Bu, padi kita tumbuh subur.” Jawab Pak Warjo sambil menyeruput teh hangatnya.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;“Semoga aja panen kali ini membawakan hasil ya Pak, jadi kita bisa beli TV dan anak-anak tidak menagihnya terus, sekalian kita bisa nyarutang, Pak.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Hutang kali ini sudah menumpuk, kemarin sudah ada tukang kredit yang menagih hutang. Karena Maryatun masih mempunyai tunggakan hutang yang belum di lunasi. Apalagi kemarin Bejo, anaknya yang paling besar minta uang untuk bayar SPP. Sudah tiga bulan ini iuran SPP belum juga di lunasi. Tapi Pak Warjo menjanjikan akan melunasi sehabis panen padi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Tiga bulan lebih telah berlalu. Padi Pak warjo sudah menguning. Dan waktunya untuk panen.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Pagi yang cerah. Pak Warjo dan istrinya sudah berada di sawah untuk memimpin menuai padi. Tak lupa Kang Darmo, Mbah Wongso dan Yu Marinah tetangganya siap membantu menuai padi. Bejo, juga ikut membantu sehabis pulang sekolah. Sementara Maryatun menyediakan makanan kecil dan minuman bagi mereka yang bekerja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Usai panen Pak Warjo nampak senang dan bersyukur bisa menyelesaikan panennya. Dan apa yang dia idamkan juga akan segera terkabul. Tidak sia-sia pengorbanan Pak Warjo kali ini. Hasil panen mencapai dua ton lebih. Kini gabah yang masih basah di simpan dan besoknya mulai  di jemur. Apabila cuaca tetap baik dalam tiga-empat hari, gabah akan segera kering. Tidak semua hasil panen di jual tapi sebagian untuk persediaan makan hingga musim panen mendatang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;“Akhirnya kita bisa panen kali ini, Pak.” Ujar Maryatun pada suatu malam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;“Alhamdulillah Bu, besok beras juga sudah siap kita jual, mumpung harga belum anjlok.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Ketika mulai larut malam, ketika keluarga Pak Warjo sedang tertidur nyenyak. Suasana malam berubah sangat gerah, terasa akan turun hujan. Petir mulai terdengar mengelegar, tidak lama kemudian hujan turun. Semakin lama hujan semakin deras, kali ini di sertai dengan angin kencang. Akibat tanggul bocor, air sungai mulai meluap dan merambah ke rumah-rumah. Mengetaui hal itu, semua warga segera menyelamatkan diri, banyak rumah warga yang rusak dan pepohonan yang tumbang akibat terkena banjir, termasuk juga rumah Pak Warjo. Pak Warjo sendiri tidak sadar kalau sedang terjadi bencana yang sangat dasyat. Dia bersama istri dan anak-anaknya benar-benar terlelap dalam mimpi. Dalam mimpinya mereka sedang asyik menonton TV, dan akhirnya mereka tenggelam dan hilang terbawa arus.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;                                                                                      Klaten, 2008&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2974053777475142520-884521761683068691?l=didigenz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://didigenz.blogspot.com/feeds/884521761683068691/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2974053777475142520&amp;postID=884521761683068691' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2974053777475142520/posts/default/884521761683068691'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2974053777475142520/posts/default/884521761683068691'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://didigenz.blogspot.com/2009/05/sebuah-impian.html' title='Sebuah impian'/><author><name>Abu wa Ummu Zahra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10337545076974139195</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_uqFp_t7Umbc/TRnh53-lvTI/AAAAAAAAAGo/Kt0xKF-g0kM/S220/163457_125295874201550_122093471188457_171832_533984_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
